GIFALI DAN MAURA

GIFALI DAN MAURA
Kita Nikah Yuk, Ra!


__ADS_3

Haii cinta-cinta


Selamat malam, aku kembali lagi guys.


Episode ke tiga di hari ini


Selamat membaca ya


❤️❤️❤️


.


.


.


.


.


.


Setelah bertengkar dengan Gifali, Gadis enggan untuk keluar dari kamar. Ia terus berbaring di ranjang menatap bola lampu kamarnya. Ponselnya sengaja ia matikan.


Arah jarum jam terus berputar ke arah kanan. Ia sudah melewati jam makam malam. Berkali-kali orang rumah mengetuk pintunya tetap ia tidak mau bangkit dari ranjang.


Ia terus menangis dan menangis, hati nya di patahkan begitu saja oleh Gifali. Perempuan mana yang terima jika lelakinya mengatakan kalau mencintai dan akan menikahi perempuan lain.


"Dis?" Suara lembut terdengar dari luar pintu. Gadis hafal betul siapa pemilik suara itu, akhirnya ia bangkit dan membuka pintu kamarnya.


"Kakak!" Gadis langsung menyergap tubuh Maura.


Maura terpaksa datang, karena terus di telepon oleh Mama Binar. Ia sangat mencemaskan keadaan putrinya yang sampai malam tidak mau membuka pintu kamarnya, tidak mau makan dan tidak mau menyaut panggilannya.


Gadis dengan cepat mengunci kembali pintunya. Ia tidak ingin Mamanya tahu kalau ia sedang patah hati.


"Kamu kenapa, Dis?"


Gadis terus memeluk Maura, ia menangis terisak-isak.


"Ayo cerita sayang, hati kamu pasti akan lega!"


Dengan dada yang masih terasa sakit, nafas yang berat dan kedua mata yang bengkak. Akhirnya Gadis menceritakan semua nya kepada Maura dengan nada terbata-bata.


Maura langsung memeluk Gadis dengan erat. "Kamu yang sabar, Dis! Teruslah perjuangkan cintamu, ikuti kata hatimu. Kalau jodoh pasti bertemu, seperti ak---"


Maura terhenti seketika dari gelak ucapannya. Tidak mungkin di saat seperti ini, ia malah memberikan kabar bahagia yang sedang ia alami kepada Gadis, ini semua pasti akan membuat hati Gadis semakin sedih.


Padahal aku lagi bahagia sekarang, aku mau menceritakan tentang teman kecil yang sudah aku temukan.


Semoga saja suatu saat nanti Gifali tidak akan seperti pacar Gadis saat ini. Bisa hancur aku, mungkin lebih dari Gadis.


"Bagaimana Kak?"


Gadis menarik wajahnya untuk mendengarkan lanjutan ucapan Maura yang begitu saja terputus.


"Hemm...aku lupa, Dis!" Jawabannya dengan nada cepat, ia pun mendorong tengkuk leher Gadis untuk kembali masuk kedalam pelukannya.


"Satu pesanku, Dis! Kamu harus terus bertahan jika ia juga mau bertahan! Tidak boleh hanya kamu yang bertahan, Karena hubungan ini yang menjalani kalian berdua, tentua dua-duanya harus saling bertahan! Kalau memang dia mencintai kamu, ia pasti akan pilih kamu, Gadis!"


"Iya, Kak---" balas Gadis dengan suara yang serak. Maura terus memeluk sepupunya dengan cinta dan sayang.


Drrt...drrt


Merasa ponselnya bergetar, ia pun meraih nya dari kantong celana. Ia arahkan ponsel ke belakang tubuh Gadis


MyGifa Incamming Call


Gifa malam-malam telepon aku ada apa ya?


Dengan cepat ia mengalihkan telepon itu. Ia merasa tidak mungkin menjawab panggilan itu.


Lalu muncul notifikasi pesan masuk.

__ADS_1


MyGifa :


Ra, apa kamu sudah tidur? Aku ingin bertemu sekarang. Aku kerumah ya!


Maura :


Sayang, aku belum tidur. Aku sekarang sedang menginap di rumah sepupuku. Kita ketemuan di Gaga Cafe ya, 5 menit lagi aku akan on the way kesana.


MyGifa :


Kamu hati-hati ya, oke aku jalan kesana sekarang.


Ia bersusah payah mengetik ponselnya dibelakang tubuh Gadis. Sekarang ia tinggal mengatur alasan apa yang pas untuk ia keluar sebentar.


Ting.


Ide pun muncul.


"Dis, aku mau---"


"Jangan pulang Kak, katanya kamu ingin menginap disini?"


"Iya aku nggak akan pulang, tapi aku mau keluar sebentar. Aku baru ingat buku pelajaranku ketinggalan di toko, besok aku ada ujian praktek!"


"Apa mau aku temani?"


"Enggak usah Dis, aku bisa sendiri! Kamu mau apa? biar nanti aku belikan---"


"Aku mau pizza Kak!"


"Baik, akan aku belikan buat kamu." Maura pun mencium dahi Gadis.


"Jangan nangis lagi ya, aku sedih lihatnya. Aku pergi dulu ya!"


"Hati-hati ya Kak! Jangan lama-lama!"


Maura pun berlalu dari kamar Gadis dan bersiap untuk menuruni anak tangga.


"Nak?"


"...Sayang."


Kakek dan Tantenya saling memanggil.


"Bagaimana adikmu, Nak?" tanya Kakek Luky kepada Maura.


"Sudah tenangan Kek, Tante. Masalahnya biasa hanya soal teman, ya wajar lah namanya juga cewek."


"Gadis apakah sudah tidur, Ra?"


"Belum tante---"


Sebelum ucapan Maura berakhir dengan cepat Mama Binar berjalan cepat meninggalkan mereka dan berlalu menuju kamar anaknya. Mama Binar begitu mengkhawatirkan putri satu-satunya.


"Ada masalah apa dengan Gadis, Nak?" tanya Kakek Luky kepada cucunya.


Maura hanya bisa diam, ia tidak bisa jujur. Ia sudah berjanji akan merahasiakan kalau Gadis sudah punya kekasih. Padahal tanpa Maura tahu, Gadis sudah memberitahukan kepada Kakeknya kalau ia sudah mempunyai kekasih.


"Kek, maaf! Nanti Maura akan jelaskan, tapi sekarang Maura harus keluar dulu ya. Mendadak harus ke toko, ada yang ketinggalan disana."


"Mau Kakek antar, Nak?"


Maura meraih punggung tangan Kakeknya. "Nggak usah Kek, Maura nggak akan lama!"


"Hati-hati ya Nak!"


Maura pun berlalu dengan cepat untuk menyalakan deru mesin mobilnya. Ia ingin bergegas cepat untuk menemui Gifali yang sedang membutuhkan keberadaannya saat ini.


Kakek Luky tetap berlaku adil kepada Gadis dan Maura, walau Maura bukanlah cucu kandungnya. Tapi cintanya untuk Maura tetaplah sama seperti dengan Gadis. Karena Kakek Luky tahu, Maura adalah sumber kebahagiaan Mama Alika, putri kandungnya.


****


Gaga cafe, 20:00 Wib.

__ADS_1


Terlihat Gifali masih saja meletakan kepalanya di bahu dan mengalungkan kedua tangannya di leher Maura. Ia terus merangkul pujaan hatinya.


"Gifa..." Hanya suara lembut Maura yang bisa mendamaikan hati Gifali.


"Kamu kenapa sayang? Kenapa jam segini masih pakai pakaian sekolah?"


Gifa tetap tidak mau menjawab. Ia tetap memeluk Maura sambil memejamkan kedua matanya. Tadi sehabis mengantarkan Gadis ke sanggar, ia kembali ke sekolah untuk bermain basket.


Hatinya kalut dan kacau, ia harus bisa mendinginkan kepalanya sebelum menerjang dan memarahi Ganaya.


Maura agak malu dengan pelayan cafe yang masih mondar-mandir kesana kemari. Beruntunglah cafe sedang sepi, hanya ada mereka yang menjadi pengunjung.


"Kamu sudah makan belum sayang?"


Hati Gifa semakin teriris, dengan perhatian dan kelembutan Maura.


Bisa-bisa nya aku membohongi kamu, Ra!


"Kamu capek ya? Mau aku pijiti?" Maura meraih tangan Gifa untuk ia turunkan dari lehernya, memijiti tangan itu dengan tekanan lembut.


"Kita nikah yuk, Ra. Biar kamu bisa pijitin aku setiap hari!" Cicit Gifa manja.


"Kamu nih lagi kenapa? Lagi sedih atau lagi---"


"...Aku lagi kangen sama kamu sayang! Calon istri aku, kamu miliknya aku, Ra! Jangan pernah tinggalin aku ya, kamu harus tetap cinta sama aku!"


"Biasanya nih ya sepengetahuan aku dari teman-teman, kalau pacar lagi merayu biasanya dia itu habis melakukan kesalahan!" Maura memberi jeda dalam ucapannya.


"Kamu lagi nggak bohongin aku kan??" Tanya Maura masih dalam suara penuh kelembutan. Ia terus memijiti tangan Gifali.


Sepertinya awan hitam terus hadir tepat diatas kepala Gifali. Pemuda ini seketika tercekat, tubuhnya mendadak kaku dan dadanya kembali linu. Ia mendadak bisu.


"Sayang??" Maura bertanya kembali.


"Bohong apa? Aku hanya lagi kangen kamu, Ra!" Gifa tetap menyandar di ceruk leher kekasihnya.


Bahkan selama berpacaran dengan Gadis, Gifali belum pernah memeluk dan mencium wanita itu. Ia masih belum bisa melakukannya.


"Ya baiklah, aku percaya. Sekarang kamu makan ya, nanti kamu sakit karena telat makan. Aku suapi ya?"


Benar-benar Gifali beruntung sekali mendapatkan Maura, wanita yang lembut, baik hati, dermawan dan jarang sekali untuk marah. Entah bagaimana nanti kalau ia tahu lelaki yang baru saja mengajaknya menikah tega membohonginya.


"Aku harus memutuskan hubunganku dengan Gadis, secepatnya!"


***


.


.


.


.


.


Terharu aku sama komenan kalian, ternyata udah masuk banget ke cerita ini. Sabar dulu ya guyss mereka pasti akan bertemuu🔥🔥🔥


Oh iyaa selagi kalian nunggu aku Update, bisa loh baca karya ku yang lain:


1.Mantanku Presdirku Suamiku


2.Bersahabat Dengan Cinta Terlarang



Dua Kali Menikah



Bisa klik di profil aku ya, terus pilih karya.


Like dan komen ya guyss🖤🖤❤️

__ADS_1


__ADS_2