GIFALI DAN MAURA

GIFALI DAN MAURA
Gadis dan Elang.


__ADS_3

Haii selamat siang guyss


Selamat baca yaa


❤️❤️❤️❤️


Saat ini Gadis masih terlihat menyendiri didepan bioskop. Tidak di pungkiri kalau sekarang hatinya sedikit kesal dan sedih.


Tapi bagaimanapun semua itu tetap saja terkalahkan dengan rasa sayangnya kepada Gifali yang begitu besar. Gadis tetap berlapang dada untuk bisa menerima dan memaafkan kesalahan Gifali hari ini.


Ia terus melihat tiket film yang sudah ia beli di genggaman tangannya. Tidak ada pilihan selain membuangnya ke tempat sampah.


Lalu


Seketika itu pula ia merasa kaget ketika tangannya di cengkram. Gadis pun menoleh cepat, kedua matanya terbelalak.


"ELANG??" seru Gadis kepada lelaki yang saat ini ada dihadapannya.


"Kenapa dibuang? Sayang dong, mending kita pakai buat nonton?"


"Ngapain kamu disini?"


"Ya mau nonton lah, masa mau ngupil--"


"Ih jorok!"


"Ya aku juga mau nonton aja film yang lagi mau kamu tonton." Senyum indah Elang mengembang.


"Ayo nonton sama aku aja, Dis!" Ucapnya lagi.


"Ih, enggak! Nanti Gifa marah sama aku kalau tau aku nonton bareng sama kamu, Lang!"


"Dari pada mubazir kan? Dia juga kan nggak datang!"


Raut wajah Gadis terlihat kesal melihat sikap Elang yang sok tahu.


"Sok tau, kamu!"


"Kalau bukan sama Gifa, terus kamu mau nonton sama siapa?"


"Ya sama siapa aja lah, Kakaku misalnya?"


Jag.


Gadis pun teringat dengan Maura.


Kenapa, aku nggak telepon aja Kak Maura untuk nonton sama aku?


Ia pun berjalan sedikit menjauh dari Elang, ia mengacuhkan lelaki itu begitu saja. Gadis pun meraih ponselnya untuk menelpon Maura.


Tut.....


"Ya, hallo?" suara lembut Maura terdengar


"Kak, ke Mall sekarang ya, temani aku nonton! Pacarku nggak jadi datang, kamu mau kan?"


Elang masih memperhatikan dengan siapa Gadis berbicara sekarang.


"Dis, maaf aku nggak bisa. Aku lagi diluar sama Mama dan Papa---"


"Kalau Ammar gimana?"


"Ammar juga ikut, Dis!"


Gadis menghela nafasnya panjang.

__ADS_1


"Ya udah Kak, nggak apa-apa..Oke deh bye--"


Tutt...sambungan terputus.


Elang pun berjalan mendekati Gadis, ia tahu pujaan hatinya ini sedang merajuk.


"Udah kamu nggak usah sedih, nonton aja sama aku. Inikan idola kamu yang main di film nya--"


Gadis tidak langsung menjawab. Ia terus menggerakkan bola matanya kesana kemari.


"Tenang, Dis. Gifa nggak akan tau. Anggap aja aku itu seperti sahabat kamu yang lain, kita hanya nonton biasa. Oh iya biar aku bayarin, sini tiket kamu!"


"Udah nggak usah dibayarin! Ayo cepat kita masuk ke teater, udah mau mulai!" Gadis melangkah lebih dulu meninggalkan Elang. Dari arah belakang terlihat Elang tengah sorai gembira merasa bahagia.


"YESS!! Gadis, i am comming---" Ia pun berlari menyusul Gadis.


****


"Hai Gana---"


Ammar berpindah duduk persis disamping Gana yang masih sibuk menyantap kue nya.


"Panggil Kakak dong! Kok nama sih, kamu tuh lebih muda dari aku!"


"Ya elah Gan, nggak enak manggilnya. Masa Kakak? Kalau kaya gitu, aku ngerasa kaya ke Kak Maura dong..." cicitnya manja.


Ngapain sih ini bocah? Sok dekat banget!


Ganaya mendengus malas meladeni Ammar.


"Kita kan nggak jauh umurnya Gan, paling cuman dua tahun!"


"Terus masalahnya apa??" Gana berdecak.


"Ya biar akrab aja, aku nggak usah panggil kamu nama---"


"Bagi nomor WA kamu dong boleh nggak?"


Seketika Gana menjadi tersedak batuk-batuk.


"Aduh duh, kamu kenapa Gana?"


"MINUM!!" Tangan Gana menunjuk sebuah gelas berisi air yang agak jauh letaknya dari nya.


"Oh, iya bentar. Nih kamu minum dulu!" Ammar menyodorkan air kepada Gana.


"Kamu kenapa bisa tersedak begitu, makanya kalau mau makan baca doa dulu!"


"Eh anak kecil, aku nih tersedak karna kamu! Ngapain sih pakai segala minta no WA, kalau tukeran nomor rekening, baru aku mau--"


"Ya kan hanya mau jalin persaudaraan masa nggak boleh?"


"Aku nggak punya WA!"


"Hari gini, nggak punya WA??"


"Nggak punya HP!"


"Ah, masa??" Kelakar Ammar.


"...Ya udah gampang, nanti aku tinggal minta ke Kak Maura untuk belikan kamu HP. Kakak ku itu baik, dia pasti mau belikan kamu HP."


"Idih, minta doang kerjaan kamu! Kerja dong--"


"Kerja apa, kan aku mah masih kelas tiga SMP!"

__ADS_1


"Nah, tuh tau! Masih SMP juga sok belagu mau beliin HP, eh uangnya minta lagi. Aduh ck! Sama aja kamu tuh kaya si Gemma, paling juga kalau abis main bola, badannya bau asem kecut, eum..." Ganaya berdecak geli.


"Jangan menghina dong!"


Lalu Ammar memasukan telapak tangannya untuk masuk kebagian ketiak kiri, ia mengelap wangi ketiaknya disana.


"Nah wangi kan? Nggak bau asem?" Ia mengoleskan lubang hidung Gana dengan telapak tangannya tadi. Gelak tawa Ammar terus membuncah hebat.


"Ih dasar monyet!" Gana menepis tangan Ammar dengan kasar.


Gana mendengus kesal, ia pun mengelap bibirnya dengan tissu sebelum akhirnya bangkit dari meja makan untuk meninggalkan Ammar disana. "Liat aja, aku balas nanti!"


"Cantik-cantik jutek! Awas nanti kalau suka sama aku, hahahaha!!"


****


Gadis masih menikmati jalannya film yang masih berjalan dihadapannya saat ini. Namun rasa fokus nya begitu saja terhancurkan. Berkali-kali Elang secara diam-diam mencoba meletakan tangannya di bahu Gadis. Ia ingin mencoba merangkul sang pujaan hati.


"LEPAS, ih! Apa-apaan sih kamu!" Gadis sewot


"Aku takut kamu dingin, kamu kan nggak pakai jaket, Dis."


"Ah ini mah cuman akal-akalan kamu aja kan?"


"Bener deh, aku serius nggak bohong!"


"Kamu bisa nggak sih duduknya jauhan dikit, ngapain sih pake segala mau dekat-dekat terus. Aku risih Elang!!"


"Kenapa sih, Dis? Kamu nggak bisa sedikit pun buka hati buat aku? Kita kan udah lama saling kenal dari SMP, masa kamu lebih pilih Gifali yang jelas-jelas baru kenal sebentar?"


"Tadi niat kamu apa sebelum masuk teater? Mau nonton kan??" Gadis mengalihkan pembicaraan. Iya malas membahas ucapan yang tidak penting dari Elang.


"Kalau kamu masih ngomong aja, gangguin aku nonton. Aku bakalan pulang sekarang juga!!"


"I-yya, oke deh!! Aku janji akan ngebisu aja!"


"Nah, gitu dong! Udah sana ah, jauhan!"


Dengan rasa terpaksa Elang pun menjauh dari Gadis.


Sampai ke dasar samudera akan aku raih terus hati kamu, Dis


****


.


.


.


.


Oh iyaa selagi kalian nunggu aku Update, bisa loh baca karya ku yang lain:


1.Mantanku Presdirku Suamiku


2.Bersahabat Dengan Cinta Terlarang



Dua Kali Menikah



Bisa klik di profil aku ya, terus pilih karya.

__ADS_1


Like dan komen ya guyss🖤🖤❤️


__ADS_2