GIFALI DAN MAURA

GIFALI DAN MAURA
Maura & Gifali, Tidak sadarkan diri


__ADS_3

Selamat baca yaa


❤️❤️❤️


Dari dalam kamar, terlihat Gifali sedang berdiri di cermin untuk merapihkan kemeja yang tengah ia pakai saat ini. Dengan celana panjang jeans dan sepatu cats, serta wangi farfum sporty sudah banyak menjalar ditubuhnya. Ia terlihat begitu gagah dan maskulin.


Siang ini ia berencana akan membawa Gadis pergi ke bioskop. Menonton film, makan dan sebagaimana layaknya aktivitas sepasang kekasih.


"Kakak mau kemana?" tanya Gana tiba-tiba muncul dari luar pintu.


"Kakak mau pergi, Gana!"


"Kayaknya ada tamu dibawah, Kakak tetap mau pergi?" Gana pun masuk untuk duduk di tepi ranjang tidur milik sang Kakak.


"Tamu, siapa?"


"Aku juga nggak tau. Kan aku belum turun ke bawah. Hanya dengar sepertinya ramai di bawah--"


"Ohh." desahnya tidak perduli dengan tamu yang sedang datang.


"Kakak mau pergi sama siapa---?" tanya Gana menyelidik.


"Ga----" Ia tidak jadi meneruskan ucapannya, di kala terdengar ketika ponselnya bergetar.


Drrt drtt


Gadis Incamming Call


"Hallo, Gifa. Apa kamu sudah berangkat?"


"Belum, Dis. Aku masih dirumah."


"Kamu mau berangkat jam berapa?"


"Ini aku mau siap-siap berangkat, Dis. Kamu mau dijemput dimana?"


kedua mata Gana pun sontak melolong, ketika ia tahu siapakah yang tengah berbicara dengan Kakaknya saat ini.


Tuh kan pasti mau pergi sama Kak Gadis!


Gifa pun mulai mengambil kunci motor di meja belajarnya. Ia meninggalkan sang adik begitu saja didalam kamar. Gana pun beranjak bangkit dan mengikuti langkah sang Kakak untuk ikut menuruni anak tangga.


"Ketemuan aja langsung di Mall ya, jangan jemput ke rumah!"


"Oke say---"


Ucapannya begitu saja terputus, ketika ia tertegun melihat banyak tamu yang sudah duduk di ruang tamu. Begitu pun Gana yang masih berdiri di belakang tubuh sang Kakak. Mereka pun bertanya-tanya.


Siapa mereka ?

__ADS_1


Sepertinya Gifali dan Gana masih belum mengenali tamunya saat ini. Terutama Gifali, ia lupa jika keluarga ini lah, yang sudah ia tunggu-tunggu selama 12 tahun lamanya.


Kedua Mama dan Papa itu pun terus berbincang-bincang, sampai ia lupa kalau mereka punya Maura dan Gifali.


"Masya Allah, jadi itu Gifa?" Seru Alika ketika ia menoleh ke arah pemuda yang tengah mengerutkan kening karena namanya tiba-tiba di serukan.


"Ya Allah, Alhamdulillah, penatian anakku, akhirnya terjawab!" ucap Mama Alika dengan kedua mata berkaca-kaca.


Lagi dan lagi Gifa hanya bisa mengerutkan dahinya menjadi berbagai lipatan, ketika di lihatnya wanita yang ada di hadapannya sekarang terus mengucap syukur.


"Iya, Mba, ini Gifa---!" Mama Difa berjalan untuk meraih tubuh anaknya agar lebih mendekat ke posisi mereka.


"Dan anak cantik itu, Maura?" Seru Mama Difa ketika langkah Maura terlihat sudah muncul di ambang pintu.


Sontak semua menoleh ke arah Maura yang masih berdiri dan begitu saja terhenti, ia heran ketika namanya disebut begitu saja oleh wanita yang mungkin sudah ia lupakan wajahnya.


Mama Alika pun bangkit dan berjalan ke arah Maura untuk meraih tubuhnya.


"Iya, ini Maura! Gifa masih ingat kan dengan anak tante?" tanya Mama Alika kepada Gifali.


"A-PA?? KAK MAURA??"


Terdengar suara nyaring begitu saja keluar dari mulut Ganaya, ia pun langsung menutup mulut dengan kedua telapak tangannya. Gana masih tidak percaya dengan kejadian yang ia lihat sekarang.


"Kak, dia benar-benar telah kembali--!!" Keluh sang adik memegang bahu sang Kakak. Gana masih shock melihat adegan ini.


Bagai lilin-lilin yang sedang menyalah seketika redup karena kibasan angin.


Bagai kelopak bunga yang sudah menciut seketika mekar kembali karena tetesan embun


Lalu bayangan 12 tahun pun muncul kembali.


"Aku pulang ya, Maura---"


Cup!


Gifali dengan cepat mencium pipi anak ini, sebelum akhirnya ia berlari meninggalkan Maura.


Maura yang masih terdiam, kemudian refleks mengejar Gifa dan menangis.


"Aku ikut, Gifa!" Suaranya terus merancau bercampur dengan tangisannya yang kencang.


"Tunggu! Aku ikut--" teriaknya lagi.


Maura dan Gifali masih terbayang-bayang kejadian perpisahan mereka. Dari jarak kurang lebih empat meter, dengan tubuh yang masih dijaga oleh kedua Mama masing-masing.


Maura dan Gifali saling bersitatap dalam aroma cinta dibalik kerinduan yang kini sudah menepi. Setelah cukup lama berlayar dalam tali perpisahan.


Kulit tenggorokan keduanya pun terlihat naik turun, mereka berdua terus terdiam dalam lamunan.

__ADS_1


"...Maura ini kamu?"


"Gifa, apakah benar itu kamu?"


Suara hati mereka saling berbaur menghiasi akal sehat yang saat ini mulai sedikit terganggu.


Kedua mata Gifali terus menatap gelang yang tengah melingkar di tangan kanan Maura. "Gelang itu?" Gifali tetap mematung dan membisu.


"Nak, itu Gifa! Kesayangan Maura, kan---?" Seru Mama Alika.


"....Sayang, itu Maura! Katanya kamu rindu, Nak?" Ujar Mama Difa


Kedua Mama mereka terus merancau ditelinga kedua anaknya. Mereka terus tidak henti-hentinya menegaskan, kalau apa yang anak mereka lihat sekarang sungguh benar terjadi.


Seketika itu, pandangan mata mereka berdua menjadi aneh, ada bulir-bulir cahaya putih yang mulai menutupi. Redup, gelap dan bias


Lalu


Blass


Seketika itu Papa Bilmar dan Papa Galih dengan langkah cepat berlari ke arah anak mereka masing-masing, untuk segera menopang tubuh Maura dan Gifali yang begitu saja akan jatuh terjerembab menggelosor lemas ke atas lantai.


Gifali dan Maura, pingsan secara bersamaan.


****


.


.


.


.


Nah guyss, gimana nih pertemuan Maura dan Gifa ?? tungguin ya.


Oh iyaa selagi kalian nunggu aku Update, bisa loh baca karya ku yang lain:


1.Mantanku Presdirku Suamiku


2.Bersahabat Dengan Cinta Terlarang



Dua Kali Menikah



Bisa klik di profil aku ya, terus pilih karya.

__ADS_1


Like dan komen ya guyss🖤🖤❤️


__ADS_2