GIFALI DAN MAURA

GIFALI DAN MAURA
Jangan Berhenti Mencintai aku!


__ADS_3

Aku kembali guyss


Selamat baca yaa


❤️❤️❤️❤️


Terlihat dua keluarga ini sudah duduk manis di meja makan. Maura masih terus berdiri memotong-motong kue dan makanan lainnya yang sudah ia bawa dari rumah. Beberapa cup cakes, chese cake, puding, lasgana dan beberapa makanan lain, ia tata dengan rapih disana.


"Masya Allah Tabarakallah, lihat Pah calon menantu kita, hebat sekali bisa masak dan membuat kue seperti ini. Gifali pasti akan sangat bahagia---" ucap Mama Difa terus memuji dan mengusap tubuh Maura.


"Iya, Mba. Maura juga sudah punya usaha sendiri, punya toko kue." Sambung Mama Alika


"Wah, hebat banget kamu, Nak. Nggak nyangka Om, masih muda tapi sudah bisa berdikari..." Papa Galih juga memberikan pujian.


"Mama..." desah Maura kepada Mamanya. Ia seperti malu ketika kebisaannya diumbar-umbar dan dibanggakan.


"Loh kenapa sayang? Ya gini deh Mba, Mas. Maura tuh hatinya lembut banget, dia selalu rendah hati. Nggak mau kalau kehebatannya di puji orang--" ujar Mama Alika.


"Wah hebat banget Kak Maura, aku nggak salah pilih calon Kakak Ipar..." Seru Ganaya.


Gelfa dan Gemma masih sibuk melahap kue-kue mereka dan Ammar terus sibuk memperhatikan Ganaya.


Cantik juga nih cewek, sayang umurnya lebih tua dari aku


Lalu Gelfa menyikut tangan Ganaya, sontak Ganaya menoleh ke wajah sang adik.


"Apa?" tanyanya pelan.


Gelfa membawa arah mata Gana untuk melihat ke arah Gifali yang tengah menelpon seseorang. Gifali terlihat sedang berdiri di ambang pintu ke arah taman belakang.


Gana dan Gelfa terus melihati sang Kakak, mereka sudah tahu siapa yang sedang di teleponnya.


"Kamu dimana Gifa? Aku udah dua jam nunggu kamu di depan bioskop!"


"Maafkan aku Dis, ternyata aku lupa kalau harus antar Mama ke luar kota..."


Gifali selalu menoleh ke belakang, ia takut kalau Maura tiba-tiba sudah ada dibelakang dan mendengar pembicaraan Gifa dengan Gadis ditelepon.


"Loh kok? Jadi hari ini kita batal ya?"


Ada suara rintihan sedih disana. Gifali pun merasa sangat tidak enak hati sekarang. Namun rasa rindu nya untuk Maura terus membuncah, tidak ingin berakhir.


"Iya Dis, tolong maafkan aku ya. Lain kali aku akan atur jadwal!"


"Kalau besok bagaimana? Masih hari minggu, masih libur sekolah." Gadis tetap memberi penawaran.

__ADS_1


Ada jeda sebelum menjawab.


"Aku nggak bisa Dis, aku ke luar kota dua hari. Kamu jangan risau ya, senin kita akan bertemu lagi disekolah!"


"Ya baiklah Gifa, salam buat mamamu ya. Hati-hati dijalan. Jangan lupa selalu kabari aku


Karena sebelum ini, Gifali sudah berencana untuk membawa Maura berjalan-jalan ke pantai besok. Mereka ingin membuka rasa trauma terhadap pantai setelah 12 tahun lamanya.


Sejak dimana mereka pernah hampir tenggelam dipantai ketika keluarga mereka sedang berlibur ditempat yang sama, membuat kedua Papa mereka menjadi berselisih faham dan akhirnya berbaikan kembali.


Karena sambungan telepon sudah terputus, ia pun mulai memutar langkahnya untuk kembali menghampiri keluarga di meja makan.


Lalu


Seketika itu pula, ada suara terkejut dari Gifali.


"Kamu ngapain sih, ngagetin Kakak aja!" sentak Gifali kepada Gana.


"Siapa itu, Kak Gadis ya?" tanya nya.


Gifali hanya diam dan malu menatap wajah adiknya.


"Baru aja kemarin aku nasihatin Kakak, sekarang kejadian kan?"


"Ya Kakak nggak tau Gana, kalau kejadiannya akan seperti ini!"


Gifali hanya bisa menunduk, membuang nafasnya kebawah. Ia memejamkan kedua matanya agak lama.


"Kakak harus pilih salah satu diantara mereka! Hubungan Kakak sama Kak Gadis juga kan masih baru, bisa kan kalau harus disudahi?"


"Di sudahi apa Gana?"


Ada suara lain yang muncul diantara mereka. Sontak membuat Gifali dan Gana menoleh, ternyata Maura yang sudah berdiri diantara mereka.


Kedua mata Gifali terbelalak kaget, ia menatap tajam ke wajah sang adik.


Maura hanya mendengar ujung dari kalimat Gana bertepatan dengan langkah kakinya yang terhenti disana.


"Enggak kak, itu masalah pencarian kucing aku yang hilang, aku minta sama Kak Gifa, nggak usah lagi dicari. Biarkan aja--" Gana berdalih.


"Nah iya itu, Ra. Kucing kesayangannya Gana yang udah hilang seminggu." sambung Gifali dengan guratan gelisah.


"Padahal si salsa baru dekat sama fredy, eh pacar lama nya fredy dateng..." Gana menyindir sang Kakak.


"Hahahaha, bisa aja kamu Gana, masa masalah kucing kayak manusia gitu?" Maura terus tertawa.

__ADS_1


"Gana??" Ucap Gifali dengan mimik wajah dingin.


"Nggak apa-apa, nanti aku aja yang belikan kamu kucing baru." Kata Maura.


"Wah jangan Kak, harga kucing anggora kan mahal!"


"Nggak apa-apa buat kamu, Gana! Kamu kan adikku juga---"


"Asik, ah kakak memang capar terbaik!" Gana terus bergeliat manja di lengan Maura.


"GANA-----!!!!" Suara Gifali mulai terdengar tinggi.


"I--yaudah ah aku mau ke dalam, mau makan---" Gana berlari cepat menuju meja makan.


"Kamu kenapa Gifa? Kok marah kayak gitu?" Maura mendekat, lalu membelai rambut sang kekasih.


Kekasih? Walau Gifali belum meminta Maura menjadi kekasihnya secara langsung. Tapi sepertinya dua pasangan ini sepakat, kalau mereka bukan lah kekasih, melainkan calon pasangan pengantin untuk beberapa tahun kemudian.


Setiap Maura memperlakukannya seperti itu, entah mengapa Gifali seakan sangat bahagia. Merasa seperti sepasang merpati yang tengah menari-nari di alam bebas. Hatinya terasa genap, indah dan mengharu biru.


"Jangan Berhenti Mencintai aku ya, Ra! Apapun yang akan terjadi nanti---"


****


.


.


.


.


Nah guyss, gimana nih pertemuan Maura dan Gifa ?? tungguin ya.


Oh iyaa selagi kalian nunggu aku Update, bisa loh baca karya ku yang lain:


1.Mantanku Presdirku Suamiku


2.Bersahabat Dengan Cinta Terlarang



Dua Kali Menikah


__ADS_1


Bisa klik di profil aku ya, terus pilih karya.


Like dan komen ya guyss🖤🖤❤️


__ADS_2