GIFALI DAN MAURA

GIFALI DAN MAURA
Aku Sayang Kamu, Gifa Ku!


__ADS_3

Selamat sore guyss


Selamat baca ya


❤️❤️❤️❤️


Pagi pun kembali datang. Membawa sinar kebahagian dari hatinya kepada Maura. Hanya ada senyuman indah menghiasi wajah Gifali ketika ia sedang melajukan motornya untuk menjemput sang pujaan hati. Sesekali ia berdendang dengan keras menyanyikan lagu-lagu cinta.


Hatinya saat ini benar-benar sedang di mabuk asmara. Tadi malam merupakan mimpi indah bagi mereka. Saling membayangkan rupa, suara dan sentuhan.


Seluruh orang rumah hanya membiarkan ketika melihat sikap keduanya menjadi aneh, kadang senyum sendiri, tertawa sendiri atau berbicara sendiri.


Ya begitu lah cinta, kadang memabukkan dan kadang menjadi racun tanpa bisa diobati.


"Udah cantik, Nak.." Suara Mama Alika yang baru saja masuk kedalam kamar Maura. Ia terus melihati sang anak yang masih sibuk berdandan di cermin. Ia pun menoleh dan merentangkan tangannya untuk mendekap sang Mama.


Maura mencium pipi Mamanya. "Makasi ya, Mah. Ini semua berkat doa Mama. Hidup Kakak jadi lebih lengkap!"


"Iya Nak, Mama sangat bersyukur. Akhirnya penantian anak Mama nggak sia-sia--" Mama Alika terus mengunci tubuh anaknya, ia tidak henti-hentinya mengelus tubuh sang anak dan menciuminya.


"Satu pesan Mama Kak, kalian harus tau batasan. Jangan melakukan hal yang akhirnya bisa merendahkan kamu, Nak! Karena sesungguhnya perempuan terlihat mahal ketika ia bisa menjaga kehormatannya sampai menikah--"


"Dan Maura akan memberikan itu semua kepada Gifa, setelah nanti kalau kalian sudah menikah!" Sambung Mama Alika, ia terus menasehati sang anak.


"Kehormatan perempuan itu ibarat membawa telur yang belum matang. Kalau telur itu jatuh di wajan maka ia bisa berkembang menjadi matang dan bisa dimakan, tapi kalau telur itu sudah jatuh duluan di lantai, maka telur hanya akan tercecer dan menyebabkan bau amis yang tidak tertahan, tidak bisa di masak atau pun di makan. Maura mengerti kan maksud Mama??"


Wejangan ini sudah sangat dihafal oleh Maura. Mama Alika selalu menasehati Maura dengan ucapan yang berulang-ulang.


"Iya Mama ku sayang, Kakak faham Mah!" Maura pun mencium kedua pipi Mamanya secara bergantian.


"Kakak tau kan, gimana Mama sayangnya sama kamu? Mama hanya nggak mau, kamu sedih atau menderita. Di hati Mama, Kakak dan Adik itu posisinya sama!" ucap sang Mama dengan suara bergetar dan kedua mata yang sudah berkaca-kaca.


"Kebahagiaan Mama nomor satu untuk Maura, Mah! Maura nggak akan kecewakan Mama. Kakak janji---"


Mereka pun saling berpeluk dalam kehangatan Ibu dan anak. Mama Alika yang selalu mengerti keadaan Maura selalu bisa mendengarkan keluh kesah Maura dan terus dengan sabar menasehati Maura.


Itu semua menjadi modal untuk Maura, untuk melupakan kata ibu sambung terhadap Mama Alika. Baginya Mama Alika adalah Mama Kandungnya juga, tidak ada tolerir lagi.


Walaupun Mama Alika akan selalu mengantar Maura untuk berkunjung ke Makam sang Mama kandung dan mengingatkannya untuk selalu mengirimkan doa.


"Sayang..?" Suara Papa Bilmar mulai terdengar sebelum sampai ke pintu kamar putrinya. Ia memanggil Maura untuk memberitahu kalau Gifali sudah datang.


"Wah lagi asik nih pelukan, Papa mau dong ikut, ya karena Maura sekarang udah ada yang punya, Papa peluk Mama aja deh---"


Mereka pun tertawa bersamaan.

__ADS_1


"Ayo, Nak turun. Nggak enak kalau Gifa tunggu lama dibawah!" Mama Alika merangkul anaknya untuk turun bersama-sama.


Melihat calon mertua turun dari tangga, Gifali pun bangkit untuk menghampiri.


"Tante sehat?" tanya nya sambil mencium punggung tangan Mama Alika.


"Sehat, Nak! Gifa juga sehat ya. Oh iya, kalian hati-hati dijalan ya. Pulangnya jangan malam-malam, besok kan harus ke sekolah--"


"Iya Mah."


"...Iya Tante, Om, Gifa akan jaga Maura."


Dengan ijin dari kedua orang tua Maura, akhirnya mereka pun berlalu untuk pergi ke tempat tujuan yang ingin mereka datangi.


"Pah, kok Mama ngerasa sedih ya. Lihat anak kita sudah dewasa dan besar?" Air mata istrinya begitu saja menetes.


"Papa juga Mah, padahal kayaknya baru kemarin menimang Maura, sekarang udah dibawa aja sama kekasih hatinya--"


Mama dan Papa nya terus saja melihati mereka di ambang pintu.


Karena perjalanan cukup memakan waktu, maka diputuskan, Gifali memakai mobil milik Maura. Motornya pun ditinggal dulu dirumah Mama Alika.


****


Disepanjang jalan kenangan, Gifali terus saja memberikan senyum ke arah Maura. Wanita itu terus saja merubah posisi duduknya menjadi tidak tentu arah. Ia sedikit malu karena dilihati seperti itu oleh Gifali.


"Kamu cantik banget hari ini, Ra--" ucapnya memuji.


Gifali mulai meraih tangan Maura untuk digenggam diatas paha kirinya. Tangan Maura begitu dingin karena gugup, walau kali ini memang dengan Gifali, orang yang ia sayangi.


Tetap saja perasaan tegang begitu saja muncul, karena saat ini mereka hanya pergi berdua saja tanpa keluarga. Dan pergi bersama lelaki adalah hal pertama untuk Maura.


Gifali yang masih sibuk memutar-mutar stir mobil, terus saja melirik ke arah Maura, membuat rona wajah Maura begitu saja memerah.


"Bibir kamu kok jadi banyak minyaknya gitu, Ra?"


Hah? Gimana-gimana? Minyak katanya?Duh, kayanya kebanyakan ngolesin lipsgloss nih.


Maura menjadi salah tingkah, ia pun beringsut untuk mencari tissu, tapi sialnya helaian tissu itu seperti raib dibawa jin.


"Kamu juga wangi banget ya? Berapa botol yang kamu habisin, Ra?" Gifali berdecis geli.


Benar-benar Gifali terus membuat pujaan hatinya menjadi kikuk, gugup dan malu.


"Gifa, aku begini buat kamu---" ucapnya pelan. Ia terus menundukan kepalanya ke bawah. Maura masih malu, ia baru sadar kalau saat ini sepertinya sudah berlebihan.

__ADS_1


Gifali kembali meraih tangan Maura dan diciumnya.


"Nggak apa-apa, aku suka kok! Tapi aku minta, kamu dandan begini hanya untuk ketemu aku aja ya, bukan untuk yang lain! Dan kamu jangan terlalu dekat dengan teman lelaki selain aku---"


Gifali mulai menunjukan rasa posesifnya untuk Maura. Merasa diatur oleh Gifali, bukan membuat Maura marah malah membuat wanita ini terlihat senang dan bangga.


Seperhatian ini ternyata, Gifa sama aku. Aku jadi makin sayang sama kamu.


"Gifa---?"


"Iya, Ra?"


"Jangan tinggalin aku ya, kamu harus setia ya sama aku!"


Maura menimpa tangan Gifa yang masih menggenggam tangannya. Ia memiringkan tubuhnya dan mendekatkan wajahnya untuk melihat wajah Gifali lebih dekat, ia ingin memastikan bagaimana raut wajah Gifali saat ini.


Gifali terus menaikan simpul senyumnya secara perlahan-lahan sampai tegak sempurna. Seraya tengah memberatkan sesuatu yang kini masih bersarang di sumur hatinya yang paling dalam.


Gifa pun memberikan senyuman terbaiknya. "Aku berjanji akan selalu setia sama kamu...Mauraku!"


"Makasi ya, Gifa. Kamu sudah berhasil membuat awanku menjadi biru lagi, dan membuat jalanku yang gelap menjadi terang kembali, aku sayang kamu, Gifaku---"


***


.


.


.


.


.


Oh iyaa selagi kalian nunggu aku Update, bisa loh baca karya ku yang lain:


1.Mantanku Presdirku Suamiku


2.Bersahabat Dengan Cinta Terlarang



Dua Kali Menikah


__ADS_1


Bisa klik di profil aku ya, terus pilih karya.


Like dan komen ya guyss🖤🖤❤️


__ADS_2