
Kini waktu telah berganti.
Permaisuri Shopia dan Kaisar Raymond resmi bercerai. Permaisuri Shopia sangat kecewa pada Selir Lusia. Dia ingin pergi, tapi pergi secara baik-baik dan terhormat. Apalagi dengan Kaisar Raymond, karena cinta laki-laki itu hanya memandang sebelah mata. Dan sekarang, Permaisuri Shopia telah menyandang status janda. Dia kembali kekediaman Duke Luke.
Permaisuri Shopia menatap sendu deretan para pelayan yang telah melayaninya. Tak tangguh-tangguh, Permaisuri Shopia memberikan semua perhiasannya pada pelayan. Dia tidak akan membawa seperserpun uang ataupun perhiasan. Dia akan datang tanpa perhiasan istana. Kini hidup barunya akan di mulia. Dimana dirinya tidak akan kembali seperti seorang putri. Dengan status jandanya, ia merasa takut. Dimana dirinya akan di pandang sebelah mata. Apa lagi akan ada rumor yang tak sedap.
"Permaisuri, kami tidak rela berpisah dengan Permaisuri."
Permaisuri Shopia tersenyum simpul. "Aku juga tidak rela berpisah dengan kalian. Aku minta maaf, jika ada kesalahan ku di sengaja maupun tak di sengaja. Aku pergi juga bukan melupakan kalian. Mungkin tugas ku sudah cukup sampai di sini."
"Permaisuri." Para pelayan pun menunduk dengan uraian air mata. Sedangkan pelayan Elma ia juga merasa amat sedihnya. Ia sudah menjelaskan pada Kaisar Raymond. Tapi tetap saja, laki-laki itu tidak mempercayainya.
"Permaisuri." Terdengar sebuah suara mengangetkan perpisahan itu.
__ADS_1
Tanpa menoleh pun Permaisuri Shopia juga tahu, siapa yang akan datang menemuinya. "Kalian pergilah,"
"Maafkan aku Permaisuri, aku tahu, aku salah."
"Tidak ada yang perlu di maafkan lagi Selir Lusia. Aku kecewa pada mu, aku kira kamu berbeda tapu kamu sama saja. Demi hubungan mu, kamu menuduh ku. Aku paham, tapi tidak seperti ini caranya. Bahkan aku akan pergi tampa kamu yang memintanya" Tegas Permaisuri Shopia dengan kebencian. Dia kecewa, karena nama baiknya akan tercoreng bahkan lebih tercoreng.
"Aku melakukan ini karena kamu juga ingin pergi kan. Aku ingin memiliki keluarga sempurna." Lirihnya sambil mengusap air matanya.
"Suatu saat nanti kamu akan merasakan apa yang aku rasakan Selir Lusia." Ucap Permaisuri Shopia berlangsung pergi. Dia membuka pintunya, lalu muncul sosok yang paling dia benci.
Kaisar Raymond mematung, ada rasa nyeri di hatinya. Ia sadar, status keduanya telah berubah. Ada rasa. berat di hatinya melepaskan Permaisuri Shopia.
"Silahkan, jika ingin bertemu dengan Permaisuri Lusia." Ucap Permaisuri Shopia menekankan perkatannya.
__ADS_1
"Apa kamu tidak bisa pergi dari sini?" Entah dari mana, pertanyaan itu keluar saja dari bibirnya.
"Saya akan tetap memilih pergi, karena di sini bukan asal saya."
"Shopia,"
Dadanya terasa sesak melihat Permaisuri Shopia tak lagi memandangnya. Tangannya terulur hendak mengelus kepala Permaisuri Shopia.
Permaisuri Shopia pun langsung menghindar. Secepat kilat dia menunduk kembali. "Saya permisi Baginda."
"Shopia," tangan di udara itu mengepal kuat-kuat. Kepalnya menggeleng, ia tidak boleh membiarkan Permaisuri Shopia pergi. Awalnya dia ingin memberikan hukuman kecil. Begitu yakinnya hatinya mengatakan Permaisuri Shopia masih mencintainya.
"Shopia tunggu." Kaisar Raymond berlari, ia mengejar Permaisuri Shopia sampai pertengahan tangga dan mencekal lengannya. Membuat Permaisuri Shopia memutar tubuhnya secara paksa. "Shopia, pikirkan baik-baik. Kamu tidak bisa pergi dari sini kan."
__ADS_1
Permaisuri Shopia merasa jengah meladeni laki-laki di depannya. Kaisar Raymond memang tidak bisa berubah dan berfikir dewasa.
"Ini akan yang Baginda mau dari dulu. Ini kan Baginda inginkan, semuanya, semua yang terjadi hari ini adalah atas keinginan Baginda. Bahkan kematian anak ku juga keinginan Baginda. Baginda tidak berubah, hubungan kita sudah selesai. Terima kasih atas semuanya, jaga Selir Lusia dan anaknya. Jangan sampai Baginda kehilangan anak Baginda. Sama seperti ku." Ucapnya sembari menurunkan tangan Kaisar Raymond agar melepaskan cekalannya.