
Melihat Kaisar Raymond yang di bawa oleh dua kesatrianya, pengawal dan pelayan yang mengekorinya. Selir Lusia sangat geram. Ia tidak mengerti jalan pikiran Permaisuri Shopia. Ini adalah kesempatan baik untuk Permaisuri Shopia mendapatkan perhatian Kaisar Raymond. Tapi malah sebaliknya, Permaisuri Shopia mengantarkan Kaisar Raymond ke kamarnya. Bahkan untuk menjaganya saja ia enggan.
"Hati-hati,"
Kedua kesatria, pengawal dan pelayan itu pun pamit undur diri. Selir Lusia duduk di samping ranjangnya, tangan kanannya menyentuh kening Kaisar Raymond. Tidak panas atau demam. Selir Lusia beranjak berdiri. "Panggilkan Dokter istana dan Kalian jaga Baginda. Aku akan mengunjungi Permaisuri."
Selir Lusia menuju ke kamar Permaisuri Shopia. Setelah mengetuk pintunya, pelayan Elma membuka pintu itu. Dia tengah melihat, Permaisuri Shopia duduk santai dan menyantap camilannya. Tidak ada rasa khawatir sedikit pun di wajahnya. Permaisuri Shopia seolah bersikap acuh.
"Permaisuri." Sapa Selir Lusia.
"Duduklah, ada apa datang kesini? Apa mengenai Baginda?"
"Aku berdiri saja Permaisuri, aku ingin menanyakan, kenapa Permaisuri memindahkan Baginda ke dalam kamar Seorang Selir?"
__ADS_1
Sebelum menjawab, Permaisuri Shopia meneguk teh hitamnya. Sepertinya acara kali ini akan berlangsung lama, apa lagi melihat wajah surut Selir Lusia.
"Dia yang memintanya dan aku tidak ingin memaksanya, itu saja." Ucap Permaisuri Shopia seraya menaikkan kedua bahunya.
"Permaisuri, hal ini akan menjadi kesempatan untuk Permaisuri mendapatkan cinta Baginda. Aku ingin kalian bersama atau bersatu."
Sekalipun dia bermimpi dengan Kaisar Raymond. Ia tidak akan mewujudkannya. Sudah cukup dirinya mengemis. "Yang tidak mungkin terjadi, maka tidak akan terjadi Selir Lusia."
"Kenapa? Apa Permaisuri tidak mencintai Baginda? Apa aku salah mengartikan jika Permaisuri mencintai Baginda? Seharusnya Permaisuri bersyukur di cintai oleh Baginda, dari pada ...."
Permaisuri Shopia menggeser piring yang berisi camilan itu sampai jatuh ke lantai dan pecahan itu berserakah di mana-mana.
"Apa aku harus bersyukur dan menangis? Kamu tidak tahu apa-apq Selir Lusia. Jangan melewati batasan mu. Aku tidak ingin mengemis dan mengemis lagi, sudah cukup diriku mengemis. Hingga aku merasakan ini. Seandainya kamu ada di posisi ku, apa yang akan kamu lakukan Selir Lusia? Apa kamu akan menangis saat suami yang kamu cintai mengatakan akan menceraikan mu."
__ADS_1
"Aku minta maaf masalah itu, tapi aku tidak berniat sama sekali untuk menyakiti mu. Bahkan aku rela menjadi yang kedua. Aku ingin kamu bersama Baginda dan merasakan kasih sayangnya.."
"Apa kamu tidak akan cemburu jika Baginda akan mencintai ku dan mengabaikan mu?"
Selir Lusia menggeleng, tidak akan terjadi. Perkataan Permaisuri Shopia tidak akan pernah terjadi. Ia yakin, Kaisar Raymond akan mencintainya dan akan tetap mencintainya. "Tidak akan, aku mempercayainya. Aku mohon, berilah kesempatan. Aku yakin, Kaisar Raymond akan mencintai Permaisuri."
Ingin sekali ia mengatakan, bahwa keduanya sudah ada sebuah perjanjian yang tidak akan pernah bisa di batalkan. Dan lagi, dia sudah lelah. Kaisar Raymond sudah berubah, dia sudah berbuat kasar.
"Pikirkan, Permaisuri. Aku ingin kalian bersama."
Selir Lusia langsung pergi setelah memberikan hormatnya. Ia akan membicarakannya dengan Kaisar Raymond.
Sesampainya di kamarnya, Selir Lusia di kejutkan dengan perkataan Dokter istana yang mengatakan jika Kaisar Raymond terkena obat tidur. Dan dia juga mengatakan, Kaisar Raymond akan secepatnya sadar setelah di berikan penawarnya.
__ADS_1
"Sungguh picik perbuatan mu Permaisuri. Tidak sudihkah dirinya merawat Baginda dan memberikannya obat tidur." Ucap Selir Lusia mengepalkan tangannya. "Aku akan coba cara terakhir, jika Permaisuri Shopia masih saja bersikap seperti ini. Jangan salahkan aku, Jika selamanya Baginda tidak akan mencintainya." Ucap Selir Lusia memandang lekat laki-laki yang ia cintai.