
Haii selamat dini hari guys.
Maaf sekali aku baru datang. Alhamdulillah aku sehat guys, makasi banyak yang sudah mendoakan aku❤️❤️ Aku hanya lagi ada kesibukan guyss, aku nggak bisa fokus cerita kalau aku nya lagi banyak kerjaan hehehe..
Yuk guyss, selamat baca ya
❤️❤️❤️
.
.
.
.
.
.
Malam ini Papa Galih beserta keluarga akan menghadiri acara pembukaan cabang SUAM yang baru. Walau Papa Galih tidak lagi berkerja disana, tetapi sumbangsih tenaganya pernah membawa SUAM kedalam kejayaan.
Posisi terkahir di PT SUAM adalah sebagai Wakil Direktur, lalu karena merasa mempunyai niat dan tekad yang kuat. Papa Galih mulai merintis usaha sendiri dan berhasil membuka perusahaan dan beberapa cabang.
Papa Galih sampai detik ini masih dipercaya sebagai konsultan handal perusahaan SUAM. Terlihat keluarga Om Lukman juga datang menghadiri sebagai status kolega. Om Lukman adalah teman Papa Galih dan Mama Difa dari SMA, yang tak lain adalah ayah Elang dan Fadil.
Orang tua mereka bersahabat, namun tidak dengan Elang dan Gifali.
Elang masih menatap Gifali dengan tatapan benci dan sinis. Kebetulan keluarga mereka saling satu meja untuk menyantap makan malam.
"Gel, liat Kakakmu dan Kakakku, tetap bermusuhan. Bagaimana kalau kita mau menikah nanti?" bisik Fadil kepada Gelfa.
"Hust! Nanti semua dengar, Dil. Mereka kan tau nya kita cuman berteman, enggak pacaran!!" saut Gelfa berbisik.
Lirikan tajam langsung mendarat dari kedua mata Ganaya yang tidak sengaja mendengar ucapan Fadil yang posisinya tepat berada disampingnya.
"Kalian nggak akan bisa nikah, sebelum aku menikah, hahaha!" Bisik Ganaya pelan. Sontak ucapannya membuat kedua mata Gelfa dan Fadil menoleh, seketika mereka pun mencebik.
"Oh iya Gifali nanti lulus SMA mau kuliah jurusan apa, Nak?" ucap Tante Lala, mamanya Fadil dan Elang.
Mengingat hari ini adalah hari putusan nya dengan Gadis, dan ponsel Maura yang susah sekali di hubungi membuat lelaki itu terus melamun dan tidak ada gairah.
Kemana sih kamu, Ra?
"Gifa?" Panggil Mama Difa.
"...Kak!"
Ganaya menepuk bahu sang Kakak. Seketika itu pula Gifali mendongakkan wajahnya dan menemukan tatapan semua orang yang tengah bertuju padanya.
"Tante Lala tanya kamu, Nak. Mau ambil jurusan apa ketika kuliah nanti?" Ucap Mama Difa.
__ADS_1
"Eh iya tante, mau ambil bisnis aja--"
"Wah sama dong kaya Elang, dia juga mau ambil bisnis. Semoga aja nanti bisa satu fakultas ya..."
"...Enggak Mah!"
"Tante, enggak!"
Suara Elang dan Gifali saling beriringan menjawab pertanyaan wanita yang sekarang terlihat bingung. Kedua orang tua mereka seketika terperangah.
Hanya adik-adik mereka lah yang tahu bagaimana hubungan Gifali dan Elang. Mereka selalu bersaing dalam nilai dan soal cinta. Elang selalu menganggap Gifali sebagai saingan dalam hal apapun disekolah.
"Loh kenapa, Nak?" tanya Mama Difa ke arah Gifa.
"...Kakak ada pilihan fakultas sendiri Mah!"
"Abang juga Mah!" ucap Elang kepada sang Mama.
"Persahabatan kalian harusnya lebih erat, seperti hubungan Papah dengan Om Galih, iya kan Lih?" Ia mengajak Papa Galih untuk tertawa.
"Iya Nak, kalian semua harus akur. Sukur-sukur kita besanan. Siapa tahu Fadil bisa kita jodohkan dengan Ganaya," balas Papa Galih. Ia tidak tahu jika Fadil sudah lebih dulu memadu kasih dengan Gelfani, anak ketiganya.
Shock!
Itulah wajah Gelfa, Fadil dan Gana saat ini.
"Gimana nih yang, masa kamu mau dijodohkan sama Kakakku!" bisik Gelfa tepat ditelinga Fadil.
"Apa kamu bilang??" Suara Gana menyambung diantara mereka.
"Nggak sudi aku juga mau dijodohin sama berondong mendoan kayak kamu---" Gana mendengus kesal, ia memalingkan wajahnya dengan cepat.
"Ya mending sama Ammar lah, lebih tinggi, lebih putih, lebih ganteng!" Gumam Ganaya pelan. "Eh?? Kok aku nyebut nama dia??" Gana mengumpat kepada dirinya sendiri.
Gifa pun menoleh. "Kenapa, Gan?"
"Hahaha, nggak apa-apa Kak!" Gana melanjutkan suapannya kembali.
"Tapi kalau diperhatikan, Gifa ini wajahnya mirip siapa ya, Pah?"
Tante Lala masih melihati wajah Gifa dengan seksama. Membuat wajah Papa Galih, Mama Difa dan Om Lukman menegang.
"Ke Mba Difa nggak mirip, ke Mas Galih apa lagi, ke adik-adiknya juga----"
"Awhh, Pah!" Tante Lala menghentikan ucapannya ketika Om Lukman menginjak kakinya.
"Ayo semua makan, habiskan dengan cepat. Karena sebentar lagi acara akan dimulai lagi!" Om Lukman memberi perintah kembali kepada mereka semua.
Mama Difa dan Papa Galih saling bersitatap. Wajah mereka berdua sedikit merah karena menahan kaget. Tentu Tante Lala pun terus menatap aneh kepada suaminya, ia merasa seperti ada yang tengah ditutup-tutupi.
Tentu saja suaminya tahu bagaimana perjalanan asmara rumah tangga Mama Difa dan Papa Galih serta jatidiri Gifali yang sebenarnya. Sudah 17 tahun ia memegang janji agar aib keluarga sahabat nya ini tidak bocor kemana-mana.
__ADS_1
****
Diperjalanan pulang, Mama Difa masih melihati Gifali dari spion kaca mobil. Ia ingin melihat reaksi anaknya setelah ucapan Tante Lala. Sesekali ia melirik ke arah Papa Galih yang masih fokus mengemudikan mobil.
Papa Galih pun melakukan hal yang sama seperti Mama Difa, ia terus memerhatikan wajah anaknya dari spion. Lebih tepatnya ingin mengetahui bagaimana tanggapan Gifali tentang pertanyaan istrinya Om Lukman.
Tentu kecemasan Mama Difa tertangkap di tatapan Gelfani dan Ganaya.
"Kenapa aku baru ngeh ya, kalau wajah Kakak dengan kita berempat tuh nggak ada mirip-miripnya---???"
"....Kakak alergi susu sapi, sedangkan kita bertiga enggak ada yang alergi sama sekali??"
"Wajah Kakak sama Mama dan Papa juga nggak ada mirip-miripnya??"
Batin Ganaya, Gelfani dan Gema terus mencuat dalam benak mereka. Ketiga adiknya ini terus saja menerka-nerka dan terus mencari-cari letak perbedaan antara mereka dengan Gifali.
Lali bagaimana perasaan Gifali setelah ini?
Tentu ia tidak mengambil pusing. Karena selama jalannya makan malam, ia terlihat tidak konsen, Gifali terus memikirkan Maura yang belum memberi kabar kepadanya dari sore sampai saat ini.
Kemana kamu sayang?
Gifali sesekali mengusap layar ponsel dan mencoba mengecek apakah ada notifikasi pesan yang masuk dari kekasih hatinya.
***
.
.
.
.
.
Terharu aku sama komenan kalian, ternyata udah masuk banget ke cerita ini. Sabar dulu ya guyss mereka pasti akan bertemuu🔥🔥🔥
Oh iyaa selagi kalian nunggu aku Update, bisa loh baca karya ku yang lain:
1.Mantanku Presdirku Suamiku
2.Bersahabat Dengan Cinta Terlarang
Dua Kali Menikah
Bisa klik di profil aku ya, terus pilih karya.
__ADS_1
Like dan komen ya guyss🖤🖤❤️