Garis Adat Pernikahan

Garis Adat Pernikahan
Fotografer Pernikahan


__ADS_3

Dua hari bukan waktu yang lama, wanita didepan cermin memandang pantulan dirinya yang mengenakan pakaian pengantin bergaya adat sunda. Semuanya mengalir begitu saja dalam hidupnya.


Sesederhana dan secepat ini aku menikah, jadi inikah takdirku? Batin Raniyah.


Ibu Ansor tersenyum melihat anak bungsunya memakai pakaian pengantin, ada rasa haru, dia segera masuk mendekat ke arah Raniyah dan menyentuh pundak Raniyah.


"Kamu cantik nak" Ucap Ibunya sambil melihat raut wajah puterinya dari cermin.


"Makasih bu." Ucap Raniyah dengan senyuman terpaksa.


"Jadilah isterinya nurut sama suami ya nak" Ucap Ibunya membuat Raniyah mengangguk.


"... Ayo kita keluar ijab qobul akan segera dilaksanakan!" ajak ibunya.


Raniyah pun perlahan bangkit dari duduknya. Dia berjalan keluar dari kamarnya menuju pelaminan yang berada diluar. Dekorasi pernikahan yang menjadi impian Raniyah benar-benar terjadi, sejenak Raniyah terkesima melihat dekorasi outdor.



Ilustrasi . Sumber:Instagram


Lelaki dengan jas putih tengah duduk membelakanginya, sementara didepannya ayahnya yang siap akan berjabat tangan dengannya, kanan kiri para tamu undangan yang terpukau melihat pengantin wanita yang keluar dari rumah.


Begitu sampai di kursi yang sudah disediakan, dia segera duduk, sejenak dia melirik ke arah lelaki yang berada disampingnya. Lelaki yang bakal memjadi suaminya ini sama sekali tidak melirik padanya, dia tetap fokus ke arah depan.


MC pun mulai meminpin acara dengan mempersilahkan kepada penghulu untuk memulai acara ijab qobul. Penghulu meminta Daiyan dan Pak Ansori berjabat tangan. Ini adalah kali kedua Daiyan mengucap ikatan suci untuk anaknya Pak Ansori.

__ADS_1


Jangan lupakan, disini Haya juga ikut menyaksikan sambil mengandeng kekasihnya, sementara Salsa anaknya berada dalam gendongan bu Ansor.


"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau saudara Daiyan Alhanan bin Taufan Mubarok dengan anak saya yang bernama Raniyah Fazila dengan maskawinnya berupa uang 1 juta won, tunai" Ucap Pak Ansor dengan jabatan yang kuat pada Daiyan, dalam hati Raniyah berdebar.


Semoga Daiyan salah mengucapkan Batin Raniyah sambil melirik ke arah Daiyan yang langsung menjawab ucapan Pak Ansor.


" Saya terima nikah dan kawinnya Raniyah Fazila binti Ansor At thoriq dengan maskawin tersebut dibayar tunai!" Balasnya dalam satu tarikan nafas.


Hah tentu saja dia bisa melapalkannya dengan benar karena dia berpengalaman. Batin Raniyah.


Semua yang hadir langsung memanjatkan doa untuk kedua mempelai. Raniyah masih belum menyadari akan seseorang karena sibuk perhatiannya pada Daiyan. Setelah berdoa keduanya pun menandatangi surat nikah keduanya dan menunjukannya ke para hadirin.


Saat itulah, seorang fotografer muncul kehadapan Raniyah untuk memotretnya, Sontak matanya terkejut saat bertemu mata dengannya.


Ingin rasanya Raniyah menjambak dan menendang fotografer yang kini tengah memotretnya. Daiyan yang berada disampingnya tampak anteng tidak mengucapkan apapun selama acara pernikahan.


"Baik kita akan melakukan pemotretan dipelaminan!" Ucap fotografer yang langsung Raniyah berjalan menuju pelaminan dengan Daiyan.


Raniyah dalam hati mengerutu saat pemotretan berlangsung, beberapa kali fotografer yang tidak lain Fahrul itu tampak mencari kesempatan dengan memegang tangan Raniyah.


"Coba kalian lebih dekat lagi! Biar saya contohkan!" Ucap Fahrul dan mendekat ke arah Raniyah.


"Perhatikan saya!" Seru Fahrul yang meraih pinggang Raniyah dan memegang dagunya, dan menempatkan tangan Raniyah di dadanya, matanya menatap Raniyah yang tertunduk.


Daiyan yang memperhatikan ekspresi Raniyah yang terkejut dan wajahnya memerah, dia pun langsung mendekat dan mengambil alih.

__ADS_1


"Terima kasih saya mengerti!" Seru Daiyan langsung meraih pinggang Raniyah dan memegang dagunya bahkan tidak sungkan menempelkan bibirnya.


Raniyah menelan ludahnya sambil terbelalak dengan tindakan Daiyan. Fahrul yang menyaksikan hal tersebut tampak wajahnya dipenuhi gejolak api cemburu.


"Ekhem! Tidak perlu sambil berciuman, kalian bisa berfoto dengan saling menatap penuh cinta!" Ucap Fahrul sambil membenarkan kameranya yang sebenarnya tidak ada masalah namun hatinyalah yang bermasalah.


"Ah iya!" Ucap Raniyah mendorong Daiyan menjauh, wajahnya sudah memerah seperti kepiting rebus.


"Oke kita mulai!" Ucap Fahrul menormalkan deburan hatinya, dia berusaha profesional.


Beberapa pose pun diperagakan oleh kedua pengantin tersebut, Fahrul sesekali membenarkan posisi keduanya. Saat pemotretan pengantin wanita saja, Fahrul mencoba lebih dekay pada Raniyah sambil membenarkan bunga melati dan sigernya, dia berbisik.


"Selamat atas pernikahan kamu, kamu cantik!" Bisiknya.


Mata Raniyah langsung menatap Fahrul yang tersenyum.


"Kamu pikir aku akan terbuai dengan pujian buayamu!" Batin Raniyah.


"Terima kasih!" Ucap Raniyah sambil membuang mukanya.


Ahsan yang berdiri tidak jauh memperhatikan adegan tersebut, jelas dia tahu siapa yang sednag berbicara dengan Raniyah. Siapa lagi kalau bukan Fahrul yang membuatnya kesal, tanganya mengepal dan ingin sekali meninju wajah Fahrul, namun ditahannya. Sementara Daiyan tampak tenang tanpa curiga sama sekali, meskipun dia sesekali merasa risih melihat fotografer yang tampak mencari-cari kesempatan memegang isterinya.


Genit Batin Daiyan menatap tajam ke arah Fahrul yang sedang membenarkan gaun pengantin Raniyah.


---***---Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2