
Hayy kesayangan, aku kembali❤️❤️
Ada kah yang rindu? Maaf aku baru datang, jangan cemas. Aku baik-baik saja, doakan sehat selalu ya dan kalian pun sehat2 dimanapun kalian berada, semoga aku juga selalu bisa untuk menghibur kalian❤️❤️
Selamat baca ya guyss
❤️❤️💛
.
.
.
.
.
.
Pagi kembali tiba. Seperti biasa Mama Difa sudah berada didapur untuk membuatkan suami dan anak-anaknya sarapan. Ia terlihat mondar-mandir dari dapur ke meja makan untuk menyiapkan semua makanan dan minuman.
Gelfa, Ganaya dan Gemma terlihat menuruni anak tangga dengan pakaian seragam sekolah yang sudah rapih. Mereka pun duduk di meja makan secara berderet.
"Pah?" Seru Mama Difa memanggil suaminya yang belum kunjung datang ke meja makan.
"Iya sayang, sebentar---" Papa Galih menjawab dari dalam kamarnya.
"Gelfa kenapa, Nak?" Tanya sang Mama. Pertanyaan ini sontak membuat Ganaya dan Gema tidak jadi memasukan suapan nasi ke mulutnya.
Ganaya yang sudah tahu Gelfani menangis sejak semalam hanya bisa diam membeku. Walau ia tidak tahu apa masalah Gelfani saat ini.
"Iya Kakak kenapa? Matanya bengkak gitu?" Tanya Gemma.
"Nggak apa-apa!" Balas Gelfa tanpa menoleh ke arah manapun, ia masih sibuk mengaduk-aduk makanannya di piring.
"Kamu sakit, Nak?" Mama Difa menghampiri Gelfa dan memegang tubuhnya takut anak ini sedang demam.
Papa Galih yang sudah rapih dengan pakaian kantor terlihat sudah berjalan menuju meja makan. Melihat anaknya tidak lengkap ia pun mulai bersua.
"Kakak kemana?" Papa Galih bertanya kepada Mama Difa.
"Oh iya, Mama sampai nggak ngeh kalau Kakak belum turun, Kakak! Ayo turun Nak---" Mama Difa mengubah haluannya untuk berseru memanggil Gifali. Yang mereka tahu sang anak lelaki mereka masih berada didalam kamar.
"Kakak semalam pergi Mah, kerumah Kak Maura!" Ucapan Gelfani sontak membuat semua orang geger.
"Maksudnya gimana, Gel?" Ganaya terlihat panik melebihi kedua orang tuanya.
"Katanya nomor Kak Maura nggak bisa dihubungi, jadi Kakak terpaksa kesana..."
"Kenapa enggak ijin sama Mama dan Pa----"
Seketika ucapan Mama Difa terhenti ketika ada suara yang menerobos pertanyaannya.
__ADS_1
"Assalammualaikum."
Terdengar ada suara dan langkah kaki yang sedang mereka bicarakan saat ini. Karena melihat sang Kakak sudah datang, Gelfani pun kembali membisu. Hatinya masih patah dan tidak percaya.
"Kamu menginap dirumah Maura, Kak?" Tanya sang Papa.
"Iya Nak, betul?" Sambung Mama Difa.
"Iya Mah, Pah. Kakak menginap dirumah Maura. Karena sudah malam, Kakak takut ada apa-apa dijalan kalau dipaksakan pulang, jadi Kakak putuskan untuk menginap,"
"Tapi kenapa Kaka nggak ijin kalau mau pergi kerumah Maura?"
Gifali pun menoleh ke arah Gelfani. Ia merasa sudah menitipkan ijin kepergiannya kepada kedua orang tuanya lewat adiknya itu.
"...Maaf aku lupa!" Jawab Gelfani datar. Semua orang yang ada semakin bertanya-tanya dengan sikap Gelfa yang aneh.
Gelfa dikenal sebagai anak yang ceria seperti tanpa punya masalah, ia selalu akan jahil dan merancau tiada henti ketika mereka sedang berkumpul.
"Memang Maura kenapa, Nak? Kenapa sampai malam-malam dipaksakan kesana? Apa kata Mama dan Papanya, apalagi sampai menginap seperti ini--" Mama Difa terlihat cemas sekali.
"Maura sakit Mah, dari siang sampai malam ponselnya mati. Gifa khawatir, maka Kakak nekat kesana, maaf ya Mah, Pah."
"Terus bagaimana keadaannya?" Tanya Papa Galih.
"Sudah mendingan Pah, Hanya saja Maura masih lemas, masih butuh istirahat."
"Baiklah nanti Mama akan menjenguknya kesana. Semoga cepat sembuh untuk calon menantu Mama. Oiya Hari ini Kakak sekolah kan?"
"Ayo mandi dulu sana, habis itu sarapan. Biar kamu nggak telat masuk sekolah---"
Gifa pun mengangguk dan berjalan kembali menuju kamarnya. Ia harus bersiap-siap untuk bergegas ke sekolah.
"Gelfani anak cantiknya Papah, kenapa wajahnya merengut aja dari tadi?" Tanya Papa Galih. Ia terus memperhatikan wajah Gelfa yang sedikit berbeda dari biasanya.
Ganaya dan Gema saling melirik. Menunggu apa yang akan diucapkan oleh Gelfani.
"Sakit gigi, Pah. Jadi malas ngmong---"
"Benar sakit gigi, Nak? Ayo Mama antar ke Dokter Gigi ya?"
"Nggak Mah, nggak usah!"
Gelfani terasa linu ketika Mama dan Papa nya terus saja membohongi mereka dengan jatidiri sang Kakak. Terlebih lagi Gifali yang akan hancur ketika mengetahui wanita berhati malaikat itu bukanlah Ibu kandungnya.
Lalu dengan siapa Papa menikah? Mengapa bisa mempunyai Kakak?
Bisikan tentang pertanyaan itu terus menyeruak di fikiran dan hati Gelfani. Membuat ia sedikit terluka dan kecewa.
Melihat anaknya tengah merajuk tanpa bisa di dekati, Mama Difa dan Papa Galih memutuskan untuk mengikuti kemauan Gelfani saat ini yang hanya ingin diam. Mereka pun ikut diam menunggu sampai Gelfani bercerita sendiri.
"Ayo habiskan sarapannya, jika sudah selesai bersiaplah berangkat sekolah." Papa Galih berseru.
Terdengar hanya suara Ganaya dan Gemma yang menjawab. Mama Difa dan Papa Galih saling bertukar pandangan untuk terus menatapi keanehan sikap Gelfani pagi ini.
__ADS_1
Ada apa dengan putriku ini?
Papa Galih bertanya sendiri kedalam hatinya.
15 menit berlalu, dengan langkah cepat Gifa kembali turun dari kamarnya. Terlihat Papa Galih dan ketiga adiknya sudah selesai menghabiskan sarapan mereka.
Mama Difa terlihat berjalan ke kamar untuk mengambil uang yang akan ia berikan kepada semua anak-anaknya untuk memberikan mereka uang jajan mingguan.
"Pah---!" Seru Gifali dengan wajah cemas dan panik.
"Kamu kenapa Kak?"
"Om Malik telepon Kakak, Pah. Katanya Tante Kinanti masuk ICU..."
"Ya Allah, kok bisa?" Papa Galih terlihat ikut panik.
"Biar lebih pasti, gimana kalau kita tengok Pah?"
"Jangan kasih tahu Mama soal ini! Kakak akan pergi bersama Papa kerumah sakit. Untuk Gana, Gelfa dan Gemma ikut juga merahasiakan semua ini dari Mama, Faham?"
Suara Papa Galih terlihat lantang. Dengan ultimatum seperti ini, semua anak-anaknya tidak akan lagi bertanya mengapa dan kenapa. Mereka akan mengikuti perintah sang Papa.
"Papa tidak mau, Mama bertemu lagi dengan Malik!"
***
.
.
.
.
.
Terharu aku sama komenan kalian, ternyata udah masuk banget ke cerita ini. Sabar dulu ya guyss mereka pasti akan bertemuu🔥🔥🔥
Oh iyaa selagi kalian nunggu aku Update, bisa loh baca karya ku yang lain:
1.Mantanku Presdirku Suamiku
2.Bersahabat Dengan Cinta Terlarang
Dua Kali Menikah
Bisa klik di profil aku ya, terus pilih karya.
Like dan komen ya guyss🖤🖤❤️
__ADS_1