Garis Adat Pernikahan

Garis Adat Pernikahan
Cemburu?


__ADS_3

Pulang sekolah, Raniyah tidak menghubungi Daiyan begitupun sebaliknya tidak ada kabar. Raniyah menunggu depan gerbang, entah kenapa dia harus menunggu padahal dia tidak pernah dijemput kecuali hari kemarin. Tapi hari kemarin justru membuatnya berharap pada Daiyan yang tampak sudah berubah dan bersikap baik padanya.


Sebuah mobil pun melintas, Raniyah mengenal betul mobil itu milik Daiyan tapi tidak berhenti dan didalam mobil yang kacanya terbuka tampak ada Haya. Hati Raniyah terasa tercabik-cabik dan rbuk menyaksikannya.


"Kenapa aku menunggunya," Gumamnya begitu mobil itu sudah hilang dari pandangannya.


Kali ini Raniyah pun duduk disalah satu kursi, dia hendak menunggu kendaraan umum yang lewat, meski kalau sore sudah jarang yang lewat. Tiba-tiba ada sepeda motor yang lewat.


"Ran, kenapa belum pulang?" Serunya menghentikan motornya.


"Eh, Ahsan. Lagi nunggu angkot."


"Lah, Daiyan gak jemput?"


"Beda jadwal pulang" Ucap Raniyah.


" Ya udah ayo naik! Aku anterin!"


" Gak usah San, aku tunggu angkot aja!"


" Eh, ayo Ran, udah mau hujan. Kamu sendirian algi disini, udah sepi sekolah. Angkot juga udah jarang!"


Raniyah memperhatikan keadaan sekitar memang sudah sepi, ajakan dari Ahsan juga mengiurkan. Dia menghela nafasnya.


"Udah gak usah banyak mikir, ayo keburu hujan, aku gak bakal ngapa-ngapain isteri orang juga!" Ucap Ahsan.


Akhirnya Raniyah pun bangkut dan naik sepeda motor milik Ahsan. Motor pun melaju, senyuman terukir dibibir Ahsan. Hatinya terlihat berbunga-bunga.

__ADS_1


Andai waktu bisa kembali diulang, aku menginginkan momen seperti ini Ran Batin Ahsan melirik wajah Raniyah di kaca spion.


"Masih kerja ditempat dulu?" Tanya Raniyah.


"Iya Ran, dimana lagi, itu satu-satunya tempat penghidupan aku."


"Ya gak apa-apa San. Yang penting halal."


"Kamu gimana? Betah kerja disini?"


"Harus"


Keduanya pun asyik bercengkrama disepanjang perjalanan. Sampai tidak terasa sudah berada didepan rumah Raniyah. Dia segera turun dan mengucapkan terima kasih pada Ahsan yang sudah mengantarnya pulang. Terlihat didalam gerbang Daiyan mencuci mobil dengan wajah kesal melihat pemandangan tersebut. Dilemparkan kain lap sembarangan dan ditendangnya ember berisi air. Raniyah terkejut dengan sikap Daiyan.


"Assalamualaikum, kak!" Ucap Raniyah sambil meraih tangan Daiyan dan menciumnya.


Raniyah segera menyusul masuk ke dalam rumah. Dia segera membersihkan dirinya. Selesai mandi Daiyan sudah berada di kamar menunggunya. Raniyah sedikit terkejut dengan keberadaan Daiyan dikamar Salsa.


"Ikut aku!" Ucap Daiyan seraya bangkit dari duduknya.


Mengikut langkah Daiyan, Raniyah pun mausk ke dalam kamarnya. Disana terlihat Daiyan berdiri dihadapannya memandang ke arah lain.


"Kenapa?"


"Kamu tanya kenapa?" Ucap Daiyan sinis.


"Iya kenapa, kenapa sikap kakak kayak gini?"

__ADS_1


"Pulang bareng cowok laen! Kamu gak mikir apa!" Tegur Daiyan dengan rahang mengeras.


"Aku juga gak mau pulang sama Ahsan! Tapi mobil kakak sama sekali tidak berhenti didepan sekolah, apa kakak pura-pura gak lihat aku? Aku terpaksa ikut Ahsan karena sudah gak ada kendaraan lain. Apa kakak marah karena masalah foto itu! Ya udah kakak hapus aja semuanya!" Cerocos Raniyah.


"Sudah ku hapus!" Seketika Raniyah terdiam.


"... Kenapa diam, gak mau dihapus? Gak ikhlas, kamu masih ngarep balikan sama mantan? Atau belum move on?" Ledek Daiyan.


"Apa kakak sedang cemburu?Baiklah aku minta maaf atas kesalahan aku hari ini." Ucap Raniyah menatap lekap lelaki dihadapannya yang seketika langsung menunduk.


"... Ya sudah aku keluar dulu, kalau tidak ada yang ingin dibicarakan lagi." Raniyah pun berbalik badan


Tiba-tiba Daiyan memeluknya dari belakang.Raniyah hanya bisa diam mematung, tidak ada ucapan apapun dari Daiyan. Dia hanya memeluk dalam diam.


Ceklek


Pintu terbuka menampilkan wajah Haya yang terkejut melihat pemandangan tersebut, ditanganya dia sedang mengendong Salsa.


"Maaf." Ucapnya langsung berbalik.


Daiyan melonggarkan pelukannya dan terlihat keduanya langsung canggung.


"Kita sudah baikan kan?" Kata Raniyah mencairkan kecanggungan yang ada.


"Em.." Kata Daiyan mengaruk kepalanya yang tidakk gatal. Senyuman pun terukir dibibir Raniyah.


"Kapan-kapan kita harus jalan-jalan dan mengabadikan momen bersama." Ucap Raniyah dibalas anggukan oleh Daiyan.

__ADS_1


#Bersambung...


__ADS_2