GIFALI DAN MAURA

GIFALI DAN MAURA
Aku akan tetap tunggu kamu, Gifa!


__ADS_3

Selamat baca ya guyss


❤️❤️❤️


Sesuai janji, Gifali tetap mengantar Gadis untuk ke toko kue milik Kakak sepupunya sepulang sekolah.


"Kamu benar nggak mau masuk dulu Gifa?" tanya Gadis setelah ia turun dari motor.


"Nggak ya sayang, aku mau antar Gana ke toko buku. Nggak apa-apa kan?"


Wajah Gadis begitu merah merona ketika Gifali memanggilnya dengan kata sayang.


"Nggak apa-apa kok Gifa, diantar kamu sekarang aja aku udah senang banget--"


"Ini toko kue milik sepupu kamu?" Dibalik helm nya Gifali menatap toko kue yang cukup besar di pinggir jalan utama.


"MZA Cake and Bakery.."


Gifali menyebut insial nama toko kue yang sekarang ada dihadapannya.


"Siapa itu?" ucap Maura dari dalam, ketika ia hendak memasukan kue yang baru saja jadi kedalam basket penjualan.


"Gadis, punya pacar?" Serunya dalam hati. Ia pun melangkah lebih dekat ke arah pintu.


"Ya udah Dis, aku pulang ya!" Setelah mengelus rambut Gadis, ia pun mulai menyalakan motornya.


"Iya, kamu hati-hati ya Gifa, kabari aku kalau sudah sampai dirumah."


"Gadis!" seru Maura ketika motor Gifali sudah melaju satu meter dari tokonya.


Gadis pun menoleh ketika ia masih melambaikan tangan ke arah sosok bayangan Gifa yang sudah pergi.


"Hey, Kak!" Gadis mencium tangan Maura. Walaupun umur mereka sebaya, tapi Gadis tetap mengganggap Maura sebagai Kakak karena ia merupakan anak dari Kakak Mamanya.


"Sama siapa kamu, pacar ya---?" tanya Maura menggoda.


"Ih Kak jangan gitu, aku jadi malu---" cicitnya bahagia.


"Ayo masuk ke ruangan ku!"


Maura mengajak Gadis untuk bersantai di ruangannya. Keadaan toko hari ini memang cukup ramai, Maura sampai harus turun tangan untuk membantu para pegawai.


"Wah enak banget sih ibu direktur yang satu ini, usaha nya maju!" ucap Gadis ikut senang.


"Biasa aja, Dis--"


"Kamu memang enggak capek, Kak? Pulang sekolah langsung ke toko?"


"Kaya kamu juga kan? Pulang sekolah langsung ke sanggar, apa bedanya kita?"


"Oh, iya ya--" Gadis tertawa.

__ADS_1


"Kamu benar sudah punya pacar?"


"Iya Kak, dia teman sekolahku. Hanya beda kelas sih." jawabnya malu-malu.


"Om dan Tante sudah tau?"


Akhirnya Gadis menceritakan kejadian pada saat ia dan Gifali diketahui ingin pulang bersama oleh Papa Rendi.


"Wah, gokil nih! Om tau??" Maura berdecis geli.


"Iya Kak, tapi Mamaku belum tau, kamu jangan sampai keceplosan sama Tante dan Om ya, aku takut mereka cerita ke Mama!"


"Ya, baiklah---" Maura kembali menatap layar komputernya, untung menghitung jumlah pesanan hari ini.


"Kak?"


"Hemmm..."


"Kamu masih nggak mau punya pacar Kak? Kamu cantik, cerdas dan sudah punya usaha sendiri, mana mungkin enggak ada cowok yang suka sama kamu!"


Itu memang betul, sudah banyak lelaki yang mengantri ingin menjadikannya kekasih. Namun lagi-lagi bayangan Gifali selalu merusak itu semua.


"Apa kamu masih ingat sama teman kecil kamu itu?" Gadis berucap lagi.


Sontak ucapan itu membuat Maura menghentikan tangannya yang sedang mengetik diatas keyboard. Ia diam seribu bahasa. Fikirannya kembali melalang buana jauh mengingat kembali kenangannya bersama Gifali di Resort 12 tahun yang lalu.


"Mau sampai kapan kamu tungguin dia Kak? Kali aja orangnya udah meninggal??"


"Sampai kapan??"


"Sampai dia punya kekasih mungkin--"


"Ih, kasian banget sih. Masa udah nunggu lama, pas tau dia udah punya kekasih. Kamu mau begitu aja melepasnya??"


Maura hanya merubah wajahnya menjadi nanar dan sendu. Ada air mata yang ingin turun.


"Aku rindu banget sama dia, semoga aja sampai kita bertemu nanti, dia masih belum termiliki siapapun, Dis!"


"Aamiin, Kak! Aku akan selalu doakan kamu--"


"Oh iya kak, sekali lagi nih, pokoknya kamu janji ya. Jangan beritahu rahasia ku ini kepada siapapun!"


Maura mengarahkan telapak tangannya kepada Gadis.


"Asal ada imbalan tutup mulut, hahahaha!!"


"Ihh, ck!!" Gadis menepis tangan Maura begitu saja.


"Kamu itu uangnya lebih banyak dari aku, Kak. Harusnya aku yang minta sama kamu, bagi dong lima ratus ribu aja---" Pinta Gadis memohon.


"Hah? Buat apa kamu?"

__ADS_1


"Yah, pelit.."


Maura berdecak malas, lalu ia membuka laci mejanya.


"Nih---" Ia menyodorkan uang lima ratus ribu kepada adik sepupunya.


Begitulah Maura, kebaikan hati dan kedermawanannya sangat disukai oleh keluarga besarnya.


"Wah beneran? Padahal ini cuman coba-coba aja. Kali di kasih, eh tau nya beneran!" Simpul senyum Gadis mengembang begitu saja.


"Adeuhhh, udah sana pulang. Antar kue buat Kakek dan Tante."


"Siap, Kak!!"


Aku mau beli jaket baru buat Gifa, pasti dia suka


Batin Gadis menyeruak ia terus menggenggam uang pemberian dari Maura. Ia terus membayangi wajah bahagia Gifali ketika ia mendapatkan jaket baru dari Gadis.


Berbeda dengan Maura yang saat ini sedang diliputi rasa cemas, ia takut jika penantiannya ini adalah penantian konyol.


Namun belajar dari pengalaman perjalanan cinta kedua orang tuanya yang sudah terpisah selama 12 tahun akhirnya bisa bersama kembali, membuat Maura terus berpacu untuk menunggu Gifali.


Maura selalu menumpahkan segala keluh kesahnya tentang Gifali kepada sang Mama. Maura tidak pernah menutupi apapun, walau itu tentang rasa sedihnya. Sang Mama akan selalu memberikan cinta serta doa untuk menyemangati putri sambungnya.


"Aku akan tetap tunggu kamu, Gifa!"


***


.


.


.


.


.


Oh iyaa selagi kalian nunggu aku Update, bisa loh baca karya ku yang lain:


1.Mantanku Presdirku Suamiku


2.Bersahabat Dengan Cinta Terlarang



Dua Kali Menikah



Bisa klik di profil aku ya, terus pilih karya.

__ADS_1


Like dan komen ya guyss🖤🖤❤️


__ADS_2