GIFALI DAN MAURA

GIFALI DAN MAURA
Jangan tinggalkan aku, Gifa!


__ADS_3

Haiii aku balik lagi


Selamat baca ya guyss


❤️❤️❤️❤️


.


.


.


.


Seperti biasa sepulang sekolah Gifali akan mengantarkan Gadis untuk ke sanggar tari. Namun sore ini terlihat berbeda, Gadis terus murung ia tidak mau berkata apapun disepanjang perjalanan.


Gifa merasa jaketnya basah ketika Gadis memeluknya. Ya wanita ini terus menangis tiada henti. Hatinya sakit seperti tertusuk banyak jarum setelah mendengar pengakuan dari Ganaya.


"Dis?" Panggil Gifa, dimana suaranya terdengar tidak jelas karena sedang memakai helm. Ia pun mulai mengusap tangan Gadis, seraya bertanya ada apa dengan kekasihnya.


"Kamu kenapa, Dis?" suara Gifa bercampur dengan bisingnya kabut angin dan bunyi kendaraan motor yang lain.


Merasa ada yang tidak beres akhirnya ia menghentikan motornya di jalan perindustrian yang sepi.


Deru mesin motor sudah dimatikan. Namun Gadis tetap memeluk dari belakang dan menangis. Gifa pun membuka helm nya dan menoleh. Ia tahu Gadis sedang menangis terisak-isak.


"Kamu kenapa, Dis? Kok nangis?" Ucapnya lembut


Gadis tetap saja menangis, ia terus memeluk Gifali dengan kencang.


"Aku sayang sama kamu, Gifa!" jawabnya sesegukan.


"Iya aku tau, tapi kenapa kamu menangis?" Gifali tetap memegangi tangan Gadis.


Akhirnya Gadis menceritakan apa yang diucapkan oleh Ganaya kepadanya. Sontak kedua mata Gifali terbelalak setelah mendengar itu semua. Seakan runtuh jiwa dan raganya. Nafasnya terasa berat, sepertinya guntur telah datang memborbardir tubuhnya saat ini.


Ia langsung membisu, diam seribu bahasa. Hatinya pun terasa sakit melihat Gadis hancur berkeping-keping. Ia memang mencintai Maura tapi ia juga tidak mau menyakiti hati Gadis dengan cara seperti ini.


"Kenapa kamu diam? Benarkan berarti ucapan Gana?"


Gadis menghentikan tangisannya, ia mendongakkan wajahnya untuk melihat punggung Gifa secara jelas. Mereka masih berada diatas motor dengan Gadis masih dalam posisi dibelakang Gifali.


"Jawab dong Gifa! Itu semua nggak benar kan?" Gadis meronta-ronta ia pun menjatuhkan kembali kepalanya di punggung Gifa lalu memangis lagi.


"Maafkan aku, Dis! Aku..."


"Apa? Lalu kamu mau putus dariku?"


Mendengar kata itu keluar dari mulut Gadis, hati Gifa terasa linu. Bukan karena ia tidak ingin melepas Gadis, tapi ia hanya takut Gadis tidak kuat dan bisa merana berkepanjangan mengingat dua bulan lagi mereka akan menghadapi ujian nasional.

__ADS_1


"Jangan difikirkan masalah ini, kita harus konsen untuk ujian nasional nanti, Dis!"


Mendengar tidak ada kalimat menyanggah dari lelakinya, Gadis secara langsung membenarkan apa yang diucapkan oleh Ganaya. Gadis seketika marah dan melepas pelukannya serta dengan cepat turun dari motor.


Ia pun berlari menjauh meninggalkan Gifali.


"Dis, tunggu!" Gifa mulai mengejar Gadis yang terus berlari.


"Tunggu aku sebentar!" Gifa menarik tangan Gadis untuk menghentikan langkahnya.


"Kamu jangan marah, tidak baik kita bertengkar di jalan seperti ini!"


"Lalu kamu mau aku senang dan tertawa, begitu?? Hati ku sakit mendengarnya, untuk apa kita berpacaran kalau akhirnya kamu akan melamar wanita lain!" Gadis mendorong tubuh Gifali. Ia pun kembali untuk berlalu.


"Dis! Tunggu, aku antar ke sanggar ya!"


Gadis kembali menghentikan langkahnya, ia melihat ke lengannya yang masih di rengkuh oleh Gifali.


"Sekarang kamu pilih! Pilih aku atau pilih wanita itu! Siapa dia Gifa? Sejak kapan dia mau dijodohkan dengan kamu? Kenapa kamu nggak cerita? Lalu kenapa kamu meminta aku untuk menjadi pacar kamu?"


Gifali mendorong salivanya dalam-dalam, seketika lidahnya terasa kaku untuk berucap. Ia bingung harus bagaimana sekarang. Ada Maura yang harus ia perjuangkan, tetapi ia juga tidak mau dibenci seumur hidup oleh Gadis.


Kepala Gifali terasa mau pecah saat ini.


"GIFA JAWAB!!" Gadis masih menatapi kedua bola mata Gifa dengan air mata yang terus mengalir tanpa bisa berhenti.


"Sebelumnya aku minta maaf sama kamu, Dis. Karena aku sudah menutupi semua ini! Aku dan Ma---"


"Aku bukan di jodohkan, Dis! Tapi wanita itu adalah teman kecilku, berbelas tahun kami tidak bertemu. Namun ternyata semesta berkata lain, aku kembali bertemu dengannya ketika kita sudah bersama." jawabnya nanar dan sendu.


"Bukan maksud aku untuk membohongi kamu!"


"Lalu kamu lebih memilih dia dari pada aku?? Kamu mau putusin aku, Gifa? Kamu buang aku gitu aja kaya SAMPAH?? Kamu lebih pilih dia yang baru datang di kehidupan kamu, di banding aku??"


"Kamu jahat, Gifa!! Aku benci kamu!"


Dada Gifali terasa seperti tertekan jauh dan sesak. Gadis kembali menangis dan kembali melangkah untuk berlalu meninggalkan Gifali.


"Dis, tunggu!" Gifali tetap mengejar Gadis. "Aku antar kamu ke sanggar ya!" Gifali menggenggam tangan Gadis kembali.


"Lepasin!"


"Dis---" Gifali tetap merayu untuk mengantarkannya pulang.


"Apa kamu sayang sama dia?"


Gifali memejamkan matanya sekilas dan membukanya cepat.


"Iya aku sayang sama dia!"

__ADS_1


Pakkk


Gadis mendaratkan tamparan keras di tulang pipi Gifali.


"Aku benci kamu!!"


Gadis memukul-mukul dan memeras jaket yang baru dibelikan olehnya kemarin untuk lelaki yang ia cintai sekarang.


Gifali langsung memeluk Gadis.


"Maafkan aku, Dis! Aku salah sama kamu!" Gifali meneteskan air matanya.


Gadis makin mengerang dalam tangisannya, ia tetap meronta-ronta di dalam dekapan sang kekasih hati yang saat ini tengah tega melemparkan racun di hatinya.


"Aku nggak mau putus! Aku tau kamu hanya sayang sama aku! Tolong Gifa pertentang lamaran itu! Aku akan sabar untuk menunggu kamu!"


"Dis, aku---"


"Aku tau kok, Kamu ngomong kalau sayang sama dia, karena kamu nggak mau mengecewakan orang tua kamu kan? Aku akan sabar nunggu Gifa! Apapun yang terjadi, aku nggak mau kita putus!


Gadis tetap menangis dalam dekapan Gifali.


"Jangan tinggalkan aku, Gifa!"


***


.


.


.


.


.


Oh iyaa selagi kalian nunggu aku Update, bisa loh baca karya ku yang lain:


1.Mantanku Presdirku Suamiku


2.Bersahabat Dengan Cinta Terlarang



Dua Kali Menikah



Bisa klik di profil aku ya, terus pilih karya.

__ADS_1


Like dan komen ya guyss🖤🖤❤️


__ADS_2