
Malam sudah semakin larut, Raniyah sudah tertidur di sofa. Tapi tidak bisa dipungkiri dia tidak bisa lelap sepenuhnya, karena serangan nyamuk terus menganggynya, ditambah dia merasakan udara dingin. Samar-samar dalam tidurnya yang setengah sadar dia melihat bayangan hitam. Semakin lama bayangan itu mendekat dan semakin jelas. Wajahnya menampilkan wajah kak Daiyan.
"Kenapa ada kak Daiyan? Apa ini mimpi? Atau aku sangat merindukannya?" Batin Raniyah.
Bayangan itu begitu jelas. Daiyan berada dihadapannya dengan wajah dinginnya dia menatap ke arah Raniyah.
" Siapa suruh tidur disini! Aku bilang keluar bukan berarti tidur disini! Dasar bodoh!" Gerutunya.
Raniyah dalam mimpinya mengerutu karena merasa dongkol dengan ucapan Daiyan yang mengejeknya.
" Dalam mimpi pun kamu masih mengejekku, sangat menyebalkan kak Daiyan!"
Tidak lama kemudian bayangan Daiyan terlihat berjongkok dihadapannya, tidak berapa lama wajahnya semakin mendekati wajah Raniyah, sentuhan kecupan lembut menyentuh keningnnya.
" Ouh ****, bisa-bisanya aku memimpikan kak Daiyan begitu. Oh My God, aku sedang marah padanya kenapa aku jadi malah begini. Oh tidak, jangan bilang aku mulai gila, menginginkan nafkah batin dari Kak Daiyan."
" Hey gadis kurus, kau harus mengisi tubuhmu agar bisa mengodaku!" Ucap Daiyan sambil menjitak kening Raniyah membuat si empunya mengerang.
"What dia sialan kak Daiyan sialan. bisa-bisanya dia mengejek, siapa juga tadi yang mencium keningku! Bukannya tadi artinya dia tergoda, dasar lelaki menyebalkan" Gerutu batin Raniyah.
Tiba-tiba tubuh Raniyah terasa melayang, Daiyan mengangkat tubuhnya, Raniyah yang tidak berdaya dan tidur dengan setengah sadar terlihat kebingungan.
" apa aku bisa terbang? Oh mana mungkin kak Daiyan. "
Matapun kini melihat yang memegang tubuhnya. " Kenapa selalu lelaki ini pelakunya!"Kesal Raniyah.
__ADS_1
" Kamu ini tidur atau tidak sih!" Ucap Daiyan sambil membawa Raniyah menaiki anak tangga.
"Pertanyaan macam apa ini, kenapa pula aku hanya dia sekarang, aku ingin mencakar wajahnya!"
"Aku mengendongmu karena badanmu sangat kecil, sangat seperti anak kecil." Ucap Daiyan.
"Terus saja kau mengejekku, Awas saja saat aku bangun nanti, aku tendang keperkasaanmu, kamu sungguh menyebalkan."
Kini Daiyan sudah memasuki kamarnya dengan membawa Raniyah dalam gendongannya, dia segera membaringkan Raniyah disalah satu sisi ranjangnya. Terlihat Raniyah merasakan kehangatan dan empuknya kasur, Daiyan segera bergabung ke dalam kasur tersebut, memiringkan badan Raniyah agar menghadap ke arahnya.
"Aku sangat ingin menyentuhmu" Ucap Daiyan setengah berbisik sambil membelai wajah Raniyah.
"Apa maksudnya? Apa dia jangan- jangan.. Oh tidak aku kenapa bermimpi kotor!"
Cup
"Aku tidak bisa menahan diri saat bersama kamu Ran, Kamu tahu aku takut kebablasan. Aneh sekali tubuh kecilmu membuat aku panas dingin dan harus menenangkan nafsuku!" Ucap Daiyan.
" Oh tidak, kenapa setan menganggu otakku saat tertidur, tidak tidak aku tidak ingin mimpi basah, ini sungguh memalukan."
"Kamu tidak akan marah bukan, aku menyentuhmu tanpa ijin." Ucap Daiyan sambil tersenyum manis.
" Ya Allah lindungi aku dari godaan setan"
"Suatu saat aku ingin melakukannya dalam keadaan kamu sadar Ran. Kamu tahu aku tidak pernah bisa berpaling darimu. Perasaanku ternyata masih tetap sama seperti dulu. Aku benci pada diriku karena tidak bisa menghentikan perasaanku. Ran apakah arti pernikahan kita dimatamu?"
__ADS_1
"Arti pernikahan kita? Apakah ada artinya? Atau hanya simbiosis mutualisme? Bahkan aku tidak punya tujuan dalam pernikahan ini."
" Aku sebenarnya menguji kakakmu, dengan penurunan jabatan dan hutang. Ternyata kakakmu tidak cukup kuat."
" Ini mimpi terasa nyata!"
" Aku memang pengecut tidak berani berkata jujur depanmu saat tersadar."
Daiyan pun mengambil ponselnya dan mulai menyalakan album musik diponselnya, alunan lagu itu mulai menenangkan tidur Raniyah.
Ku pejamkan mata ini
Mencoba tuk melupakan
Segala kenangan indah
tentang dirimu
tentang mimpiku
Semakin aku mencoba,
Bayangmu semakin nyata
Merasuk hingga ke jiwa Tuhan tolonglah..Diriku..
__ADS_1
(Hampa_)
Daiyan meraih Raniyah ke dalam pelukannya dan mengelus lembut kepalanya, sambil mengucapkan selamat malam, dia mengecup kening Raniyah. Malam yang begitu syahdu. Yang dimana Daiyan dapat menjadi dirinya sendiri.