
"Baginda."
Laki-laki itu tersenyum sambil mencium sapu tangan berwarna putih dengan sulaman bunga mawar di tangannya. Sekalipun, ia tidak berniat melepaskan sapu tangan itu di tangannya.
"Dia seorang Permaisuri dari Kekaisaran ini Baginda."
"Permaisuri,"
Matanya tajam dan rahangnya mulai mengeras. Apa yang tidak ia miliki? harus ia miliki dengan cara apapun.
"Namun, Kaisar Raymond membawa wanita masa lalunya ke istana Baginda dan menjadikannya sebagai Selirnya."
Bibir itu terangkat ke atas membentuk sebuah senyuman iblis. "Sangat menarik. Bagaimana kalau aku berkunjung sebagai teman Pangeran Hilton? Kabari dia,"
Sedangkan di sisi lain.
Permaisuri Shopia telah sampai ke istana dengan pelayan Elma. Langkahnya berhenti ketika melihat seseorang yang ia kenal.
"Pangeran Hilton."
Laki-laki yang tengah fokus berbicara dengan seorang pelayan itu pun menoleh. "Permaisuri."
__ADS_1
Pangeran Hilton tercengang, ia bertemu kembali dengan wanita yang pernah ia kagumi. Namun sekarang ada jarak di antara mereka. Dulu ia sangat dekat dengannya, kadang kala ia sering menghabiskan waktu. Hingga suatu hari, ia menerima kenyataan pahit. Bahwa Shopia akan menikah dengan kakaknya. Semenjak itulah ia keluar dari istana tanpa ada yang tahu. Dan sekarang dia pulang mendapatkan sebuah kejutan. Kaisar Raymond, kakaknya membawa kekasihnya untuk di jadikan Selir.
"Pangeran, kamu kemana saja?"
"Biasalah, aku hanya keluar untuk mencari udara segar," ujarnya sambil menyengir.
Permaisuri Shopia menggelengkan kepalanya.
Berbicara dengan Pangeran Hilton sama saja berbicara dengan angin. Dia tidak pernah menganggap semua orang berbicara serius, hanya ada canda dan tawa. Menurutnya, hidup itu harus di penuhi senyuman.
"Berbicara sama saja seperti berbicara dengan angin." Permaisuri Shopia berjalan melewati Pangeran Hilton yang terkekeh.
"Ayolah Shopia, kita adalah teman. Hidup itu serius. Aku tidak suka dengan hidup serius."
Pangeran Hilton menghentikan kekehannya. Dia sudah jatuh cinta, tapi cintanya bertepuk sebelah tangan. Permaisuri Shopia hanya menganggapnya sebagai temannya, sahabatnya tidak lebih. Perkataanya, sungguh mengorek luka dalamnya.
"Aku pernah jatuh cinta, tapi dia tidak mencintai ku. Lalu aku harus apa?"
Permaisuri Mendekat, di tatapnya wajah itu dengan lekat-lekat. Setahunya, Pangeran Hilton tidak pernah dekat dengan wanita man pun. "Apa Pangeran berkelana mencari cinta?" Cecar Permaisuri Shopia. Dia begitu penasaran wanita seperti apa yang di cintainya. Semenit kemudian tidak ada jawaban. Permaisuri Shopia mengibaskan tanganya. "Aku tidak percaya dengan cinta mu."
Permaisuri Shopia melanjutkan langkah kakinya. Namun beberapa langkah, perkataan Pangeran Hilton menghentikannya.
__ADS_1
"Aku mencintai mu Permaisuri Shopia. Aku pernah mencintai mu,"
Seketika Permaisuri Shopia menoleh, ia begitu terkejut dengan perkataan Pangeran Hilton. "Ma-maksud Pangeran," ujarnya tergagap.
"Bagaimana jika aku mencintai mu?"
Permaisuri Shopia menganga, ia tidak tahu harus menjawab apa dan bagaimana.
Pangeran Hilton langsung tertawa kencang. Membuat Permaisuri Shopia menatap tajam Ternyata dirinya di permainkan oleh sahabatnya.
Pangeran Hilton mendekat, ia tertawa seraya memegangi perutnya. "Lihatlah, kamu lucu sekali Shopia. Aku tidak serius, mana mungkin aku mencintai mu."
Sejurus kemudian tangan kanannya memukul kepala Pangeran Hilton. "Bisa-bisanya kamu, Pangeran. Seperti aku akan hidup stres jika bersama mu."
Permaisuri Shopia langsung melenggang pergi. Setelah tubuhnya memasuki pintu istana. Pangeran Hilton menghentikan gelak tawanya. "Apa yang aku katakan tadi adalah benar, Shopia. Aku mencintai mu," lirihnya.
Tanpa keduanya sadari, Kaisar Raymond mendengar semuanya membuatnya tersulut emosi. Mencintai, berarti selama ini Pangeran Hilton diam-diam mencintai istrinya, Permaisuri Shopia.
brak
Tangannya mengepal kuat, ia meninju dinding di depannya sampai retak. "Aku tidak akan membiarkannya. Permaisuri Shopia, istriku." Geramnya sampai ke tulang-tulangnya.
__ADS_1
Dia sangat membenci Pangeran Hilton, karena dirinyalah penyebab kesedihan ibunya. Penyebab, ayahnya berubah dengan kehadiran keduanya. Semenjak Kaisar terdahulu, menjadikan ibu Pangeran Hilton istrinya. Ayahnya berubah padanya dan juga ibunya. Dia seperti menjadi anak yang terasingkan. Ayahnya sangat memanjakan ibu Pangeran Hilton dan juga Pangeran Hilton sendiri. "Aku membenci mu, Pangeran."