GIFALI DAN MAURA

GIFALI DAN MAURA
Bertahanlah, sayang! Maafkan aku!


__ADS_3

Perjuangan guys, ketika ngetik udah selesai


eh naskah episode gitu aja ilang kek hantu✌️🤭 mulai lagi ngetik sampai jam 2 pagi. Bacanya pelan-pelan ya 💔💔💔


Selamat baca ya


❤️❤️❤️


.


.


.


.


.


.


.


.


Deru mesin motor Gifali sudah dimatikan. Telah terparkir dengan baik di pekarangan rumah Gadis. Rumah yang baru saja ia pijaki dengan bebas. Beruntunglah para penjaga membiarkan ia masuk dengan mudah kedalam.


Karena selama ia memadu kasih dengan Gadis, belum pernah sekalipun ia berani menginjak kan kaki nya dirumah ini. Gifali akan mengantar atau menurunkan Gadis hanya beberapa jarak meter dari rumahnya.


Ia pun melepas helm dan menaruhnya diatas motor.


Tap.


Tap.


Tap.


Langkah kakinya terus melaju dengan baik sampai ke pintu utama. Dengan masih berpakaian sekolah lengkap serta sebuah jinjingan berisi jaket yang akan ia kembalikan kepada Gadis, terlihat masih dalam genggaman tangannya.


Ia terlihat merapihkan tatanan rambut karena pergesekan dengan helm serta menghela nafasnya sebentar. Takur-takut jika orang tua Gadis yang membukai nya pintu.


Lalu


Suara ketukan pun terdengar dari ayuhan tangannya untuk memberi isyarat kepada orang rumah bahwa dirinya sudah datang.


Arah matanya tidak sengaja menoleh kepada sebuah mobil yang tidak asing baginya.


"Seperti mobilnya, Maura---?"


Namun terkaan Gifali begitu saja menghilang ketika ia mendengar ada suara kunci tengah diputar dari dalam.


Krek


Pintu terbuka.


Brrrr.


Seketika kedua mata Gifali terbelalak lalu membulat dengan hebat. Wajahnya terlihat menegang, rahangnya mengeras. Kulit tenggorokannya terlihat naik turun. Ia masih kaget melihat sang pujaan hati tengah berdiri di ambang pintu.


"Ra..?"


"..Gifa?"


Merek saling bersautan memanggil nama masing-masing.


"Kamu kenapa bisa ada disini? Kamu tau rumah Kakekku dari mana? Kamu buntuti aku ya? Mau prank aku nih ceritanya??" Gelak tawa Maura begitu saja tercuat. Ia merasa sedang dikerjai oleh kekasihnya.


Dengan cepat stimulus otak Gifali bekerja.


"Jadi kamu dan Ga----??" Belum sempat ia mentamatkan ucapannya dengan menyebut nama Gadis. Terdengar ada suara lain yang memanggil namanya dengan riang gembira.


"GIFA, kamu sudah datang rupanya?" Gadis terlihat berlari dan langsung memeluk Gifali.


"...Aku kangen sama kamu sayang! Aku tau kamu pasti akan datang, kamu akan tetap jadi pacarku Gifa!" Gadis mencium pipi Gifali.


Seketika itu pula kunci yang masih digenggam Maura begitu saja jatuh ke atas lantai.


Melihat Gifali dipeluk dan dicium membuat hatinya begitu panas dan mendidih. Bagai air panas yang baru saja matang lalu disiram dari atas kepala sampai ke ujung kaki.


Hatinya patah


Hatinya hancur


Hatinya rusak

__ADS_1


Hatinya layu


"Lepas, Dis! Jangan seperti ini---" Gifali mendorong tangan Gadis untuk sedikit menjauh dari nya.


"Ra, sayang..." Gifali beringsut untuk meraih tubuh Maura yang masih terperangah karena tidak percaya.


"Kak Maura kamu kenapa? Kenalkan kak ini Gifali, pacarku---!"


"Dis, CUKUP!" Hardik Gifali.


Gadis semakin bertanya-tanya ada apa dengan Gifali dan Maura.


Kemudian


"Kak, kakak----!!" Seru Ammar yang tidak sengaja lewat dan langsung menyergap tubuh Maura yang terlihat akan jatuh karena mendadak lemas tidak bisa berpijak dengan baik.


"Kak Gifa? Sedang apa disini? Kok kalian??" Kening Ammar mengerut ketika melihat Gadis kembali bermanja dilengan Gifa layaknya sepasang kekasih.


"Kamu kenal dengan pacarku, Ammar?"


Mendengar ucapan Gadis, membuat Ammar mengerang.


"Jadi lo pacarin dua Kakak gue, hah?? BRENGSEK!!"


Ammar melepas tubuh Maura dan beralih untuk mendorong tubuh Gifali sampai keluar pintu. Gifali terlihat tersungkur kebawah.


Ia menonjok kedua pipi Gifali dengan sangat brutal. Jangan lupakan Ammar, ia sudah sabuk hitam dalam kasta Taekwondo. Walau ia masih dikelas tiga SMP tapi tubuhnya sangat besar dan tingginya sudah semampai seperti Gifali.


"KURANG AJAR LO KAK, berani-beraninya menyakiti hati Kakak Gue!!" Ammar terus mendaratkan hantaman panas. Terlihat otot-otot wajah Ammar begitu saja muncul mengiringi emosinya yang makin membludak.


Mendengar ucapan Ammar membuat Gadis menoleh ke arah Maura yang masih berdiri terperanjat. Maura sedikit menundukan kepala untuk menstabilkan hati dan fikirannya yang masih shock dengan penuturan kalau kekasihnya itu juga kekasih orang lain.


Gadis pun berlari keluar menghampiri Ammar dan Gifali untuk melerai perkelahian itu. Ketika Maura sudah tersadar, ia pun keluar dari dalam pintu bukan maksud untuk melerai. Tapi ia melangkah untuk pergi meninggalkan rumah menuju mobilnya.


Gifali dengan sekuat tenaga mendorong Ammar untuk melepaskan dirinya. Dengan langkah gontai, nafas tersengal-sengal serta beberapa lebam biru karena pukulan Ammar. Gifali tetap berlari untuk mengejar Maura.


"Sayang..tunggu!" Gifa merengkuh lengan sang kekasih yang terlihat menangis terisak-isak.


"Kamu salah faham, Ra. Dengarkan dulu penjelasan aku--"


"Kamu pacaran sama Gadis?"


"Kamu bohongi aku?"


"Kamu tipu aku, Gifa!"


"Lepas!" Maura menepis tangan Gifali untuk melepasnya agar terus melangkah.


"Aku cuman cinta sama kamu, Ra!"


Langkah Maura terhenti, ia pun menoleh dan kembali menatap wajah Gifali.


"Kamu bilang CINTA sama aku?? Lalu kenapa malam-malam kamu ada disini? Untuk menemui GADIS, kan?? KAMU CINTA SAMA DIA, GIFALI??"


"Tega-teganya kamu menghianati aku!"


Gifali menggelengkan kepalanya. "Tapi aku lebih pilih kamu Ra, aku sudah putuskan Gadis!"


"Demi Tuhan aku nggak tau kalau kalian itu sepupu! Dan aku juga sudah memutuskan Gadis terlebih dahulu---"


"Tapi kamu memacari kami dalam waktu bersamaan, kan??


Gifali membeku, lidahnya tercekat.


"JAWAB GIFA!!"


"Tega ya kamu sama aku!"


"Ra, tolong dengarkan aku dulu--" Desah Gifa.


"Disini..." Maura menunjuk ke dadanya. "Dan disini..." Maura menunjuk ke bagian kepalanya.


"Hanya ada nama PUTRA GIFALI HADNAN, dihati, dijiwa dan dikepalaku! Hanya ada nama KAMU!!"


"Selama 12 tahun aku nggak pernah letih dalam menunggu kamu, aku selalu mengusir siapapun lelaki yang mau menjamah hatiku, hanya KARENA KAMU!!"


"Aku sakit banget diginiin, tau nggak!!"


Maura menghentak dadanya dengan telapak tangannya sendiri. Ia sulit mengkondisikan dadanya yang begitu sesak dan berat.


"Jangan pukul-pukulin dada kamu, Ra! Nanti kamu sakit sayang!"


Maura menepis tangan Gifa yang kembali menggenggam tangannya.

__ADS_1


"Bahkan beberapa jam lalu kita baru saja berciuman Gifa! Kamu nggak ingat itu? Baru aja kamu kasih aku angin kebahagiaan sekarang langsung kamu ganti dengan sebuah timah panas penghianatan----??"


"AKU BENCI KAMU!!"


Terlihat Gifali memejamkan kedua matanya karena merasa pilu dengan semua kata-kata Maura yang membuat hatinya begitu saja tertohok.


Gifali pun menjatuhkan dirinya untuk bersujud dikaki Maura. Memegangi kedua kaki kekasihnya seraya meminta ampunan.


Melihat Gifali merendah membuat Gadis ingin menghampiri namun aksinya dengan cepat dibekukan oleh Ammar.


"Selama 12 tahun aku juga menanti kamu Ra! terus memikirkan kamu, mencari-cari keberadaan kamu!"


"Tetap saja semua itu nihil. Sampai aku melakukan kesalahan, karena meminta Gadis untuk menjadi pacarku disaat aku sudah menyerah, untuk terus berharap kedatangan kamu kembali---"


"Namun Allah berkehendak lain, ketika kita dipertemukan lagi dalam keadaanku sudah bersama Gadis!"


"...Namun rasa cinta kepada kamu itu nggak pernah padam, Ra! Aku sadar, aku lebih mencintai kamu dari pada Gadis!"


"Aku takut jika berkata jujur dari awal, kamu akan pergi lagi meninggalkan aku! Aku nggak akan sanggup Ra, jika harus menunggu kamu lebih lama lagi--"


Maura mengusap wajahnya dengan kasar, membuang nafasnya ke udara. Kepalanya pusing dan sakit. Ia pun setengah berjongkok untuk menepis tangan Gifali dari kedua kakinya.


"Lepasin aku!"


Maura pun berlari untuk menghindar dari kejaran Gifali. Wanita ini langsung masuk kedalam mobil untuk membawa dirinya pergin kemana pun yang ia sukai.


Gifali pun kembali memutar langkahnya untuk menyalakan deru mesin motornya untuk mengejar Maura.


"Gifa?" Gadis melangkah ingin menghampiri Gifali.


"Dis, udah cukup!" Langkah kaki Gadis tiba-tiba saja terhenti ketika suara dingin Gifali mencuat begitu saja.


Dengan menekan kopling, Gifali membawa motornya untuk melaju kencang agar bisa mengejar Maura.


Wanita itu terus memacu kendaraannya dalam kecepatan tinggi. Ia menangis dan memukul-mukul stir mobilnya.


Blasss


Suara angin terdengar mengaung diudara ketika mobil Maura dan motor Gifali saling beriringan dijalan yang sudah hening. Hanya ada angin malam dari pepohonan rindang menjadi saksi perdebatan mereka malam ini.


"Ra, hentikan mobil kamu! Dengarkan aku dulu!" Gifali tetap berteriak ke arah jendela kemudi Maura ketika motornya kembali dapat sejajar dengan mobil sang kekasih.


Setiap motor Gifali dapat sejajar dengan kendaraannya, seketika itu pula Maura akan menancapkan gas agar melaju lebih kencang dari Gifa.


Lalu


Tak lama kemudian


Karena Gifali hanya fokus untuk menoleh ke arah kaca mobil Maura. Ia menjadi tidak fokus dengan jalanan yang ada dihadapannya.


Dan


DUARRR


Kecelakaan anta motor Gifali dan mobil truk pengangkut barang pun tidak terelakan lagi.


BUG.


Tubuh Gifali terpental jauh sampai berbelasan meter di atas aspal jalan dengan keadaan tubuh tersungkur. Motornya hancur dan gepeng begitu saja.


Cit.


Maura menghentikan mobilnya dengan asal. Ia pun turun dari pintu mobil dan seketika berteriak histeris.


"GIFA------!!"


Maura terus berteriak dan berlari dengan kencang untuk merengkuh tubuh Gifali yang sudah tergeletak dijalan.


Maura terus berlari dengan bayang-bayang dan suara-suara Gifa yang masih membekas dihatinya.


"Ra..."


"Iya sayang?"


"Jangan pernah pernah berhenti mencintai aku ya, Ra. Hanya kamu yang ada dihati aku! Maaf jika nantinya aku akan mengecewakan kamu--"


"GIFA!!!!!" Maura terus berteriak ketika ucapan Gifa masih hangat dalam ingatannya bersamaan dengan keadaan Gifali saat ini yang sudah bersimbah darah tidak sadarkan diri.


Dan semua masalah beruntun akan terkuak di mulai dari saat ini.


"Bertahanlah, sayang! Maafkan aku!"


*****

__ADS_1


Like dan Komen ya Guyss


❤️❤️❤️


__ADS_2