
Kaisar Xavier tersenyum dengan mata terpenjam. "Aku mencintai mu."
Kaisar Xavier mendongak, ia suka melihat mata jernih calon istrinya yang menyejukkan hatinya.
"Baginda sudah bangun." Permaisuri Shopia beringsut duduk. Ia mengalihkan pembicaraan Kaisar Xavier.
Kaisar Xavier beralih tidur di paha Permaisuri Shopia. Ia tidak akan membiarkan Permaisuri Shopia pergi. Dirinya sangat nyaman berlama-lama dengannya.
"Baginda!" Pekik Permaisuri Shopia melotot. "Bangun Baginda jangan seperti ini."
"Apa salahnya jika aku bermanja-manja dengan Istri ku?" Sungutnya kesal. Ia pun duduk membelakangi Permaisuri Shopia. "Aku tahu kamu tidak mencintai ku, Shopia, tapi bisakah kamu menerima ku. Apa kamu tidak bisa melihat kesungguhan ku dan pengorbanan ku? Apa bagimu aku hanya pengganti sesaat, setelah itu kamu buang. Aku memang seorang suami pengganti."
Permaisuri Shopia menghentikan kakinya yang hendak turun. Ia menoleh, ia tidak pernah berfikir menjadikan Kaisar Xavier sebagai pengganti atau sebagai pelarian saja. Ia menghormati Kaisar Xavier sebagai calon suaminya, namun untuk saat ini. Bukan waktunya bersenang-senang. Ia harus pergi sebelum pengawal istana menemukan keberadaannya. "Baginda." Ia pun turun membuat Kaisar Xavier kecewa. Seumur hidupnya, ia tidak pernah berkata panjang dan lebar pada seseorang. Mungkin, jika bawahannya mendengarkannya. Dia akan jungkir balik seolah menemukan keajaiban. Ia di kenal sebagai Kaisar yang irit bicara.
"Baginda." Baru seumur hidup ia merayu seorang laki-laki agar tidak marah. Selama berhubungan dengan Kaisar Raymond. Laki-laki itu tidak marah, hanya saja dia berubah setelah kedatangannya.
Permaisuri Shopia memutari ranjangnya, lalu duduk di depan Kaisar Xavier dengan berjongkok. "Maaf!" Tangannya yang hangat menggenggam kedua tangan Kaisar Xavier. "Bukan maksud ku seperti itu. Aku ingin cepat pergi dari sini sebelum mereka menemukan kita."
__ADS_1
Kaisar Xavier terpukau, ia diam mendengarkan setiap kata lembut Permaisuri Shopia. "Aku berjanji akan mencintai Baginda, dan tidak akan membiarkan Baginda sebagai penggantinya sesaat. Aku mohon mengertilah, kita harus pergi dari sini secepatnya."
"I-iya."
Sungguh Kaisar Xavier merasa senang, ia seperti seseorang yang baru pertama kalinya jatuh cinta. Ah, ia dia memang pertama kalinya jatuh cinta.
Permaisuri Shopia berdiri. Ia memeluk tubuh Kaisar Xavier yang masih duduk di atas ranjang itu.
Kaisar Xavier pun melingkarkan kedua tanganya di tubuh Permaisuri Shopia. Menyandarkan kepalanya di perut istrinya. "Jangan tinggalkan aku."
"Aku berjanji." Permaisuri Shopia mencium kepala Kaisar Xavier. Kemudian melepaskan kedua tangannya, dan langsung berlari ke arah kamar mandi. Ia sangat malu membujuk Kaisar Xavier. Baru kali ini ia melakukannya dengan debaran jantungnya yang tak menentu.
Setelah kejadian itu, keduanya saling tak bertegur sapa. Keduanya saling menatap malu dan bersemu merah saat pandangan keduanya saling bertemu.
"Kita sudah sampai," ujar Kaisar Xavier sembari turun dari kudanya. Permaisuri Shopia menganga, matanya berkedip, ia terperangah melihat bangunan yang begitu megah. Bangunan berwarna putih, luas dan megah. Menjulang tinggi dan berada di tengah danau, serta di kelilingi bunga mawar berwarna merah. Jauh dari danau itu, terdapat hutan. Jadi intinya, ia sekarang berada di istana, di tengah-tengah danau dan hutan. Entahlah, baru pertama kalinya, ia melihat bangunan yang menakjubkan.
"Selamat datang Nona Shopia." Ucap seorang laki-laki setengah baya. Dia memberikan hormat. Ia melihat sekelilingnya yang begitu menakjubkan.
__ADS_1
Permaisuri Shopia berjalan, banyak para pelayan yang menunduk hormat.
"Kamu suka?" Tanya Kaisar Xavier. Ia memang menyulap istananya sedemikian rupa. Istananya tampak bersinar, tidak seperti dulu, gelap di kelilingi pohon rindang dan tampak menyeramkan.
"Tentu, ini sangat menakjubkan." Ucap Permaisuri Shopia.
"Istirahatlah, besok kita akan menikah."
"Hah, secepat itu?" tanya Permaisuri Shopia seraya menghentikan langkahnya.
"Iya sayang, kita harus menikah. Aku tidak mau kehilangan mu."
"Ya sudahlah, terserah Baginda." Ucap Permaisuri Shopia.
Kaisar Xavier mencubit hidung mungil Permaisuri Shopia. Ia gemas sekali melihat wajahnya. Ia tidak sabar membawanya ke dalam rengkuhannya.
Waktu telah berganti, satu hari satu malam. Permaisuri Shopia berada di istana Kekaisaran Matahari. Dirinya begitu di manja oleh Kaisar Xavier. Bahkan ada sepuluh pelayan yang menemaninya. Jika di Kekaisaran ia hanya memiliki satu pelayan, tapi tidak di istana Kaisar Xavier. Ia begitu di manja, apapun itu harus pelayan yang melakukannya. Termasuk pelayan Elma dan kedua orang tuanya yang baru saja datang dan menghadiri pernikahannya, tapi ada yang kurang Duke Luke tidak bisa menghadiri pernikahannya. Tentu saja ia paham, Duke Luke tidak bisa menemuinya.
__ADS_1
"Permaisuri." Pelayan Elma menghilangkan lamunannya. Ia menarik nafasnya sedalam-dalamnya. Pintu kokoh berwarna putih itu terbuka. Dari jauh, ia melihat seorang laki-laki bersama seorang pria paruh baya tengah menatapnya dan tersenyum. Ia berjalan di atas karpet merah. Laki-laki yang tak lain Kaisar Xavier menyambutnya dengan hangat.