
Selamat baca ya guyss
❤️❤️❤️❤️
Terlihat hari ini Gelfani pulang sekolah hanya sendiri. Karena Ganaya jadi di antar ke toko buku oleh Gifali.
"Non Gana nanti pulangnya sama Den Gifa, Non?" tanya Mang Adim kepada Gelfani yang sedang duduk di kursi belakang penumpang.
"Ehmm---" jawabnya malas.
"Kok cemberut, Non? Kenapa? Berantem lagi sama Fadil?"
"Kepo banget sih, Mang! Udah jalan aja, nanti nabrak lagi!" balasnya sewot.
Gelfani masih merasa kesal dengan Ganaya, karena kakaknya itu tidak memperbolehkan dirinya ikut ke toko buku. Jelas saja, karena Gelfani paling suka ke toko buku, bukan untuk beli buku pelajaran, tapi ia akan mencari-cri sekumpulan novel terbaru.
Ia kuat jika membaca novel berjam-jam dibanding membaca buku pelajaran. Walau ia malas belajar, tapi ia punya otak yang cukup cerdas seperti Gifali. Ia selalu berbangga diri, walau tanpa lama-lama belajar, nilainya pasti menembus angka 9.
"Aduh, Non?" Dengan cepat Mang Adim melambatkan lajuan mobilnya.
"Kenapa Mang?"
"Itu, Non. Di depan--" Kedua mata Gelfani mengikuti arah mata Mang Adim yang tengah kaget melihati kawanan anak SMA yang sedang memutari sebuah mobil sedan. Mereka mengetuk-ngetuk pintu kemudi mobil itu, agar si pemilik turun dan memberikan uang yang mereka mau.
"Wah kasian Non, pemiliknya ibu-ibu!"
"Turun sana Mang, bantuin! Kasian---" decak Gelfa.
"Duh Non, Mamang nggak berani. Tuh liat mereka ada yang bawa celurit!" Mang Adim menciut bagai ayam yang tengah dikuliti.
"Payah ah! Sesama Laki masa takut!" Umpat Gelfa kepadanya.
"Non mau kemana? Jangan turun Non, bahaya!" Seru Mang Adim, ketika melihat Gelfa membuka pintu dan turun untuk menolong Ibu yang sedang dalam bahaya itu.
"Duh habis nih nyawa saya sama Pak Galih, kalau Non Gelfa kenapa-napa!"
Kawanan anak SMA itu terus memaksa sang Ibu untuk turun.
"TURUN!!" ucap mereka disertai hentakan keras di kaca jendela mobil.
"Ya Allah, mau apa mereka??" Keluh Mama Alika yang masih membeku didalam mobil.
"TURUN, CEPAT! Kalau enggak turun, kita bakar aja nih mobil!!" Seru mereka.
Karena Mama Alika merasa terancam, akhirnya ia pun mengikuti kemauan mereka. Untuk turun dari mobil.
__ADS_1
"Cepat berikan kami ua---"
Ucapan mereka begitu saja terhenti, ketika mendengar ada seruan dari arah lain. Mereka melihat anak perempuan cantik tengah datang menghampiri.
"Tante kemana aja sih? Kita cari-cari tante loh dari tadi?" ucap Gelfa merangkul Mama Alika dengan percaya diri. Mama Alika kembali tersentak kaget karena sikap Gelfa yang seperti ini.
Siapa lagi nih ?
Gumaman Mama Alika semakin frutasi.
"Tante tenang, aku cuman akting mau bantu tante---" Gelfa sembari berbisik kepada Mama Alika. Mama Alika mengangguk mantap.
"Tante kok bisa kabur sih dari penjara? Ini mobil siapa lagi yang tante curi?" Gelfa memulai aktingnya untuk mengelabuhi para kawanan pemeras itu.
"Kalian semua sedang apa disini? Mau bantu Polisi juga buat tangkap Tanteku? Itu sebentar lagi Polisi akan datang kesini!"
Sontak kawanan anak SMA itu akhirnya menyerah, karena mereka takut jika diciduk juga oleh Polisi
"Guys..guys! Ayo balik!!" seru si ketua kawanan itu.
Mereka pun berlalu dengan cepat dari sana.
"Aduh Ya Allah, makasi ya, Nak! Sudah mau bantu tante--" desah Alika. Ia terus memegangi dadanya karena merasa sesak, akan kejadian tadi.
"Iya sama-sama tante! Maaf aku sebut tante pencuri, ya biar mereka takut aja--"
Mama Alika kembali membuka pintu kemudi untuk meraih tasnya.
"Duh kok aku teledor sih! Nggak bawa tas sama dompet!!" Mama Alika terlihat panik dan cemas.
"Tante cari apa? Apakah ada yang hilang?"
"Duh, Nak. Maafkan tante ya, nggak bisa kasih apa-apa ke kamu. Tenyata sekarang tante nggak bawa tas sama dompet." Mama Alika merasa tidak enak hati.
"Nggak apa-apa tante, aku ikhlas kok bantuin tante!" ucap Gelfa dengan senyuman menawan.
" Ya udah tante, aku pamit dulu ya. Mau jemput adik, tante hati-hati dijalan ya--"
Gelfa pun berlalu
"Tunggu Nak!" Mama Alika membali berseru, menghentikan langkah kaki Gelfani.
"Siapa nama kamu, Nak? Lalu alamat kamu dimana? Biar nanti tante datang untuk membawakan kue buat kamu. Anak tante bisa buat kue, kue nya enak-enak. Pasti kamu suka--"
"Wah kue? Aku dan Mama sangat suka kue tante! Namaku Gelfani panggil aja Gelfa. Rumahku di Rayamond Estate no 12. Tapi aku nggak ingin merepotkan tante!"
__ADS_1
"Sama sekali nggak sayang, malah tante sangat berterima kasih ke kamu, Nak! Nanti ya, tante akan berkunjung kerumahmu!"
"Non, nggak apa-apa?" Suara Mang Adim menggema diantara mereka.
"Ya udah tante, Gelfa permisi ya."
"Iya, Nak Gelfa. Hati-hati ya!"
Mama Alika terus memberikan senyumnya kepada Gelfa sampai sosoknya menghilang dengan lajuan mobil miliknya.
"Diapain Non, sampai mereka pada kabur?" tanya Mang Adim.
"Harusnya tuh tadi Mang Adim yang nolongin ibu tadi, masa kalah ama aku! Anak perempuan!!"
Mang Adim hanya bisa mencebik dan kembali fokus mengemudi untuk menuju ke sekolahan Gema.
Semoga saja Kedatangan Mama Alika nanti dapat memberi harapan untuk hubungan Gifali dan Maura, yang selama ini terpisah cukup lama.
Semoga saja, tidak ada penghalang untuk itu!
***
.
.
.
.
.
Oh iyaa selagi kalian nunggu aku Update, bisa loh baca karya ku yang lain:
1.Mantanku Presdirku Suamiku
2.Bersahabat Dengan Cinta Terlarang
Dua Kali Menikah
Bisa klik di profil aku ya, terus pilih karya.
__ADS_1
Like dan komen ya guyss🖤🖤❤️