
Langkah kaki Raniyah gontai, semua orang disekolah tengah membicarakan sikap Raniyah yang menangkap basah anak guru yang akan bolos, diantara mereka ada yang mengejeknya, menghujatnya, ada juga yang memujunya, Raniyah merasa terpojokkan. Dia keluar dari gerbang sekolah sambil menunduk.
Tid Tid..
Suara klakson terdengar nyaring membuatnya mengangkat kepalanya, terlihat Daiyan mengenakan sepeda motor dengan helm ditangannya. Raniyah tersenyum dan mendekatinya. Helm disodorkan oleh Daiyan untuk dipakai Raniyah.
Setelah memakai Helm, Raniyah pun naik motor gede itu tanpa banyak bicara. Dia memegang ujung baju Daiyan. Tidak lama Daiyan langsung menancap gas. Diam-diam Raniyah meleleh air matanya, dia menangis atas kejadian disekolah tersebut. Daiyan yang merasakan ada keanehan dengan Raniyah langsung menarik tangan Raniyah agar memeluknya. Tidak ada protes tapi terasa punggung Daiyan basah oleh air mata.
"Kamu gak boleh ngiler!" Tegur Daiyan yang sebenernya ingin menenangkan isterinya.
Raniyah sedikit melonggarkan pelukannya, tapi Daiyan menarik tanganya agar memeluknya. Dia menancap gas. Daiyan membawa Raniyah tidak pulang ke rumahnya, dan Raniyah juga tidak protes atau bertanya dirinya akan dibawa kemana.
Sampailah mereka disebuah hutan pinus, yang merupakan destinasi wisata, setelah membayar tiket. Daiyan meminta Raniyah untuk menunggunya. Lalu Daiyah datang membawa es krim dikedua tangannya dan memberikan satunya ke Raniyah.
"Ayo kesana,"
"Em.." Raniyah menhikuti Daiyan yang mengajaknya ke dalam hutan yang ditumbuhi pohon pinus, disana ada tempat duduk dari bambu yang menghadap ke arah pegunungan yang dibawahnya sungai mengalir, tempatnya tidak banyak pengunjung.
Raniyah langsung duduk dan menikmati semilir angin menatap ke arah gunung gunung hijau yang menjulang, suara kicauan burung dan hewan-hewan penghuni hutan sangat menentramkan. Daiyan duduk disebelahnya sambil menikmati es krim. Begitu pun Raniyah dia memakan Es Krim dalam diam, sesekali Daiyan meliriknya dan menyusut krim yang menempel disudut bibir Raniyah. Sikap manis Daiyan membuat Raniyah tersenyum dan melihatnya.
Apa aku sedang bermimpi? Ada apa dengan kak Daiyan? Batin Raniyah.
__ADS_1
"Es krimnya dihabiskan, nanti meleleh!" Ucap Daiyan yang sudah menghabiskan es krimnya. Raniyah pun mengangguk dan menghabiskan es krimnya.
"Sudah lama aku gak pernah kesini, terakhir kesini sebelum aku menikah. Aku pernah berkata suatu saat nanti isteriku akan dibawa kesini."Ucap Daiyan menatap pegunungan.
Raniyah menatap Daiyan," Kakak sudah bawa aku kesini,"
"Ya," Daiyan menoleh dan menatap dalam mata Raniyah. "Ada masalah apa hari ini?" Tanya Daiyan membuat Raniyah kembali bersedih.
Raniyah langsung memeluk Daiyan, sontak suaminya terkejut, dan Raniyah menanggis menjadi-jadi didalam pelukan suaminya. Tangan Daiyan pun membalas pelukannya dan mengelus punggung Raniyah untuk menenangkannya.
"Semua orang menyalahkan aku karena aku menangkap anak guru yang akan bolos" Ucap Raniyah tersedu-sedu.
"Aku gak tau." Ucap Raniyah mengelengkan kepalanya.
"Kamu gak salah, yang salah mereka, jadi kamu jangan sedih."
"Tapi aku sakit hati, mereka ngira aku cari muka dengan bersikap begitu"
"Udah jangan dengerin kata-kata mereka!"
Raniyah bagaikan anak anjing hanya mengangguk saja dengan kata-kata Daiyan yang seperti sihir.
__ADS_1
"Udah ya jangan nangis lagi, malu sama orang lain," Daiyan menguraikan pelukan Raniyah dan mengusap air mata yang membasahi pipi Raniyah.
"Cium dulu." Rajuk Raniyah dengan wajah polos tanpa dosa.
Daiyan langsung menelan air liurnya dengab kasar, wanita dihadapannya terlihat sangat frontal.
"Malu Ran, tempat umum."
Terlihat Raniyah yang putus asa menghela nafasnya dan cemberut membuat Daiyan tidak tega, dia segera meraih dagu Raniyah dan mengecup bibir isterinya.
"Udah ya." Ucap Daiyan membuat Raniyah menghangat pipinya.
Lagi-lagi tiba-tiba, aku bisa bisa serangan jantung kalau begini Batin Raniyah.
"Kaka mencintaiku?" Raniyah mengutarakan pertanyaan itu dengan jantung berdebar.
Daiyan hanya melirik sebentar dan tidak menjawab pertanyaan dari Raniyah.
"Nikmati suasana disini, sebentar lagi kita pulang, Salsa kasian!" Seru Daiyan sambil bangkit dari duduknya dan berjalan-jalan melihat pemandangan.
#Bersambung..
__ADS_1