
"Permaisuri Shopia, aku bisa menjelaskan semuanya. Aku tidak berniat berbohong. Aku tahu kamu kecewa pada ku, tapi aku mohon jangan menjauhi ku." Ucap Kaisar Xavier.
Permaisuri Shopia memalingkan wajahnya. Dia paling tidak suka di bohongi. "Kenapa tidak jujur?"
"Aku takut kamu menjauhi ku." Kaisar Xavier duduk berjongkok di depan Permaisuri Shopia. Di tatapnya wajah ayu itu, dengan sejuta cinta yang mendalam di hatinya. Ia tidak pernah merasakan takut, khawatir dan sakit. "Kamu pernah mengatakan, kamu suka laki-laki yang sederhana. Hidup bebas tanpa ada aturan. Dari sana lah aku sadar, aku takut, aku takut kamu pergi Shopia." Lirih Kaisar Xavier menunduk.
Di tak mendongak atau pun melihat mata wanita yang ia cintai. Ia takut melihat kemarahan di wanitanya. "Aku takut, Shopia."
Permaisuri Violeta tertegun, sama halnya dengan Kaisar Metteo. Seorang Kaisar Iblis menunduk di hadapan putrinya. Kaisar angkuh dan bengis itu sedang memohon pada putrinya.
Permaisuri Shopia memegangi kedua bahu Kaisar Xavier. Mata tajamnya kini di penuhi genangan air. Ia seperti wanita yang di hargai. Baru kali ini seumur hidupnya setelah ayahnya, Duke Luke.
"Jangan menjauhi ku."
Permaisuri Shopia tersenyum hangat. "Tidak akan,"
Kaisar Xavier langsung memeluk Permaisuri Shopia. Memejamkan matanya, menghirup aroma mawar di tubuhnya. Ia sangat takut kehilangan wanita dalam dekapannya. "Aku mencintai mu."
__ADS_1
Kaisar Xavier mengurai pelukannya. "Jadilah Permaisuri satu-satunya di hati ku dan di istana ku."
"Maaf aku tidak bisa, aku belum siap memulainya Baginda." Lirih Permaisuri Shopia. Permainan istana masih ia ingat, pernikahan politik, saling menguatkan. Saling mencaci dan Saling mengacungkan pedang. Ingatannya berputar pada para bangsawan yang mengajukan Kaisar Raymond menikah lagi. Padahal masih jelas umur pernikahannya dua minggu.
"Apa karena identitas ku?" Tebak Kaisar Xavier. "Aku menyayangi mu, Shopia. Tidak akan ada yang namanya pernikahan politik. Aku menikahi mu bukan karena status mu anak seorang Kaisar. Aku menikahi mu karena aku memang mencintai mu, baiklah. Aku akan menunggu jawaban mu."
Permaisuri Shopia mengelus kepala Kaisar Xavier. "Berikan aku waktu,"
"Baiklah, tapi ikutlah ke istana ku. Ku pastikan Kaisar Raymond tidak akan tahu. Di sini sangat berbahaya, Kaisar Raymond pasti akan menjemput mu ke istana."
"Bagaimana kalau Shopia tidak bersama kami Baginda?" Tanya Permaisuri Violeta menyanggah ucapakan Kaisar Xavier.
"Aku ingin Permaisuri Shopia di istana ku. Tidak akan aman jika dia bersama Permaisuri. Tapi aku tidak ingin egois, keputusan ada di tangan Permaisuri Shopia. Aku hanya menurutinya dan mengusahakannya."
"Pikirkan besok saja, sebaiknya Shopia beristirahat dulu." Ucap Permaisuri Violeta. Dia juga butuh persetujuan Duke Luke.
Permaisuri Violeta mengantar putrinya memasuki dalam kamar. Setelah datang ke kediaman Duke. Permaisuri Shopia lebih menghabiskan waktu di kamar putrinya. Dia ingin tahu kamar putrinya, parfum apa yang di sukainya, warnanya. Semua tentang putrinya.
__ADS_1
"Shopia." Panggil seseorang dari luar pintu. Dia memasuki kamar putrinya, menatap intens seorang ibu dan seorang anak. Ia melihat senyuman di bibir istrinya yang tidak pernah pudar.
"Alangkah baiknya kamu mau menikah dengan Kaisar Xavier. Dia memang kejam, tapi hatinya lembut Shopia. Kamu tahu, dia lah yang menolong mu. Membunuh orang yang ingin membunuh mu. Dan lagi, agar hati mu tidak terlalu sakit. Kamu harus melupakan Kaisar Raymond. Membuka hati mu untuk orang lain. Berpikirlah yang bijak. Ayah sangat yakin, Kaisar Xavier mampu menjaga mu."
"Aku takut, aku tidak bisa mencintainya, ayah."
"Cintailah Kaisar Xavier secara perlahan, buka hati mu untuknya. Ayah sangat mengenalnya. Kami melakukan kerja sama. Seumur hidup ayah, ayah tidak pernah melihatnya bersama seorang wanita. Ayah pernah bertanya pada pria paruh baya yang menjaganya sejak kecil. Duke Harvis, laki-laki itu bercerita pada ayah, Kaisar Xavier tidak pernah tersentuh oleh wanita mana pun. Sebenarnya dia meminta ayah untuk mencarikan jodoh di Kekaisaran ayah agar kerja sama semakin kuat. Tapi tanpa ayah duga, justru kamu lah yang akan menikah dengannya."
Permaisuri Violeta memilih diam. Ia mencerna perkataan suaminya. Apa yang dikatakan oleh Kaisar Metteo ada benarnya. Dia ingin putrinya bangkit dan tidak terjerumus ke dalam cinta Kaisar Raymond.
"Bagaimana menurut ibu?" Tanya Permaisuri Shopia membuyarkan pikiran Permaisuri Violeta.
"Ibu menurut saja, turuti kata hati mu. Sebenarnya Kaisar Xavier sudah menemui Ibu dan Ayah dia meminta mu menjadi istrinya."
"Gawat!" Teriak seseorang. Laki-laki itu berlari. Menatap ketiga orang yang berada di kamar putrinya. "Shopia kamu harus pergi, ikut dengan orang tua mu."
"Ada apa Ayah?" Tanya Permaisuri Shopia.
__ADS_1
"Kaisar Raymond membawa beberapa pengawal istana menjemput mu. Sebaiknya kamu harus pergi," ucap Duke Luke. Untung saja dia pulang cepat waktu dan mendengarkan pembicaraan Kaisar Xavier dan pengawal bayangannya.
"Aku tidak akan pergi dengan orang tua ku, ayah. Aku akan menyulitkan mereka. Aku akan ikut dengan Kaisar Xavier. Aku menikah dengannya ayah." Ucapnya mantap. Dia akan membuktikan pada Kaisar Raymond. Jika dia bisa hidup bahagia tanpa dirinya.