
"Setega itu Baginda menuduh, Duke Luke. Orang yang telah menolong Baginda. Tahukah Baginda, ayah ku dulu juga tidak menginginkan pernikahan ini. Tidak ada seorang anak yang ingin menikahkan putrinya tanpa saling mencintai. Tidak ada Baginda, kini aku mengerti."
"Aku tidak peduli apapun penjelasan mu, yang jelas." Kaisar Raymond menunjuk ke lantai dengan menggunakan jari telunjuk tangan kanannya. "Jangan pernah mencoba untuk melukainya."
Kaisar Raymond langsung pergi tanpa mendengarkan penjelasan lebih panjang lagi. Baginya sudah jelas memberikan peringatan.
Sedangkan Permaisuri Shopia tangannya langsung memegang pagar pembatas itu, air matanya langsung keluar. Tidak ada isakan, namun air bening itu terus mengalir deras. Kaisar Raymond jauh menyakitinya, setelah apa yang dia lakukan dan sekarang menuduhnya dengan ayahnya.
Aku membenci mu, Kaisar Raymond. Aku sangat membenci mu batinnya seraya meremas pagar pembatas itu.
Urat-urat lehernya bahkan terlihat menonjol keluar. "Aku tidak akan melupakan penghinaan ini." Geramnya.
"Permaisuri." Sapa pelayan Elma mendekat.
"Dia menuduh ku, Elma. Dia menuduh ayah ku. Apa aku terlihat jahat di matanya? Hati ku sakit, saat dia menuduh ayah ku. Ayah ku, Elma. Ayah, ku Baginda tega, Elma." Permaisuri Shopia pun memeluk pelayan Elma. Mencurahkan seluruh hatinya.
"Permaisuri."
Tak terasa waktu siang dan sore telah berlalu. Permaisuri Shopia duduk di kursi panjang itu menghadap ke taman depan istana. Bibirnya melekat erat, namun air matanya terus berjatuhan.
"Permaisuri." Pelayan Elma menaruh makan malam di atas meja di depan Permaisuri Shopia. Di ikuti dua pelayan yang menaruh lauk pauk, sop dan daging panggang.
__ADS_1
"Silahkan di makan Permaisuri," ujar pelayan Elma. "Kalian boleh pergi." Sambungnya lagi pada kedua pelayan di sampingnya.
"Aku tidak bernafsu, Elma."
"Jangan seperti itu, Permaisuri. Bagaimanapun juga, Permaisuri harus menjaga kesehatan Permaisuri. Jangan larut dalam kesedihan. Pikirkan Tuan Duke, Tuan lebih sedih Permaisuri."
Permaisuri Shopia menyetujui perkataan pelayan Elma. Ia tidak boleh sedih dan memikirkan dirinya sendiri. Masih ada orang lain yang lebih sedih dari pada dirinya.
"Apa Permaisuri ingin pergi dari istana ini?"
"Ingin sangat ingin, tapi tugas ku belum selesai Elma. Saat Selir Lusia sudah bisa menguasai semuanya, aku bisa pergi dengan tenang. Kaisar Raymond sangat keras kepala. Kadang dia tidak bisa berfikir sebelum bertindak. Apa lagi sekarang? Marchioness saja mengeluh mengajarkan Selir Lusia yang tidak bisa apa-apa. Bagaimana aku bisa meninggalkan istana? Sebelum Selir Lusia paham betul."
Permaisuri Shopia mendesah berat. Ia pusing jika memikirkan semuanya, pergi untuk dirinya memang jalan yang terbaik. Namun bagaimana dengan puluhan ribu orang lain yang masih membutuhkannya.
"Permaisuri."
"Selir Lusia, Baginda tidak marah pad aku. Memangnya ada apa?" tanya Permaisuri Shopia berpura-pura tidak mengerti.
Selir Lusia mengerucutkan bibirnya. Ia menatap sejenak, hatinya tidak percaya sama sekali. Namun ia berusaha untuk mempercayainya, menepis semua keraguannya.
"Tapi kenapa aku merasa ragu,"
__ADS_1
"Elma apa kamu tadi melihat Baginda datang kesini?"
Pelayan Elma yang sudah di beri kode menggeleng cepat. "Ti-tidak Selir Lusia."
"Permaisuri, berjanjilah untuk tidak meninggalkan ku."
Permaisuri Shopia mengelus pucuk kepala Selir Lusia layaknya seorang adik yang sangat ia sayangi. "Iya, istirahatlah."
"Jika Baginda memarahi Permaisuri, katakan pada ku."
Permaisuri Shopia hanya mengangguk dan tersenyum.
Aku tidak akan memberitahu mu, karena dirimu begitu polos Selir Lusia.
"Baiklah, aku akan tidur. Permaisuri, besok temani aku ke luar istana. Aku ingin melihat ayah."
"Baiklah, apapun itu. Sekarang kembalilah."
Selir Lusia pamit dengan wajah ceria. Ia begitu senang, besok pagi akan bertemu dengan sang ayah dan menghabiskan waktu bersama Permaisuri Shopia. Selama ini tidak ada yang menyayanginya seperti Permaisuri Shopia dan Kaisar Raymond. Sekarang menambah satu orang lagi, yang tak lain adalah ayahnya, Duke Kendrix.
__ADS_1
Mungkin ada yang minat novel saya.
Bisa hubungi saya melalui WA : 085735704266 atau WA ke nomor yang tertera di gambar ya😊ðŸ¤