Hurt! Empress Shopia

Hurt! Empress Shopia
eps. 75 : Tanda Cinta Di Leher


__ADS_3

brak


Meja kayu di depannya, menjadi sasaran empuk amarahnya yang meluap-luap. Gila, ia berfikir orang yang menulisnya sudah gila. Sebuah permohonan mempertemukan istrinya dengan Kaisar Raymond.


prank


bruk


Suara vas bunga dan dokumen istana itu jatuh ke lantai. Ia menganggap Pangeran Hilton sahabatnya, tapi bukan berarti seenaknya saja meminta apa yang sudah menjadi miliknya. Ia sudah menjaganya, bahkan tidak ada yang bisa menyentuh miliknya seujung kuku pun.


"Apa karena dia sudah menjadi seorang Pangeran lalu seenaknya saja meminta istri ku? Tidak!"


Permaisuri Shopia mematung melihat Kaisar Xavier yang mengeluarkan aura hitamnya. Ia paham, mungkin surat tidak jauh beda dari isi suratnya.


"Baginda."

__ADS_1


Kaisar Xavier tak menjawab, dadanya naik turun, beribu-ribu kemarahan yang ia siapkan untuk di ledakkan. "Apa kamu akan kesana? Apa kamu akan menemuinya?" tanya Kaisar Xavier tanpa bernafas. Matanya menajam menatap istrinya.


"Aku akan menemuinya." Jawab Permaisuri Shopia. Setelah menerima surat itu, ia sudah memikirkan secara matang-matang.


Kaisar Xavier langsung mengangkat meja itu, membenturkannya ke dinding. Dinding itupun retak dan mejanya hancur. Nafasnya memburu, "Apa kurangnya aku Shopia."


Permaisuri Shopia langsung memeluk Kaisar Xavier, mengusap punggungnya. Ia merasa bersalah telah menyakiti hatinya. "Aku tidak pernah merasakan kekurangan Baginda. Aku hanya ingin memperjelas hubungan ini. Sekalian aku bertemu dengan Duke Luke. "Permaisuri Shopia melepaskan pelukannya, ia tidak merasakan pelukan terbalas.


Permaisuri Shopia berjinjit, mencium Kaisar Xavier, menyesapinya bibirnya, ia memperdalam luma*tan itu hingga akhirnya Kaisar Xavier membuka mulutnya dan membalas ciuman istrinya.


Kaisar Xavier merutuki kelemahannya, kenapa ia tidak bisa marah saat Permaisuri Shopia menciumnya? Kenapa ia tidak bisa menolaknya, dan hasilnya seperti ini. Ia lemah dalam rayuan dan kelembutannya. "Tapi jangan lama-lama, bisa-bisa aku tidak tahan menghantamnya, tapi malam ini harus ada kompensasinya." Ucap Kaisar Xavier tersenyum menyeringai.


"Apa suami ku?" tanya Permaisuri Shopia pura-pura tak mengerti, padahal ia tahu pikiran Kaisar Xavier yang sangat mesum.


"Tiga ronde."

__ADS_1


Permaisuri Shopia terkekeh, melihat jari Kaisar Xavier yang memperlihatkan tiga jari seperti ucapannya. "Berapapun itu, aku milik Baginda."


"Satu lagi, Permaisuri harus memberikan tanda cinta di leher ku. Aku akan mengatakan kalau Permaisuri mencintai ku."


"Baginda!" Pekik Permaisuri Shopia. Ia saja malu saat pelayannya melihat hiasan di lehernya, lalu apa ini? Kaisar Xavier justru mau memperlihatkannya. Bagaimana malu dirinya?


"Tidak-tidak, aku tidak bisa menuruti kemauan Baginda. Aku malu Baginda."


"Huh, ya sudah jangan kesana dan jangan menemui Duke Luke." Kaisar Xavier memalingkan wajahnya. "Atau Permaisuri malu karena memiliki suami monster seperti ku."


"Apa maksud Baginda? tidak ada kata malu dalam hidup ku selama menikah dengan Baginda. Aku akan melakukannya, aku akan menuruti permintaan Baginda."


Kaisar Xavier memeluk mesra tubuh Permaisuri Shopia, menjatuhkan kepalanya di bahu istrinya, mencium aroma tubuh Permaisuri Shopia. "Aku mencintai mu."


"Aku sangat-sangat mencintai Baginda. Ya sudah. kita keluar. Biarkan para pelayan membersihkan kehancuran ini." Permaisuri Shopia merangkul lengan kekar Kaisar Xavier. Ia bernafas lega, setidaknya amarah Kaisar Xavier menipis. Bukannya menghilang, namun kulitnya masih merasakan aura dingin dari kulit Kaisar Xavier.

__ADS_1


Lihat saja, Kaisar Raymond. Aku akan membuat mu mengerti.


__ADS_2