
#Sebelum baca, mau tanya dulu nih. Kalian setuju mana yang publish duluwan. Silahkan tentukan pilihan kalian ya.
My Ex Mr Duke
Permainan Harem Kaisar Azalea (Berkisah seorang kaisar wanita yang memiliki Empat Selir) 🤠jangan mikir mesum, ini fantasi yaaa. Nanti siapakah yang akan di pilih Kaisar Azalea.
#Nah kalian pilih mau mana dulu yang publish di NT??🙄
Emmm
Kelopak mata itu terbuka saat merasakan sesuatu di pipi kanannya. Netra indahnya melirik ke arah kanan. Mendapati seseorang yang tersenyum, tangan kanannya menyangga kepalnya, sedangkan tangan kirinya tetap mengelus pipinya.
Cup
"Selamat pagi sayang." Sapa Kaisar Xavier dengan bibir mengembang.
Permaisuri Shopia menahan selimut yang menutupi dadanya sembari beringsut duduk. Ia bersandar di tepi ranjang, mata indahnya menatap instens Kaisar Xavier.
Dua hari yang lalu ia berstatus janda dan sekarang status itu berubah, istri dari seorang Kaisar.
"Sayang ada apa? Kamu tidak menyukai ku, kah?" Kasar Xavier merasa was-was. Baru saja ia mencium bibir Permaisuri Shopia tanpa seijinnya. "Lain kali aku akan meminta ijin," ujar Kaisar Xavier panik. Ia menurunkan kedua sudut bibirnya ke tempat semula.
"Tidak perlu!" Potong Permaisuri Shopia datar.
Deg
__ADS_1
Kaisar Xavier memaksakan tersenyum mendengarkan ucapan ketus Permaisuri Shopia. "Sayang, aku akan memanggilkan pelayan." Seketika Kaisar Xavier menoleh saat tangannya di genggam oleh Permaisuri Shopia.
"Baginda istirahat saja. Biar aku saja yang memanggilnya, tapi kemarilah."
Kaisar Xavier mendekat, namun kepanikan terlihat jelas di wajahnya.
Permaisuri Shopia memajukan wajahnya dan satu kecupan berhasil mendarat di dahi Kaisar Xavier. "Selamat pagi sayang." Sambutnya dengan lembut.
Kaisar Xavier terperangah, ia tersenyum dan langsung memeluk Permaisuri Shopia. "Sayang, kamu menakuti ku. Jadi kamu tidak marah."
Permaisuri Shopia terkekeh. Dia menggeleng, "Aku tidak pernah marah pada suami ku ini." Dia menarik hidung mancung Kaisar Xavier. Dengan Kaisar Xavierlah perlahan sifatnya terbuka. Laki-laki yang membuatnya nyaman.
"Sayang, kamu membuat ku takut." Kaisar Xavier memeluk Permaisuri Shopia dengan manja. Ia membuang kasar selimut yang menutupi dada Permaisuri Shopia dan menyandarkan kepalanya di ceruk leher Permaisuri Shopia. Dadanya berhimpitan dengan kedua benda kenyal itu. Tangannya usil memainkan benda mungil dan hitam di tengah-tengah gundukan itu.
Permaisuri Shopia meraih selimutnya, ia menutupi tubuhnya dan Kaisar Xavier yang menempel. Lantas, ia membiarkan tangan nakalnya memainkan area salah satu gundukannya. Baru ia sadari, Kaisar Xavier sangat manja dan penyayang.
Permaisuri Shopia kembali mencium kepala Kaisar Xavier. Sebelum Kaisar Xavier datang ke dalam kehidupannya, ia memang berniat akan berpisah dari Kaisar Raymond.
"Sebelum kita bertemu, aku memang sudah ingin berpisah dengannya. Untuk apa berterima kasih."
"Tetap saja, aku harus berterima kasih." Seru Kaisar Xavier yang tak bosan memainkan beda kecil itu.
tok
tok
tok
"Permaisuri, apa Permaisuri sudah bangun?" Ucap seorang pelayan di luar pintu.
__ADS_1
"Sayang, sebentar lagi." Rengek Kaisar Xavier layaknya seperti anak anjing yang memohon untuk di bawa pulang.
"Kita harus bersiap-siap. Ini sudah pagi, malu di liatin matahari." Ucap Permaisuri Shopia mengelus pipi Kaisar Xavier.
"Pokoknya kita harus seharian ini di kamar terus." Ucap Kaisar Xavier yang tak terima. Ia tidak ingin jauh, dimana ada Permaisuri Shopia harus ada dirinya. Entahlah, ia tidak tahu dengan dirinya yang tak ingin berjauhan dengan Kaisar Xavier.
"Tidak, kita harus keluar. Hari ini aku ingin berkeliling istana. Ingin lebih mengenal istana ini."
"Tapi harus ada syaratnya, harus bersama ku."
"Iya sayang," Permaisuri Shopia menarik pipi Kaisar Xavier dengan gemas. "Baiklah, aku turun dulu." Ucap Permaisuri Shopia. Ia melerai pelukannya dan menurunkan kedua kakinya.
Permaisuri Shopia menggigit bibir bawahnya agar tidak menimbulkan suara. Ia malu jika Kaisar Xavier mendengarkan dirinya mengalami kesakitan di area sensitifnya itu. "Uh, dia benar-benar ganas." Gumam Permaisuri Shopia. Pantas saja ia merasakan kesakitan, Kaisar Xavier mengebom dirinya semalaman, 4 ronde yang ia habiskan sampai saat ini pun tubuhnya sangat lelah dan letih. Ia akui kehebatan suaminya bermain di atas ranjang.
Kaisar Xavier yang melihat perjalanan istrinya yang sedikit kaku. Tanpa memakai apapun, ia menghampiri istrinya, lalu menggendongnya. "Aku akan mengantar mu ke kamar mandi. Maaf perbuatan ku tadi malam." Ucap Kaisar Xavier melangkah pergi.
"Baginda!" Pekik Permaisuri Shopia menahan malunya.
Kaisar Xavier menurunkan tubuh Permaisuri Shopia dengan hati-hati. Ia hendak mengambil selimut yang melilit di tubuhnya, namun di hentikan oleh Permaisuri Shopia. "Baginda, kelurlah. Aku bisa melakukannya sendiri."
"Tidak bisa, kamu sakit gar-gara aku kan." Tolak Kaisar Xavier.
Permaisuri Shopia merasa jengah dengan sikap Kaisar Xavier. Ia sangat malu, seandainya Kaisar Xavier menemaninya. "Baginda, tapi aku ... "
"Aku tidak akan melakukan apapun. Ayo, aku bantu. Permaisuri harus menuruti perintah ku." Ucap Kaisar Xavier dalam mode datar dan menatap tajam. Ia tidak suka di bantah jika ingin melakukannya.
Ucapan Kaisar Xavier bagaikan petir membuat Permaisuri takut. "Aku mau di layani oleh pelayan saja."
"Tidak mau, aku yang akan melayaninya." Permaisuri Shopia berdecih. Akhirnya, perdebatan panjang pun terjadi. Permaisuri lebih memilih mengalah, membiarkan Kaisar Xavier sesuka hatinya.
__ADS_1