Garis Adat Pernikahan

Garis Adat Pernikahan
Kepergok


__ADS_3

Entah kenapa Raniyah merasa sakit kepala setelah berkeliling pasar, dia meminta Bi Yum agar langsung pulang, meskipun masih banyak yang harus dibeli melihat majikannya Bi Yum menurut.


"Ya udah gak apa apa bu, besok saya belanja sendiri saja."


"Iya aku gak kuat Bi"


Disisi lain, Fahrul hanya bisa menatap dari kejauhan wanita yang masih selalu membuat hatinya berdebar. Dia memengan dadanya dan tersenyum melihat kepergian wanitanya. Raniyah segera niak kendaraan umum, saat ini dirinya hanya ingin pulang, dan entah kenapa dia ingin segera menemui suaminya.


Kamar


Daiyan menghempaskan tubuh Haya ingin tersungkur ke pojokan. Sambil mengelengkan kepalanya dia tidak habis pikir dengan Haya yang tiba-tiba memeluknya. Haya tidak mau kalah dia sudah kepalang malu langsung bangkit lagi. Dia berjalan lenggak lenggok, mata lelaki yang melihat pemandangan wanita cantik dengan tubuh seksi pasti tidak akan menyia-yiakan kesempatan.


Sejenak Daiyan tampak kegerahan melihatnya, wajahnya memanas dia mematung, dia menelan salivanya kasar. Haya berjalan semakin dekat. Daiyan segera berbalik berjalan cepat keluar dari ruang kerja, Haya langsung mengejarnya dan memeluk Daiyan dari belakang.


Dengan deru nafas yang memburu, Daiyan melepaskan tangan Haya yang melingkar kuat di tubuhnya. Lantas berbalik hendak marah pada Haya tapi malah kembali Haya memeluknya. Tepat saat itu juga Raniyah memasuki kamar Daiyan.


"Kak!" Suara Raniyah menyadarkan Daiyan yang hampir terbuai.


Segera Daiyan melepaskan pelukan Haya hingga Haya tersungkur dilantai. Daiyan langsung mendekat ke arah Raniyah ingin menjelaskan kesalahpahaman tersebut.


" Ran, tolong dengarkan aku dulu!" Ucap Daiyan berjalan mendekat ke arah Raniyah yang berada di ambang pintu.


" Semua sudah jelas Raniyah, aku dan suamimu sedang bersenang-senang" Haya memgompori keadaan.

__ADS_1


" Diam kamu!" Bentak Daiyan dengan mata elangnay ke arah Haya.


"...Semua tidak seperti yang kamu lihat Raniyah.."


" ... Halah semua lelaki munafik!" Ejek Haya yang mulai berdiri sambil memegang lututnya yang terasa sakit karena terbentur pantai.


" Keluar kamu dari kamar saya!!" Ucap Daiyan dengan nada tinggi.


Dengan jengkel Haya berjalan keluar dari kamar dan menubruk bahu Raniyah serta tidak lupa berbisik.


" Suamimu rasanya legit Aaah" Ucapnya membuat Raniyah ingin muntah.


Setelah kepergian Haya, perlahan Daiyan mendekat dan memegang tangan Raniyah namun langsung dikebaskan oleh Raniyah.


Daiyan berjalan dibelakang Raniyah membuntutinya. " Kamu marah sama aku?" Raniyah tidak menyahutinya.


" Ran?"


" Ran?"


" Ran jangan diem aja, tadi itu salah paham!"


" Aku gak peduli."Balas Raniyah.

__ADS_1


"Kalau tidak kenapa kamu tampak marah?"


" Aku tidak marah, aku hanya diam! Apa aku salah?" balas Raniyah masih berjalan hendak ke kamar mandi.


"Aku tidak berniat menghianatimu!"


"Pantas saja gak mau nganter tadi!" Ketus Raniyah.


"Jangan kamu hubung-hubungkan dengan hal itu Ran!"


Raniyah terus berlalu mengabaikan ucapan Daiyan, merasa tidak senang diabaikan Daiyan menarik baju Raniyah, namun sayangnya dia salah posisi, saat ini dia menarik baju sekaligus tali branya. Sontak Raniyah terdiam, Daiyan yang terkejut juga diam, dan saking kagetnya segera melepaskan tanganya, tapi itu justru membuat tali bra Raniyah putus, tampak Raniyah menghela nafasnya.


" Aku akan membetulkannya," Ucap Daiyan malu dengan sedikit wajah memanas.


" Tidak usah," ucap Raniyah tertunduk lesu.


Tapi Daiyan tidak mendengarkan ucapan Raniyah dia segera memasukan tangannya menyingkap baju Raniyah, Sontak Raniyah yang akan berbalik jadi terkejut.


" Aku bilang jangan," Ucap Raniyah pelan menahan malu.


Daiyan tidak bersuara, dia langsung fokus membetulkan tali bra Raniyah yang putus karena ulahnya. Setelah selesai Daiyan tidak lantas pergi dia masih mematung, sementara Raniyan terlihat canggung dan salah tingkah.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2