
Raniyah tertunduk dengan pertanyaan Fahrul, dia tidak tahu harus menjawab apa saat ini. Bahkan saat ini hubungan dengan keluarganya sedang tidak baik-baik saja. Fahrul selesai memasangkan lampu, melirik ke arah Raniyah langsung terdiam, dia bisa menerka bahwa ada yang tidak beres dengan wanitanya. Dia langsung menyentuh bahu Raniyah.
"Kita gak perlu terburu-baru kok," Ucap Fahrul sambil tersenyum yang disambut anggukan lemah oleh Raniyah.
Setelah itu keduanya menuju ruang tengah, Fahrul duduk dan mengamati semua yang ada di kontrakan Raniyah. Tidak ada foto keluarga sekali. Raniyah menyodorkan gelas berisi air putih dan langsung diterima oleh Fahrul.
" Air putih?"
" Iya, kenapa? atau kamu mau minum apa?" Tanya Raniyah.
" hehe.. aku mau.." Ucap Fahrul sambil menjulurlan tangannya dan menyentuh pipi Raniyah.
Sontak wajah Raniyah memanas dan tubuhnya mematung, meledaklah debaran jantungnya. Fahrul langsung terkekeh melihat Raniyah yang tampak sangat georgi dengannya.
" Kamu manis ya, dan masih polos!" Kata Fahrul sambil menyeruput air.
Raniyah semakin salah tingkah. Fahrul semakin senang mengoda Raniyah , Fahrul menangkap tangan Raniyah dan memegang dagu telor separu milik Raniyah.
"Manis sekali." Kata Fahrul sambil menatap lekat wajah Raniyah yang pipinya sudah memerah.
"Ekhem..A tidak pulang?" Kata Raniyah menepis tangan Fahrul diwajahnya.
" Wah, kamu mengusirku?" Kata Fahrul sambil berlagak marah.
" Bukan begitu, tapi kita dikontrakan berduaan, itu tidak baik." Kata Raniyah sambil duduk dikursi.
Fahrul pun mengangguk, dia semakin yakin Raniyah wanita yang baik-baik dia berdiri dan mengacak kepala Raniyah lalu menundukan kepalanya sejajar dengan wajah Raniyah yang sedang duduk.
__ADS_1
" Baiklah, wanitaku , jangan kangen ya!" Kata Fahrul membuat Raniyah tersenyum.
Raniyah pun mengantarkan Fahrul sampai gerbang kontrakannya, Fahrul berbalik menghadap Raniyah.
" Kamu harus menceritakan sesuatu padaku, Aku tidak tahan berlama-lama kita memiliki hubungan tanpa ikatan pernikahan." Jelas Fahrul.
" Iya A, beri aku waktu."
" Baiklah, kapan kita bertemu lagi, soalnya kamu mudah rindu sama kamu." Tutur Fahrul membuat Raniyah tersipu.
" Bukankah kita akan bertemu dihari minggu?" Kata Raniyah.
"Terlalu lama rasanya!" Kata Fahrul lalu dia mengekus kepala Raniyah.
" Makasih!"
" Untuk apa?"
Fahrul menganggukan kepalanya, dia berpamitan pada Raniyah dan langsung menunggangi sepeda motornya tidak lupa dia memakai helm. Lalu melambaikan tangannya sebelum pergi. Setelah Fahrul hilang dari pandangannya, Raniyah langsung kembali ke kamar kontrakannya.
Sementara diluar sana, Fahrul dihentikan seaeorang didepan apotek dekat kontrakan Raniyah. Terpaksa dia pun berhenti, dua lelaki itu tidak dikenali oleh Fahrul.
" Ada apa ya Pak?" Ucap Fahrul kebingungan.
" Pak Pak, aku tidak setua itu hey!" Balas Hisyam sambil bertolak pinggang.
" Iya terus ini ada apa?" Tegur Fahrul sedikit kesal.
__ADS_1
" Apa hubungan kamu dengan Raniyah?" Tanya Ahsan.
Senyuman kecut terukir dibibir Fahrul dia langsung paham, segera dia membuka helmnya. Kemudian menatap dua wajah lelaki yang berada di hadapannya.
" Kenapa mas? Cemburu?" Tanya Fahrul tersenyum penuh kemenangan.
" Saya tanya apa hubungan kamu sama Raniyah?"
" Oo dia wanitaku!" Jawab Fahrul.
Hisyam langsung menatap Ahsan yang tampak sedikit emosi, tangannya sudah mengepal keras. Hisyam langsung merangkul bahu temannya dan menebarkan senyuman tanpa dosanya.
" Bro, kita sama sama laki lah! Temen aku ini masih berhubungan dengan Raniyah! Jadi mohon pengertiannya.." Jelas Hisyam.
" Raniyah bilang tidak memiliki pacar!" Jawab Fahrul tidak mau kalah.
Jauh dari sangkaan Hisyam, Ahsan tampak tidak marah setelah mendengar jawaban Fahrul, dia hanya tertunduk.
" Apakah dia bahagia denganmu?" Tanya Ahsan membuat Hisyam mengelus dadanya melihat temannya yang begitu tenang saat ini.
" Dia bahagia bersamaku!" Jawab Fahrul dengan tegas.
"Baiklah, kalau begitu. Jika dia sudah menemukan orang yang tepat." Ucap Ahsan langsung berbalik membuat Hisyam semakin tidak mengerti dengan jalan pikiran Ahsan.
Hisyam mengira Ahsan akan berantem dengan lelaki yang saat ini mendekati Raniyah. Tapi diluar dugaan, Ahsan mementingan kebahagian Raniyah, dia mengikhlaskan hatinya terluka asal Raniyah bahagia meski tidak bersamanya.
Fahrul mengindikkan bahunya, menatap punggung lelaki yang menurutnya dia lelaki mantan Raniyah.
__ADS_1
" Wanitaku memiliki banyak hal yang tidak aku ketahui!" Batin Fahrul.
#Bersambung..