
Sedangkan di sebuah ruangan. Terdengar suara pilu seorang laki-laki. Kedua tangannya terikat ke atas dengan rantai yang membelenggu. Kakinya pun terikat dengan dua rantai dari sudut yang yang berlawanan di ruangan itu.
Laki-laki itu semakin menangis dan meraung meminta ampunan dia tidak tahu laki-laki di depannya. Dan ia sangat terkejut, laki-laki itu adalah Kaisar Xavier. Laki-laki yang di segani, yang lebih mengejutkan lagi. Laki-laki itu menyiksanya karena dirinya telah berniat menyakiti Permaisuri Shopia.
"Ampun, aku tidak akan mengulanginya lagi," ujar laki-laki menunduk. Bahkan dia tidak bisa menggerakkan lehernya. Akibat cambukan yang mengarah pada lehernya.
"Kamu sudah mencelakai Permaisuri ku,"
"Tapi dia adalah Permaisuri dari Kekaisaran Raymond."
"Aku tidak peduli, yang jelas aku menginginkan dirinya. Dia akan menjadi istri ku,"
__ADS_1
Laki-laki yang tak lain adalah adik dari Kaisar Metteo terkekeh. Sampai bibir pucat berdarah itu bergetar. Beruntung sekali kakaknya, selain mendapatkan kekuasaan. Dia di karunia dengan seorang Kaisar Iblis.
"Aku tidak memiliki waktu dengannya, urus manusia sampah ini dan kirimkan pada Mertua ku, Kaisar Metteo." Ucap Kaisar Xavier. Dia sudah cukup puas menyiksanya dengan cambukan tajam yang bergerigi itu. Dan kini ia tidak memiliki waktu meladeninya, Permaisuri Shopia sangat membutuhkan kehadirannya.
"Baik Baginda." Ucap Kesatria bayangan. Sangat mudah baginya menemukan manusia kencur itu. Dengan akses para pembunuh bayaran memudahkannya menemukan bajingan tengik di depannya serta pengikutnya.
Tak butuh waktu lama lima kepala dan salah satunya kepala adik dari Kaisar Metteo telah di masukkan ke dalam kotak. Sang pengawal itu akan memberikan hadiah kejutannya pada Kaisar Metteo. Sedangkan Kaisar Xavier dia begitu bangga pada dirinya sendiri. Tentu ayahnya akan memuji kekuatannya dan tidak akan meragukan kekuasaannya. Tanpa dia sadari, Kaisar Metteo menyimpan keraguan. Dia takut, Kaisar Xavier akan menyiksa putrinya.
"Aku tidak sabar ingin bertemu dengannya, Permaisuri ku." Gumamnya sambil mengelus dagunya.
Kaisar Xavier keluar dari ruangan rahasianya. Butuh waktu lama lagi dia harus kembali kekaisaran Raymond. Demi menghukum orang yang telah mencelakai istrinya, Kaisar Xavier membawanya ke istananya ke salah satu ruang rahasia. Dimana dirinya sendiri yang akan mengguliti kulit musuhnya.
__ADS_1
Di sisi lain.
Permaisuri Shopia berjalan di sebuah danau, dekat hutan belakang istana. Biasanya dia akan menghabiskan disana bersama pelayan Elma. Tapi semenjak kedatangan Selir Lusia. Dia jarang menghabiskan waktu di tempat itu.
Langkahnya mengelilingi danau dengan di kelilingi bunga tulip merah dan pink. Pohon Oak yang tak jauh dari danau itu serta pohon lainnya yang menjulang tinggi.
"Sudah lama aku tidak kesini," ujarnya seraya menghirup udara dingin dan segar. Niatnya ke luar istana ke salah satu taman atau tempat lain yang dekat dengan ibu kota. Namun karena malas dengan keramaian. Dia memilih menghabiskan waktu ke danau itu.
"Permaisuri, apa Permaisuri akan tetap meneruskan permintaan Selir Lusia?" tanya pelayan Elma dengan hati-hati.
"Tidak." Jawabnya tegas. Dia sudah yakin dengan pilihannya. "Aku sudah memutuskan tetap akan memilih bercerai. Aku tidak akan tahan di sini lagi."
__ADS_1