Hurt! Empress Shopia

Hurt! Empress Shopia
eps. 39 : Selir Lusia Hamil


__ADS_3

Permaisuri Shopia memalingkan wajahnya. Detak jantungnya berubah tak karuan. "Permaisuri Shopia."


Kaisar Xavier mengecup singkat kepala Permaisuri Shopia. Kemudian melirik ke arah gaun yang terpajang jelas. "Aku rasa, gaun ini dari Kaisar Raymond."


Permaisuri Shopia berdecak kesal. Ia tidak peduli dengan gaun itu. Sama sekali, ia tidak peduli dengan pesta untuk Selir Lusia. Ia saja bingung dengan dirinya sendiri.


"Sudah jangan khawatir, ada aku yang selalu bersama mu. Aku akan menjaga mu." Kaisar Xavier meninggalkan Permaisuri Shopia saat mendengar sebuah ketukan.


"Permaisuri."


"Masuklah Elma."


Pelayan Elma memasuki ruangan junjungannya. Lalu meletakkan sebuah nampan di atas nakas yang berisi sebuah bubur. "Permaisuri makanlah, setidaknya Permaisuri harus menjaga kesehatan Permaisuri. Apa lagi ada nyawa di rahim Permaisuri."


"Benar, aku tidak boleh larut dalam kesedihan." Permaisuri Shopia mengambil bubur ayam di atas nakas itu. Meskipun rasanya sedikit hambar, ia harus memaksakan bubur itu masuk ke dalam perutnya.


Setelah selesai, Permaisuri Shopia merebahkan tubuhnya. Dan langsung memejamkan matanya. Menyambut esok pagi, entah apa yang harus ia rencanakan.

__ADS_1


Keesokan harinya.


Dengan malasnya, Permaisuri Shopia mandi yang di bantu oleh pelayan Elma. Matanya terasa berat untuk di buka. Mengingat hari ini persiapan untuk pesta ulang tahun Selir Lusia dan pengumuman penyambutan anggota baru. Ia harus bisa membuka matanya untuk mengurus semuanya.


"Permaisuri sebaiknya istirahat saja."


"Tidak Elma, aku harus mempersiapkan semuanya."


Seusai mandi,. Pelayan Elma merias tubuh Permaisuri Shopia dengan memakai gaun berwarna ungu. Beberapa saat kemudian terdengar suara Kaisar Raymond yang memanggil namanya.


"Permaisuri." Kaisar Raymond menghampirinya dengan wajah yang sumeriang. "Permaisuri ada sesuatu yang aku ingin katakan pada mu, Selir Lusia hamil. Sungguh aku sangat bahagia, sudah lama aku menantikan anak dari orang yang aku cintai."


Perkataan Kaisar Raymond membuat Permaisuri Shopia meremas gaunnya. Lalu apa yang akan terjadi, jika anaknya lahir tanpa cinta dari Kaisar Raymond. Mungkin saja, laki-laki di depannya akan pilih kasih.


Permaisuri Shopia berdiri. "Selamat Baginda, selamat atas kehamilan Selir Lusia." Ucapnya dengan terkesan dingin. Ia melirik Selir Lusia yang mendekatinya dan Kaisar Raymond.


"Terima kasih Permaisuri, ini juga berkat dari doa Permaisuri. Hingga aku memberikan keturunan untuk Baginda." Ucapnya seraya bergelanyut manja di lengan Kaisar Raymond yang mendapat elusan di kepalanya.

__ADS_1


Iri, tentu ia iri. Ia juga ingin mendapatkan kasih sayang seperti itu. Ia ingin di manjakan dan menemani hari-harinya.


"Permaisuri, aku yakin suatu saat nanti. Permaisuri akan memberikan keturunan untuk Baginda."


Permaisuri Shopia tersenyum simpul. Kenyataannya, dia memang sudah mengandung tanpa ada yang mengetahuinya. Kecuali dirinya, pelayan Elma dan Kaisar Xavier, laki-laki misteriusnya.


"Baiklah, aku masih ada urusan." Ucap Permaisuri Shopia. Hatinya tidak mau berdamai untuk saat ini. Bisa saja ia akan menangis di hadapan mereka.


"Permaisuri," Selir Lusia memegang pergelangan tangan Permaisuri Shopia. "Apa Permaisuri tidak bahagia dengan kehamilan ku? Sepertinya Permaisuri tidak senang," ujarnya dengan nada lembut.


"Aku senang Selir Lusia." Permaisuri Shopia melepaskan tangan yang melilit di lengannya. "Sangat senang, tapi sekarang aku ada urusan." Killahnya.


"Urusan apa yang membuat Permaisuri mengabaikan Selir Lusia?" Tanya Kaisar Raymond dengan nada tegas. Ia tidak suka, Permaisurinya mengabaikan Selir Lusia. "Jangan mengabaikannya Permaisuri Shopia, dia sedang mengandung keturunan ku. Permaisuri Shopia harus memanjakannya." Ucap Kaisar Raymond yang tersulut emosi.


"Aku tidak mengabaikannya, Baginda. Aku hanya ada urusan yang mendesak."


"Permaisuri tidak bisa memberikan apa yang Selir Lusia berikan. Jadi, aku harap Permaisuri tahu batasannya."

__ADS_1


Permaisuri Shopia mengepalkan tangannya. "Benar, aku sebagai seorang istri tidak bisa memberikannya. Akan tetapi seandainya jika aku hamil, apa yang akan Baginda lakukan? Mengabaikannya,"


"Benar, hal itu yang akan aku lakukan." Ucap Kaisar Raymond. Ia merangkul pinggang Selir Lusia meninggalkan Permaisuri Shopia yang membeku.


__ADS_2