
"Kamu datang dari mana Permaisuri," ujar Kaisar Raymond dengan berapi-rapi. Nafasnya terasa panas. Ia sangat marah, ia tidak suka Permaisuri Shopia berdekatan dengan Pangeran Hilton.
"Baginda, aku datang dari luar."
Kaisar Raymond menarik salah satu sudut bibirnya. "Dari luar, bersama dengan Pangeran Hilton. Aku tidak menyangka, Permaisuri bermain mata dari belakang ku."
Permaisuri Shopia meremas gaunnya. Jadi di matanya, ia wanita rendahan yang menggoda laki-laki. "Seburuk-buruknya, hidup ku. Aku tidak pernah menggoda laki-laki mana pun."
"Benar, kamu hanya bisa menghabiskan waktu mu dengan Pangeran Hilton. Kamu memang berbeda dengan Selir Lusia."
Lagi-lagi hatinya harus menahan sakit. "Benar, aku memang berbeda dari Selir Lusia. Dia baik, dia sangat lembut dan polos. Aku memang berbeda Baginda. Aku ingin menjadi diriku sendiri, tanpa harus menjadi orang lain untuk di cintai. Untuk mengemis cinta,"
"Selir Lusia memang lebih baik dari pada kamu."
__ADS_1
Permaisuri Shopia menatap Kaisar Raymond dengan mata berkaca-kaca. Melihat perbuatannya hari ini, tidak akan ada keadilan untuk dirinya.
"Kamu tahu aku membencinya, kamu tahu aku tidak ingin kamu berhubungan dengannya."
"Apa alasan Baginda? Selain karena politik. Baginda juga ingin memisahkan aku dengan Pangeran Hilton,"
"Benar, aku tidak suka dia hidup bahagia. Dia sudah menghancurkan diriku dan juga ibu ku. Dia sama dengan ibunya, sama-sama perusak."
"Kamu tahu apa Permaisuri? Jangan bawa-bawa ibu ku. Kamu tidak akan mengerti bagaimana kesedihannya saat Ayah membawa wanita itu untuk di jadikan Selirnya. Kamu tidak akan pernah tahu kesedihannya."
Permaisuri Shopia tertawa dalam genangan air matanya. Bagaimana bisa ia tidak tahu kesakitannya? Ia tahu dan sangat tahu. Bahkan dia juga merasakannya. Lalu apa bedanya Kaisar Raymond dengan Kaisar Terdahulu.
"Kenapa tertawa? Apa kamu pikir hidup ibu ku lelucon. Kamu memang berbeda dengan Selir Lusia. Selain cantik dia tidak seperti mu,"
__ADS_1
"Selir Lusia, Selir Lusia dan Selir Lusia. Aku memang beda Baginda, aku adalah aku, dia adalah dia. Jadi jangan bedakan aku dengan Selir Lusia. Baginda ingin tahu betapa sakitnya, Ibu Permaisuri. Sangat sakit Baginda, sangat sakit. Bahkan aku tidak ingin membaginya pada siapapun, apalagi dengan Duke Luke, ayah ku. Baginda ingin tahu, tanyakan pada diri Baginda sendiri. Tanyakan, apa yang ada di dalam diri Kaisar, ada pada diri Baginda. Baginda juga mendatangkan wanita masa lalu Baginda. Dan aku yakin, alasannya pasti sama dengan Baginda."
Kaisar Raymond terdiam, ia baru menyadari perbuatannya. Jika di cerna sedikit demi sedikit. Dirinya tidak ada bedanya, ia membawa wanita masa lalunya ke dalam kehidupannya. Bahkan Permaisuri Shopia sangat bijak seperti ibunya. Jadi selama ini Permaisuri Shopia juga merasakan apa yang di rasakan oleh ibunya. "Permaisuri." Kaisar Raymond hendak memeluk Permaisuri Shopia. Secepat kilat, Permaisuri Shopia memundurkan langkahnya.
"Aku sudah tanda tangani surat itu. Sebaiknya Baginda harus memperketat pendidikan Selir Lusia. Suatu saat, dia akan menggantikan diri ku."
Deg
Kaisar Raymond mematung, surat, tidak ada yang tahu perkara surat itu. Bahkan dia sendiri tidak pernah mengatakan pada siapapun. "Maksud Permaisuri,"
"Surat perjanjian, Baginda tidak memberikannya pada ku, tapi aku sudah menandatanganinya."
Tanpa berfikir panjang, Kaisar Raymond meninggalkan Permaisuri Shopia. Ia ingin mengecek sendiri surat itu. Apa benar tanda tangan Permaisuri Shopia sudah berada di atas surat itu.
__ADS_1