Hurt! Empress Shopia

Hurt! Empress Shopia
eps. 73 : Aku Ingin Bertemu


__ADS_3

Sudah seminggu Kaisar Raymond berdiam diri di kamarnya. Menangis dan menyendiri adalah hal yang paling ia sukai saat ini. Banyak pekerjaan istana yang menempuk, semua laporan tersusun rapi di ruang kerjanya, yang mana membuat Pangeran Hilton terjun langsung mewakili segala urusan istana. Para bangsawan pun paham, mereka sudah mendengarkan tubuh Kaisar Raymond yang sakit.


"Baginda." Suara seseorang di depan pintu itu membuat Kaisar Raymond terburu-buru menghapus air matanya.


"Apa ada sesuatu yang ingin kamu tanyakan?"tanya Kaisar Raymond tersenyum.


Pangeran Hilton menatap lekat laki-laki di atas ranjang itu. Sudah seminggu, laki-laki tersebut menyendiri dan termenung Tidak boleh siapa pun yang memasukinya kecuali ia dan Pangeran Aronz.


"Baginda, sampai kapan Baginda seperti ini? lepaskan beban Baginda."


Kaisar Raymond mengangguk samar, bukannya tidak mau melepaskannya, tapi ia sedang berusaha tegar. "Aku, aku sedang berusaha Pangeran."


"Apa kamu pernah mencintainya?"


Pangeran Hilton mengangguk tersenyum. "Iya, aku mencintainya, jauh sebelum Baginda memilikinya."


Kaisar Raymond tersenyum sumbang, akhirnya ia tahu betapa sakitnya Pangeran Hilton waktu itu. Kini ia merasakannya. Sakit, perih, sesak, terasa di himpit oleh dua batu yang runcing. Bukan hanya itu, ia tidak bisa merasakan sakitnya seperti apa. Rasanya lebih sakit dari kematian di medan perang. "Ini karma kah, aku menyakitinya dan juga menyakiti mu."


"Maafkan aku," lirihnya menunduk.

__ADS_1


Pangeran Hilton menahan air matanya, dengan keberaniannya. Ia memeluk laki-laki di depannya. Kaisar Raymond pun menangis dalam pelukan sang adik. Dekapan Pangeran Hilton sangat hangat, hangat seperti Ibunya. Ia merindukan kehangatan ini.


"Menangislah kak, ini yang terakhir."


Seperti perkataan Pangeran Hilton. Kaisar Raymond menangis sejadi-jadinya, hingga ia merasakan bahunya basah. "Cukup sekarang kak."


Kaisar Raymond terus menangis, pelukan ini sangat melukainya. Pelukan yang mengingatkan sosok ibunya dan Permaisuri Shopia. Waktu kecil ia mengatakan pelukan hangat ibunya seperti pelukan malaikat yang memiliki hati suci. Kini ia merasakan sama dengan Pangeran Hilton.


"Bangkitlah kak,"


"Kita lalui bersama, aku dan rakyat mu membutuhkan mu."


Semua ocehan Pangeran Hilton membuat hatinya menghangat, benar, Pangeran Aronz, rakyatnya dan lebih mengejutkan lagi, Pangeran Hilton juga membutuhkannya.


"Kamu tidak membenci ku, setelah apa yang aku lakukan pada mu?" tanya Kaisar Raymond melerai pelukannya.


"Tidak, kak. Aku tidak membenci mu. Justru aku merindukan kehangatan mu. Aku menginginkan dirimu menganggap ku adik mu. Aku dan ibu ku yang salah karena telah datang dan membuat mu menderita." Ucap Pangeran Hilton menunduk, ia menangis mengingat pesan terakhir ibunya. "Ibu ku akan tenang, jika Baginda memaafkannya."


Laki-laki bejat, itulah sebutannya. Bahkan dia lebih bejat dari ayahnya. Karena dia, anaknya meninggal. Karena dia pula istrinya pergi. "Bolehkah aku memanggil mu, Adik."

__ADS_1


Pangeran Hilton mengangkat kepalanya, ia menatap manik sepasang mata Kaisar Raymond. Kemudian langsung mengangguk dan berhambur memeluknya. "Aku adik mu, kak."


"Boleh aku meminta sesuatu," Kaisar Raymond diam, ia mengusap punggung Pangeran Hilton dengan kasih sayang. Ia berjanji akan menyayanginya sebagai adiknya. "Kakak ingin bertemu dengan Permaisuri Shopia."


Deg


Pangeran Hilton melepaskan pelukannya. "Tapi kak, aku tidak mungkin membawanya menemui Kakak."


"Ini memang sulit untuk mu, tapi percayalah aku tidak akan melukainya. Aku hanya ingin bertemu dengannya. Dia boleh membawa suaminya dan anak-anaknya ke istana."


"Aku akan memikirkannya, kak." Ucap Pangeran Hilton ragu. Ia tidak janji untuk mempertemukannya.


Sedangkan di tempat lain.


Seorang wanita tengah melepas hasratnya bersama seorang laki-laki. Lima bulan ini, ia menuntaskan hasratnya yang telah menggebu-gebu itu. Suara ******* itu meraung-raung di ruangan itu.


Uh


Laki-laki itu menghentakkan miliknya dengan cepat, hingga memenuhi puncaknya.

__ADS_1


__ADS_2