Hurt! Empress Shopia

Hurt! Empress Shopia
eps. 12 : Terasa Sepi


__ADS_3

Seusai bercinta dengan Selir Lusia. Kaisar Raymond turun dari ranjangnya. Benar raganya berada di istana, tapi jiwanya berkelana memikirkan Permaisuri Shopia.


Istana terasa sepi tanpa wanita itu. Biasanya dia akan berlari, bercanda bersama dengan Elma. Namun melihat dirinya menghampirinya. Sebisa mungkin dia bersikap layaknya putri bangsawan.


Pernah ia melihat Permaisuri Shopia tertawa bebas bersama dengan pelayannya. Tidak ada perbedaan di antara mereka. Hal itulah yang membuatnya tertarik. Permaisuri Shopia selain lembut, dia tidak pernah membedakan status. Jujur dia merasa malu, dia yang menjadi seorang Kaisar. Kesatrianya saja enggan bercanda dengannya. Ia didik sangat keras tak tersentuh. Banyak orang yang segan padanya.


"Permaisuri Shopia, aku ingin seperti mu. Sekarang kamu lagi ngapain." Matanya melihat bulan purnama yang bersinar tenang. Dia memutar tubuh kekarnya, memandang wanita yang tertidur pulas di bawah selimut. Satu jam dia bergelut bersama dengan Selirnya. Rasanya sangat beda, biasanya dia akan puas, tapi tidak. Ia tidak merasa puas akan malam ini. Tubuhnya merindukan tubuh Permaisuri Shopia. Wangi tubuhnya dan kejahilannya.


"Shopia, aku akan menjemput mu besok."


Di sisi lain.


Tak

__ADS_1


Tak


Tak


Ketiga anak panah itu menancap tepat sasaran. Peluh keringat bercucuran di dahinya. Matanya tajam dengan dada naik turun. Sejak tadi ia berusaha memejamkan matanya. Namun matanya tak mau di ajak berkerja sama.


Deruan angin malam menggoyangkan kedua api yang menyinari papan bundar itu.


Tak


"Permaisuri, apa ingin bermain pedang?" Tawar seseorang.


Permaisuri Shopia mengangguk dan tersenyum. "Boleh, aku ingin menggunakannya. Sudah lama aku tidak menggunakan benda tajam itu." Ucapnya.

__ADS_1


Duke Luke mengambil benda tajam yang bergantung di papan itu. Tangannya mengambil salah satu pedang. Sedangkan Permaisuri Shopia mengembalikan panah itu ke tempat semula. Kemudian beralih mengambil salah satu pedang. Kedua orang itu mengambil langkah saling berhadapan dengan langkah berputar. Duke Luke menyerang lebih dulu. Permaisuri Shopia langsung menangkis serangannya.


Maafkan ayah, sayang. Kamu harus merasakan kerasnya seperti seorang laki-laki batin Duke Luke.


Waktu kecil, Permaisuri Shopia harus menahan keinginannya untuk bermain. Dia mendidiknya begitu keras. Hingga tidak ada waktu untuk bersantai seperti anak-anak seperti biasanya. Dia juga menyuruh pada putrinya supaya tidak menunjukkan pada siapa pun. Bahkan dia saja tidak memperketat penjagaan untuk putrinya agar tidak di curigai oleh musuh ayahnya.


Karena kurang fokus, tanpa sadar lengan Permaisuri Shopia tergores. Duke Luke langsung membuang pedangnya ke sembarangan arah.


"Sayang, maafkan ayah." Ucap Duke Luke seraya memegang lengan Permaisuri Shopia yang terluka.


"Tidak apa-apa, Ayah. Jangan khawatir. Aku saja kurang fokus."


Pelayan Elma memberikan obat cair itu pada Duke Luke. Ia mengobati dengan kapas yang sudah bercampur dengan obat cair itu. "Maafkan Ayah, sayang."

__ADS_1


"Ayah jangan khawatir, aku sudah terbiasa. Bahkan luka ini tidak sebanding dengan luka di hati ku, Ayah."


Hati Duke Luke seperti di hantam oleh batu. Rasanya sangat berat untuk bernapas. Ia kira, menikahkan dengan Kaisar Raymond. Walaupun dengan pernikahan politik. Bisa melindungi putrinya kelak. Namun ia salah, ia tidak bisa mempercayai Kaisar Raymond.


__ADS_2