Hurt! Empress Shopia

Hurt! Empress Shopia
eps. 45 : Maafkan Ibu, Nak


__ADS_3

Sepanjang malam Permaisuri Shopia melepaskan semua air matanya. Ia tidak ingin di ganggu oleh siapapun. Mengurung diri di dalam kamarnya adalah jalan terbaik. "Maafkan ibu, Nak."


Argh


Permaisuri Shopia berteriak mengeluarkan rasa sesak di dadanya seraya membuang selimutnya dengan kasar. "Seandainya aku pergi tidak akan seperti ini. Aku membenci mu Kaisar Raymond, menikah dengan mu adalah penderitaan bagi ku. Aku membenci mu .... "Teriak Permaisuri Shopia.


"Tuhan, aku tidak meminta anak ku untuk di sayangi dia. Aku tidak butuh, tapi kenapa dia harus pergi. Kenapa harus anak ku yang pergi. Seharusnya aku, seharusnya aku. Bukan anak ku,"


Permaisuri Shopia melempar bantal itu ke segala sembarang arah.


prank


Tidak puas melemparkan bantal, ia membuang vas bunga di atas nakasnya. "Aku membenci mu, Kaisar Raymond." Lirihnya seraya menunduk. Rasanya, ia ingin mengeluarkan semua sakit hatinya. Rasa sakit yang tak bisa ia hilangkan dalam sekejap.


"Aku ingin anak ku hidup, aku ingin dia kembali. Aku tidak akan pernah meminta Baginda mencintainya. Cukup aku, cukup aku yang akan menjadi seorang ayah dan seorang ibu. Aku dan anak ku tidak butuh cintanya."

__ADS_1


Permaisuri Shopia mendongak, saat ia rasakan seseorang yang menyentuh kepalanya. Matanya kabur karena genangan air, tapi ia bisa mencium aroma tubuhnya.


"Jangan bersedih,"


Laki-laki itu tersenyum, sakit. Itulah yang ia rasakan saat wanita di hadapannya menangis. Ingin sekali dia membunuh Kaisar Raymond. Tapi tidak, dia akan membuat Kaisar Raymond merasakan pembalasannya. Merasakan rasa sakit wanita yang ia cintai mengeluarkan air mata. Ia akan membuatnya menderita.


Tunggu saja Kaisar Raymond.


Kedua tangannya menghapus buliran air yang berjatuhan itu. Setiap sentuhan hangat air bening itu menyentuh kulitnya. Rasanya seperti jarum yang menjalar, melaju pada hatinya. "Permaisuri Shopia."


"Menangislah, keluarkan semua rasa sakit hati mu."


"Aku membencinya,"


Kaisar Xavier mengepalkan tangannya. Ia berjanji akan membuat Permaisuri Shopia bahagia. "Kamu boleh membencinya, bencilah sesuka hati mu. Apa perlu aku membunuhnya."

__ADS_1


Permaisuri Shopia menggeleng, saat itulah Kaisar Xavier merasa lemas. Permaisuri Shopia masih mencintainya. Seharusnya, wanita di depannya memintanya untuk membunuh suami bajingannya itu.


"Aku tidak ingin melibatkan siapapun, aku tidak inginkan membuat siapa saja yang dekat dengan ku bermasalah. Cukup aku, cukup aku yang merasakan sakitnya. Dia juga sudah mengurung Pangeran Hilton. Aku tidak memiliki siapapun di istana ini. Aku ingin keluar,"


Kaisar Xavier mencium kepala Permaisuri Shopia. Dia akan membuat pelajaran pada Kaisar Raymond. Semua perbuatannya harus di bayar mahal.


"Syut jangan menangis." Kaisar Xavier mengangkat tubuh Permaisuri Shopia. Lalu menggendongnya ala bridal style.


"Lepaskan aku," Bentak Permaisuri Shopia. Bisa-bisanya ia di gendong oleh orang asing ini lagi. Karena larut dalam kesedihan ia terlena pada laki-laki tampan di depannya.


Kaisar Raymond duduk di kursi putih itu, mengelus kepala Permaisuri Shopia yang duduk di atas pahanya.


"Lepaskan aku," Permaisuri Shopia hendak turun. Namun tangan kekarnya melilit erat di pinggangnya. "Hey, dasar tidak sopan."


Kaisar Xavier terkekeh senang. Inilah yang ia rindukan, mata tajam, rasa kesalnya. Lebih baik melihatnya marah daripada harus menangis seperti ini. Tangannya yang lembut dan hangat dalam pelukannya membuatnya merasakan ketenangan dan nyaman.

__ADS_1


__ADS_2