Garis Adat Pernikahan

Garis Adat Pernikahan
Postingan


__ADS_3

Seminggu sudah berlalu, Raniyah masih belum ada kabar dari Fahrul yang akan kembali ke kota Banten. Raniyah hanya bisa membuang nafasnya dalam-dalam, setiap mengirim pesan ke Fahrul, hanya sesekali dibalasnya.


Terkadang sikap Fahrul membuatnya gregetan, kalau Raniyah mengomel, Fahrul hanya mengatakan maaf dan bilang sinyal dikampungnya jelek. Namun, tampaknya semua itu tiba-tiba terbantahkan saat Raniyah membuka sosial media, disana Fahrul memposting video saat pernikahaan.


Tampak disana ada candaan temannya saat Fahrul bersalaman dengan pengantin wanita, lagu populer "Harusnya aku" karya Armada jadi sound musik video tersebut. Entah kenapa Raniyah merasa kesal melihat postingan itu. Tanpa ragu Raniyah langsung mengirimkan pesan ke Fahrul yang kebetulan sedang online.


Raniyah: Katanya gak ada sinyal!


Tampak pesan tersebut langsung dibaca oleh Fahrul, dan tanda mengetik pun langsung ada, Raniyah yang terburu emosi, yang sebenernya dia sedang diselimuti kecemburuan yang mendalam.


Ting


Fahrul: Itu pas aku lagi dikota Ran


Jawab Fahrul sesingkat itu, Raniyah hanya membacanya. Dia masih marah dan cemburu, bisa-bisanya dia bercanda dengan mantannya, dan tidak melihat dirinya yang bisa saja cemburu.


Fahrul: Kayanya aku belum bisa balik ke Banten


Fahrul kembali mengirim pesan pada Raniyah, kali ini Raniyah tidak sekedar membacanya karena dia penasaran dengan alasan yang membuat Fahrul tidak bisa kembali ke Banten.


**Raniyah: Kenapa?


Fahrul: Banyak kerjaan disini. Sebulanan baru balik lagi**.


Raniyah: Oh gitu, dikirain masih kangen sama mantan


Fahrul: Hahha kamu cemburu?


Raniyah: Siapa yang cemburu, aku gak suka aja kamu main video sama mantan


Fahrul: Itu cuma bercanda aja Ran, gak usah diambil hati

__ADS_1


Raniyah: Ya


Fahrul: Kamu kangen banget ya sama aku?


Raniyah: Ya


Fahrul: Oh manisnya Raniku! Tunggulah aku akan segera pulang kesana


Raniyah: Ya


Fahrul: Hey masih marah?


Raniyah: Banget


Fahrul: Rani, aku sayang sama kamu, sabar ya!


Seketika Raniyah tersipu membaca pesan tersebut, emosinya juga ikut meluap, Fahrul tahu saja waktu yang tepat merayu seorang wanita.


Belum sempat Raniyah membalas pesan tersebut, Fahrul sudah memvideo call nya. Raniyah panik dia langsung memakai jilbab dan melihat kaca, dia tidak mau wajahnya buruk saat dilihat Fahrul. Setelah siap, Raniyah mengeser tombol hijau, tampaklah wajah Fahrul yang masih sama, Raniyah tersenyum melihat Fahrul yang sudah dirindukannya.


"Ran, udah makan?"


Raniyah mengangguk ketika Fahrul bertanya demikian, dilihatnya Fahrul tampak sedang berada di kamar hotel.


"*Lagi dihotel?"


"Iya, aku mau melakukan pemotretan"


" Oh, sendiri?"


" Yeah sendiri, kenapa? Kamu mau nemenin*?" Goda Fahrul membuat semburat merah dipipi Raniyah.

__ADS_1


"Ngawur, gak bisalah!"


"*Ya kali aja, Ran aku pengen main ke rumahmu!"


" Ya boleh*!"


Kini Raniyah mantap menjawab pertanyaan tersebut, walaupun sebenernya dia butuh waktu untuk pulang, apalagi hubungannya dengan keluarga belum membaik, semenjak kejadian itu, tidak pernah ada komunikasi. Tapi Raniyah berpikir tidak masalah jika melanggar titah ayahnya dengan tiba-tiba pulang dan mengenalkan Fahrul. Baginya tidak baik juga terus menjalin hubungan tanpa kepastian dengan Fahrul.


"*Gimana disana? Ibu Ayah mu sehat?"


" Iya alhamdulillah Ran, semuanya sehat. Aku juga ceritain kamu ke mamah sama ayahku, mereka udah lihat wajah kamu! Tapi sayangnya aku susah buat video call kalau dikampung*!"


Penjelasan dari Fahrul saat ini dapat diterima oelh Raniyah, mereka pun melepas rindu dengan bertukar cerita yang sudah dilalui selama seminggu kemarin. Sampai akhirnya Raniyah terdiam ketika melihat seorang wanita keluar dari kamar mandi dibelakang Fahrul.


Deg


"*Ran!"


"Siapa dia*?"


Raut wajah Raniyah berubah cemberut, membuat Fahrul segera menengok ke belakang benar saja seseorang dengan mengunakan handuk berdiri dibelakangnya.


" *Ran, dia model aku lagi ganti baju!"


"Terus kenapa dia harus ganti dikamar kamu*!"


Kini deru nafas Raniyah memanas, rasanya sesak dadanya, melihat keadaan itu. Hati semakin cemburu dan kesal dengan pemadangan tersebut. Dia tidak habis pikir dengan Fahrul yang terkadang membuatnya tidak mengerti.


"*Ra..Ak.."


#Bersambung*.

__ADS_1


__ADS_2