GIFALI DAN MAURA

GIFALI DAN MAURA
Apa itu yang namanya, First Kiss?


__ADS_3

Haiii malam guyss


Aku balik lagi


Selamat baca yaa


❤️❤️❤️


Setelah melakukan perjalanan jauh, akhirnya Maura dan Gifali sampai di rumah Maura. Gifali memulangkan Maura tepat waktu sebelum jam 8 malam.


"Maura, bangun sayang..." Gifa membantu melepaskan seat belt ditubuh Maura.


Kulit tenggorokannya terlihat naik turun, ketika melihat bibir Maura yang begitu cantik dan hembusan nafasnya pun begitu harum. Gifa semakin terpesona akan kekasih hati yang sudah lama sekali ia rindukan.


"Ra, bangun..."


Tak lama Maura pun membuka matanya perlahan, masih terlihat memerah di kedua matanya karena sangat pulas.


"Sudah sampai rumah ya, sayang?" tanyanya.


Gifa tidak fokus dengan pertanyaan Maura. Ia terus melihati wajah Maura lekat-lekat.


"Ra, apa boleh aku cium ini---" Gifa meletakan jarinya di kedua bibir Maura yang masih terkatup.


Maura hanya melihati kedua bola mata Gifa dalam diam. Ia tidak memasang wajah takut atau marah, ia hanya diam membisu. Gifa merasa Maura memberikannya sinyal perizinan. Gifa pun mulai mendekatkan wajahnya, ia menarik tengkuk wajah Maura agar bisa lebih dekat dengannya.


Kedua wajah mereka pun saling miring berlawanan, Maura sempat memundurkan wajahnya sedikit namun tangan Gifa tetap mendorong tengkuk Maura, agar wajahnya terus mendekat.


Lalu


Cup.


Kedua mata mereka saling menutup bersamaan. Mereka hanya diam terpaku, masih menutup mata dengan dua bibir menempel. Hanya sekedar mengecup, Gifa dan Maura sama-sama masih tabu dan lugu dalam melakukan ini.


Ini adalah first kiss untuk mereka!


Gifa pun melepaskan wajahnya dari Maura. Tidak ada decitan saliva yang terdengar selama mereka saling mengecup.


Karena dua bibir mereka tetap menutup tanpa membuka. Sungguh romantis, memberikan ciuman pertama kepada orang pertama pula yang mendapatkannya.


"Maaf, Ra! Aku salah ya?" tanya Gifa sedikit menyesal, ia takut Maura akan marah.


"Aku nggak maksud untuk kayak gini, lain kali aku pasti akan jaga sikapku, Ra!" jawabnya lugu.


"Nggak apa-apa, Gifa. Aku mengerti---" Maura mengelus pipi sang pujaan hatinya.


"Ayo kita turun sayang, kamu harus istirahat dulu sebentar!"


Mereka pun turun dari mobil dan berlalu untuk masuk kedalam rumah.


"Kamu duduk dulu sayang!" Maura mempersilahkan Gifa untuk duduk.


"Bik? Mama, Papa dan Ammar kemana ya? Kok rumah sepi?" tanya Maura sambil berjalan menuju dapur kepada Bik Minah yang sedang membuatkan minum.


"Di ajak makan diluar sama Kakek Luky dan Tante Binar, Non!"


"Gadis ikut nggak kesini?"


Ada nama yang disebut dan keluar dari mulut Maura, terdengar sayup-sayup ditelinga Gifa. Awalnya dahi Gifa mengerut, namun karena merasa tidak mendengar dengan jelas. Ia pun memasang wajah dengan biasa kembali.


Gifali masih duduk di sofa ruang tamu, menyandar dan memejamkan kedua matanya. Ia cukup lelah hari ini, perjalanan enam jam pulang pergi membuat tubuhnya terasa luluh lantah.

__ADS_1


Seketika kedua matanya terbuka, ketika merasakan pijitan kecil diarea bahu dan lengannya. Gifa dengan cepat membuka kedua matanya dan terlihat Maura yang sedang memijitinya.


Maura sudah kembali dari dapur.


"Kamu mau makan dulu? Biar aku buatkan nasi goreng ya? Ayo kamu minum dulu sayang!" Maura menyodorkan minuman manis kepada Gifali.


"Mama sama Papa kemana?" tanya nya sambil menaruh gelas kosong yang sudah ia minum habis isinya.


"Lagi keluar sayang sama Kakek dan Tanteku. Aku masak nasi goreng dulu buat kamu, tunggu sebentar ya!"


"Sayang, nggak usah ya!" Gifali menghentikan langkah Maura seketika. Maura pun kembali duduk.


"Sudah malam, aku harus pulang. Nanti orang rumah mencariku dan kamu juga harus istirahat!" Gifa mengecup dahi Maura.


"Salam buat Mama dan Papa ya, aku pamit dulu. Habis ini kamu makan, mandi dan tidur!"


"Iya sayang, kamu juga ya Gifa. Hati-hati dijalan ya, salam buat Mama, Papa dan adik-adikmu--"


Gifali pun berlalu dengan motornya. Masih ada satu babak lagi yang harus ia selesaikan yaitu bertemu dengan Gadis.


Maura masih melambaikan tangannya untuk mengiringi kepergian Gifa untuk pulang kerumah. Ia terus tersenyum sambil terus memegangi bibirnya.


"Apa itu yang namanya, First Kiss?"


****


Terlihat Gadis masih menatap kesana-kesini, ia terus mengabsen setiap mobil yang akan berbelok masuk ke dalam kawasan rumah Kakek Luky. Ia takut jika mobil Mamanya yang akan mengklaksonkan dirinya dan pasti akan menyeret dia untuk pulang kerumah.


Gadis masih setia berdiri menunggu Gifali datang. Tidak perduli di gigit nyamuk atau terkena sapuan dinginnya angin malam.


Tak berapa lama, simpul senyum di bibirnya pun melebar, ketika melihat motor Gifali sudah mendekat.


Tanpa menunggu lama, ia pun dengan cepat langsung naik ke atas motor. Mereka pun berlalu dari tempat itu untuk mencari tempat yang nyaman untuk mengobrol.


Selama dalam perjalanan, Gadis terus memeluk Gifa dari belakang. Wanita ini amat rindu dengan kekasih hati yang sudah tega hampir membuatnya gila karena menunggu kabar.


Gifa sesekali melihat ke arah tangan Gadis yang sudah melingkar di perutnya.


Cit.


Motor Gifa pun sudah dimatikan. Mereka berdua berhenti di pangkalan nasi goreng.


"Bang, dua ya. Jangan pedas semua!" Gifa memesan dua nasi goreng untuknya dan Gadis.


"Ayo, Dis. Kita duduk disana!" Gifa menggandeng tangan Gadis untuk ikut bersamanya. Mereka pun duduk di atas karpet plastik di rerumputan taman.


"Aku kangen sama kamu, Gifa! Kamu kemana aja? Tega banget cuman ngabarin aku sekali doang hari ini!" Wajah Gadis terlihat sedih.


Gifali hanya terus menatap dalam wajah Gadis. Ia bingung harus berbicara apa sekarang.


Tadi disepanjang jalan ia sudah berjanji akan berkata jujur kepada Gadis dan ia ingin memutuskan hubungannya dengan Gadis.


Namun melihat wajah Gadis yang polos seperti ini, mengapa seakan keberanian itu menjadi sirna dan hilang.


"Maaf ya, aku sibuk antar Mama. Jadi aku harus fokus, kamu ngerti aku kan, Dis?" balasnya dengan segala kebohongan yang sudah tertata.


"Iya aku ngerti kok sayang, tapi seenggaknya kamu kasih aku kabar ya minimal satu jam sekali lah gitu!" Wajah Gadis merengut.


Gifali hanya tersenyum melihati Gadis yang seperti ini.


"Kamu nggak kangen ya sama aku?" tanya Gadis.

__ADS_1


Gifali hanya mengangguk.


"Kamu masih sayang sama aku kan?"


Ia hanya mengangguk tanpa bisa berucap.


"Oh iya, ini aku ada hadiah buat kamu." Gadis memberikan paper bag kepada Gifa.


"Hadiah? Aku kan nggak lagi ulang tahun, Dis!"


"Nggak apa-apa aku belikan buat kamu--"


"Wah, jaket?" seru Gifa dengan wajah senang.


"Kamu jangan buang-buang uang kayak gini, Dis. Lebih baik uangnya kamu tabung. Aku nggak perlu kamu belikan seperti ini!"


"Nggak apa-apa Gifa, aku juga membelinya dengan uang yang dikasih oleh Kakak sepupuku--"


"Baik banget dia, tapi jangan sering-sering ya, nanti Kakak sepupu kamu curiga terus ngmong sama Mama dan Papamu!"


"Nggak lah, Kakak sepupu ku itu orangnya baik banget. Kapan-kapan kita ketemu ya sama dia, aku mau ngenalin kamu!"


"Iya pasti! Makasi ya jaket nya--"


Cup.


Sontak kedua mata Gifali terbelalak, ketika Gadis mencium pipi nya dengan cepat. Gadis tersenyum bahagia.


"Di pakai ya besok. Aku ingin kamu memakainya disekolah!"


Melihat sikap Gadis yang seperti ini, tidak akan mungkin Gifa dengan teganya menyakiti hati wanita ini.


"Aku akan cari waktu lagi!"


***


.


.


.


.


.


Oh iyaa selagi kalian nunggu aku Update, bisa loh baca karya ku yang lain:


1.Mantanku Presdirku Suamiku


2.Bersahabat Dengan Cinta Terlarang



Dua Kali Menikah



Bisa klik di profil aku ya, terus pilih karya.


Like dan komen ya guyss🖤🖤❤️

__ADS_1


__ADS_2