
Haii selamat pagi
Aku kembali
Selamat baca ya guyss
❤️❤️❤️
Walau sedang bersama dengan Gadis, hati dan fikirannya tetap saja terbayang-bayang akan wajah Maura. Hatinya begitu senang dan gembira ketika ia berhasil mengecup bibir cantik Maura.
"Kakak sarapan dulu, Nak!" Seruan Mama Difa terdengar dari lantai bawah ke atas kamar Gifali.
Di meja makan semua orang sudah menunggu kedatangan Gifali.
"Gifa semalam pulang jam berapa, Mah?" tanya Papa Galih yang sudah siap dengan kemeja dan jas kantor.
Nadifa kembali mengatupkan kedua bibirnya ketika Gemma menyelak.
"Kakak pulang malam Pah, Jam sepuluh!"
"Kok kamu tau? Memang kamu belum tidur?" tanya Gana.
"Udah tidur sih, cuman aku ingin pipis jadi aku bangun---" jawab Gemma.
"Ayo Nak sarapan dulu." Ucap Mama Difa ketika anak lelakinya yang gagah sudah turun dari anak tangga. Ia pun duduk di meja makan dengan wajah berseri-seri.
Mama Difa mulai menuangkan nasi dipiring Gifali dan meletakkan beberapa lauk disana.
"Kak?"
"Iya Pah?"
"Kenapa kok pulang malam? Papa nggak enak nanti sama Papanya Maura, boleh keluar asal tau waktu Kak!"
Papa Galih memang humoris, tapi jika ia sudah mulai tegas, semua yang ada hanya bisa diam dan tidak bisa membantah.
"Kakak tepat waktu kok Pah, mengembalikan Maura ke rumahnya sesuai pesan dari Mama alika."
"Mengembalikan jam berapa Kak?" Sambung sang Mama yang mulai duduk disamping Papa Galih.
"Sebelum jam 8, Mah. Abis itu Kakak---"
Ada jeda sebentar, lalu menelan salivanya dalam-dalam.
"Motor Kakak bannya bocor, ya udah ditambal dulu sekalian, kan kalau malam susah cari bengkel." Ucapan Gifa begitu mantap tanpa terbata-bata, membuat Mama dan Papa nya langsung percaya.
"Ya syukurlah kalau begitu, intinya Kakak harus bisa tau waktu dan tau jarak. Boleh dekat tapi tidak melakukan hal-hal yang dilarang! Jangan membuat hal-hal yang memalukan kepada keluarga Maura, bisa malu nanti Mama dan Papa, Kak!" ucap Mama Difa.
Gana dan Gelfa saling melempar pandangan, aura kebahagiaannya seketika tergantikan dengan jaket baru yang kini tengah dipakai oleh Gifali.
__ADS_1
Benarkah ban bocor atau Kakak kerumah Kak Gadis ?
Ganaya terus bertanya-tanya dalam hatinya, hanya memberikan tatapan datar kepada sang Kakak. Mungkin ia akan menanyakan hal ini di sekolah.
"Iya Mah, Pah. Kakak sebisa mungkin akan jaga sikap kepada Maura dan keluarganya!"
"Mama dan Papa ada rencana melamar Maura untuk Kakak, sesudah kelulusan Kakak. Ya biar Maura nggak diambil orang, biar kalian juga punya ikatan khusus! Ingat Gifa, jangan buat hal-hal aneh, kamu harus setia sama Maura---"
"Iya Mah, aku setuju. Kalau perlu lamar aja Kak Maura dari sekarang," Sambung Ganaya.
Mendengar kata setia yang terlontar dari mulut Mamanya, sontak membuat Gifali mengingat kembali tentang Gadis dan Maura. Dirinya membohongi dua wanita itu. Dadanya terasa sesak kembali.
"Iya Mah, Kakak setuju!"
Drtt..drrtt
Gifa mengusap layar ponselnya yang gelap, lalu muncul notifikasi pesan yang membuat garis senyum di bibirnya melengkung membuat huruf V
Maura :
Selamat pagi Gifa. Bagaimana tidurmu semalam? Seperti tidur ku tadi malam begitu indah! Selamat belajar ya dan semangat selalu, aku akan merindukan kamu. I love you.
Baru saja mau membalas, pesan masuk datang kembali.
Gadis :
Pagi sayang. Hati-hati dijalan ya, ada aku yang selalu menunggu kamu disekolah.
Gifali kembali terdiam, ia bingung dengan keadaannya saat ini. Lalu ia menoleh ke arah Gana yang memang sedang melihati dirinya.
"Kalau Kakak nggak mau menyelesaikan semua ini, biar aku yang bantu!"
Batin Ganaya menyeruak. Begitu cintanya ia dengan Kakaknya, ia tidak ingin jika Maura pergi lagi.
****
Terlihat Ganaya sedang berdiri didepan kelas. Ia terus menatapi kehangatan antara Gadis dengan Kakaknya di bangku taman sekolah. Ia tidak suka ketika Gadis tengah tertawa bersama Gifali.
Lalu 15 menit kemudian bell tanda selesai istirahat sudah berbunyi. Gadis dan Gifa pun berpisah meninggalkan bangku taman dan kembali ke kelas masing-masing.
Ganaya dengan langkah cepat menghampiri Gadis.
"Gana?" Sapa Gadis dengan rasa bahagia.
"Tolong Kak, jauhi Kak Gifa. Putuskan hubungan kalian!" ucap Ganaya tanpa basa-basi. Ia cukup tegas dalam mengatakan hal ini, tidak ada raut takut sama sekali.
Wajah Gadis berubah menjadi mendung.
"Loh kenapa Gana? Apakah ada masalah dengan hubungan kami?"
__ADS_1
Gana menatap dalam kedua bola mata Gadis, ia sangat mantap untuk mengucap hal ini.
"Mama dan Papaku akan melamar wanita lain untuk Kakakku sehabis kelulusan, dari pada nanti Kak Gadis akan kecewa dan hubungan kalian akan menjadi sia-sia, lebih baik kalian putus dari sekarang!"
"Gana, jangan seperti ini. Aku ada salah sama kamu?" Gadis meraih tangan Ganaya, ia masih tersenyum tidak langsung percaya dengan ucapan Gana.
Gana mengerutkan keningnya.
"Aku sedang serius Kak, tentu Kak Gadis tidak ada salah denganku! Aku hanya tidak ingin, Kak Gadis akhirnya bersedih, itu saja!"
"Tapi Gifa tidak pernah menceritakan masalah ini kepadaku---" Gadis masih meyakini bahwa ucapan Gana yang baru saja didengarnya merupakan suatu kesalahan.
"Mungkin Kakak belum berani untuk memutuskan semua ini, mungkin ia bingung!"
Ada air mata menggenang di pelupuk kedua mata Gadis. Hatinya yang sedang kasmaran terhancurkan seketika dengan ucapan Ganaya yang begitu menyakitkan.
"Aku tau ini menyakitkan, tapi Kakak memang harus menerimanya. Aku minta maaf Kak sudah membuat hatimu sakit. Tapi percayalah kamu pasti bisa melupakan Kakakku!"
Jatuh lah air mata itu ke pipi cantik kepemilikan Gadis, ia pun langsung berlari ke ruang kelasnya sambil menahan isak tangis yang sedang mengguncang mental, jiwa dan hatinya.
Baginya tidak mungkin Gifali berbohong, apalagi dengan kata melamar wanita lain, tentu ia akan kalah.
Gana memang sudah menunjukan taringnya, entah bagaimana sikap Gifali setelah ini. Semoga saja dia tidak akan marah besar, karena merasa di dahulukan.
***
.
.
.
.
.
Oh iyaa selagi kalian nunggu aku Update, bisa loh baca karya ku yang lain:
1.Mantanku Presdirku Suamiku
2.Bersahabat Dengan Cinta Terlarang
Dua Kali Menikah
Bisa klik di profil aku ya, terus pilih karya.
__ADS_1
Like dan komen ya guyss🖤🖤❤️