
Di bawah cahaya bulan, di temani dengan cahaya lilin yang menari. Di dekat jendela itu dengan di iringi hembusan angin malam. Gorden berwarna putih itu melambai-lambai, menyapu ruangan. Hembusan kedua saling bersahutan. Lidah keduanya saling bergoyang, saling membalas dan saling menyesapi.
Kaisar Xavier mengangkat satu kaki Permaisuri Shopia, mengaitkan kakinya ke pinggangnya. Meraba paha mulusnya. Tangannya berhenti di area yang sangat indah itu, memainkan benda kenyal yang di apit itu.
Emmm
Kaisar Xavier mengangkat kedua kaki Permaisuri Shopia, melingkarkannya ke pinggangnya. Ia meraba bokong Permaisuri Shopia.
Hah
hah
Hah
Permaisuri Shopia dan Kaisar Xavier saling menyandarkan dahinya satu sama lainnya. Keduanya berhenti sejenak mengambil seluruh oksigen.
Kaisar Xavier tersenyum, ia melanjutkan ciumannya yang kini turun ke leher Permaisuri Shopia. Menjilatnya, mengecupnya, hingga meninggalkan sebuah maha karya berwarna ungu.
"Aku mencintai mu." Bisikan lembut dengan suara serak yang menggoda. Bagaikan sihir di telinga Permaisuri Shopia. Detak jantungnya berdebar semakin kencang.
Kaisar Xavier kembali mencium leher Permaisuri Shopia, setiap inci lehernya tak pernah lepas dari karya yang telah ia buat dengan bibirnya. Matanya menatap kedua gundukan itu.
Permaisuri Shopia tersenyum nakal, ia menggesekkan kedua buah dadanya ke dada Kaisar Xavier.
Kaisar Xavier terdiam, ia memejamkan matanya. Merasakan kedua benda kenyal itu bergesekan di dadanya.
Ah
Kaisar Xavier langsung melangkah ke ranjang lebar itu, membaringkan tubuh Permaisuri Shopia tepat di tengah hamparan mahkota bunga mawar berbentuk Love.
__ADS_1
Nafasnya semakin memburu, melihat lekukan tubuh Permaisuri Shopia semakin jelas dia dalam kain berwarna putih memperlihatkan tubuhnya.
Oh
Kaisar Xavier kembali mencium bibir Permaisuri Shopia dengan rakus. Ciuman itu turun ke lehernya, salah satu tangannya memasuki kain tipis itu, meremas kedua benda kenyalnya.
Ah
Permaisuri Shopia mendesah, saat Kaisar Xavier menyesapi salah satu buahnya. Ia meremas rambut hitam Kaisar Xavier. Menggigit pelan, memainkan di dalam mulutnya.
Oh
Mulut Kaisar Xavier berpindah tempat, ia kembali menyesapinya layaknya anak kecil yang sedang menyusu. Puas bermain di keduanya dan lagi-lagi meninggalkan karyanya.
"Shopia."
"Xavier." Desah Permaisuri Shopia. Ia di buat melayang oleh permainan Kaisar Xavier. Jika dulu dengan Kaisar Raymond ia biasa saja, tapi tidak dengan Kaisar Xavier. Permainannya bagaikan sengatan listrik yang menjalar di setiap saraf-saraf tubuhnya.
Dia memang menggilai tubuhnya, Permaisuri Shopia meraba dada bidangnya. "Kamu lihat, dia sudah tegak." Ucap Kaisar Xavier sambil melirik ke juniornya yang berdiri.
Blush
Wajah Permaisuri Shopia memerah, milik Kaisar Xavier panjang. Ah, otak mengingat kejadian dulu. Milik Kaisar Xavier lebih panjang dari milik Kaisar Raymond.
Glek
Kaisar Xavier terkekeh, ia mendekat dan membisikkan kata cinta seraya kembali membaringkan tubuh Permaisuri Shopia. Kaisar Xavier melebarkan kedua kaki Permaisuri Shopia, hingga kain segitiga itu terlihat. Kaisar Xavier membukanya, melemparkan ke lantai. Ia tersenyum nakal, tangannya memainkan benda kecil itu.
Permaisuri Shopia menggigit bibir bawahnya. "Xavier."
__ADS_1
Ah
Kedua tangan Permaisuri Shopia meremas seprai putih itu. Kaisar Xavier menjilatnya, bahkan menyesapnya. Oh, ia di buat gila dengan kenakalan suami mesumnya.
Permaisuri Shopia menggeleng, sungguh ia tidak tahan dengan permainannya. Kaisar Xavier mengangkat kedua paha Permaisuri Shopia. Miliknya siap memasuki penjara di depannya. Perlahan, bendanya memasuki. Sempit dan bergerigi.
Dia tidak menyangka, milik Permaisuri Shopia sangat sempit, bahkan miliknya terasa kesusahan memasukinya. Perlahan, juniornya menerobos memasuki penjara itu.
Permaisuri Shopia merasakan di bawah sana, milik Kaisar Xavier memenuhi perutnya. Benar, miliknya sangat besar.
Kaisar Xavier menatap sejenak manik Permaisuri Shopia. Sedikit lagi juniornya terdorong sepenuhnya.
Emmm
Kaisar Xavier mencium kembali bibir Permaisuri Shopia. "Aku mencintai mu, Shopia."
Permaisuri Shopia tersenyum, mengangguk. Sebuah kata cinta masih berat di kedua bibirnya.
Kaisar Xavier pun mendorong perlahan dan menarik perlahan, membuat irama indah.
Ah
Permaisuri Shopia mendesah, mendesah dan mendesah, hingga Kaisar Xavier melajukan ritmenya. Keduanya semakin menggila, suara ******* itu saling bertanya dan menjawab. Bunyi di bawah sana memenuhi ruangan itu.
Ah
Kaisar Xavier semakin mendesah hebat. Saat juniornya sudah mencapai puncak. Ia langsung membenamkan kepalanya di ceruk leher Shopia. Ia mendiami juniornya di rahim Shopia. Agar salah satu kecebong miliknya bersemayam di rahimnya. Peluh keringat keduanya saling membasahi, nafasnya keduanya memburu lelah.
Permaisuri Shopia tersenyum, ia memeluk tubuh Kaisar Xavier. Kehangatan yang Kaisar Xavier ciptakan yang tidak bisa di miliki oleh Kaisar Raymond. Ia mengecup kepala Kaisar Xavier. Ia berharap dengan penyatuan ini
__ADS_1
####____ Maaf, authornya kagak tahu buat adegan kecuali cari inspirasi dari banyaknya novel lain. Oh, jangan tercengang, authornya belum nikah jadi kagak tahu. Ini pun juga nulisnya juga menyiksa🤧🤧