Hurt! Empress Shopia

Hurt! Empress Shopia
eps. 37 : Hati Yang Tersakiti


__ADS_3

"Baginda, Baginda." Panggil sang pelayan dengan wajah panik.


"Ada apa? Jangan berisik," Kaisar Raymond membentak. Ia tidak peduli dengan wajah sang pelayan yang panik.


"Selir, Selir Lusia pingsan Baginda."


Tubuh Kaisar Raymond menegang, ia langsung menuju kamar Selir Lusia. Sesampainya di sana, ia melihat dokter istana yang memeriksa Selir Lusia.


"Selamat, Baginda. Selir Lusia hamil."


Seketika wajah Kaisar Raymond langsung berubah senang, matanya berbinar seperti cahaya yang menyilaukan semua orang.


"Baginda,"


Kaisar Raymond meraih tangan Selir Lusia. Lalu mengecup keningnya. "Terima kasih, sayang. Terima kasih." Kaisar Raymond mengelus perut Selir Lusia yang masih rata.


"Di perkirakan kandungan Selir Lusia masih tahap awal Baginda." Ucap Dokter istana.


"Terima kasih, terima kasih, aku sangat menyayangi mu Selir Lusia."


Sedangkan tak jauh dari mereka, Permaisuri Shopia menahan air mata dan rasa sesaknya. Ia langsung membalikkan tubuhnya, melangkah, menjauhi kamar Selir Lusia. Hamil, telinganya panas, seluruh tubuhnya panas dingin. Sedangkan dirinya belum kunjung hamil. "Jangan mengikuti Elma, aku ingin sendiri."

__ADS_1


Pelayan Elma menunduk seraya menangis. Kenyataan tadi, bagaikan petir untuk Permaisuri Shopia. Kaisar Raymond tentunya tidak akan memperdulikan junjungannya.


Permaisuri Shopia berlari menerobos angin malam. Sebelumnya, ia memang tidur, tapi merasakan elusan di pipinya dan suara yang ia kenal. Ia berpura-pura tidur. Namun setelah ada pelayan yang mengatakan Selir Lusia pingsan, ia langsung menyusul Kaisar Raymond.


Tuhan sampai kapan aku sanggup?


Air matanya keluar, istri mana yang tidak sakit melihat dan mendengarkan suaminya mencintai, menyayangi wanita lain. Apa lagi wanita itu tengah hamil. Sungguh takdir mempermainkannya. Sedangkan dirinya yang sudah berbulan-bulan bersama Kaisar Raymond tidak hamil. Memang mereka hanya melakukan satu kali, tiga bulan tidak di sentuh. Hah, ingin sekali ia menertawakan hidupnya yang sangat kesepian. Ia sudah berjanji tidak akan menangis, ia sudah berjanji pada hidupnya sendiri, tapi air matanya tidak bisa di tahan.


sret


sret


"Kasian sekali Permaisuri." Gumam Kesatria bayangan yang selalu mengintai dan menjaga Permaisuri Shopia. "Bersabarlah, Permaisuri. Baginda akan membawa mu dan memberikan mu kebahagiaan. Aku ingin sekali membunuh Kaisar brengsek itu." Gumamnya.


"Permaisuri,"


Permaisuri Shopia melirik, matanya berkunang-kunang dan kepalanya terasa pusing. Hingga tubuh itu ambruk di lantai.


"Permaisuri," pekik Pelayan Elma. Ia berteriak memanggil kedua pelayan yang lewat untuk membantunya mengangkat tubuh Permaisuri Shopia. Kemudian menyuruh salah satu di antara pelayan itu memanggil Dokter istana.


Dokter istana pun langsung datang dan memeriksa denyut nadi dan tubuh Permaisuri Shopia. Ia tersenyum, baru tadi ia mendengarkan kabar jika Selir Lusia hamil. Dan sekarang, ia di kejutkan dengan Permaisuri Shopia yang hamil.

__ADS_1


Emmm


Permaisuri Shopia memegangi kepalanya. Membuka matanya, ia menatap sekelilingnya. Terlihat dua Dokter istana yang menatapnya sambil berdiri di samping ranjangnya.


Dengan sigap, pelayan Elma membantu Permaisuri Shopia bersandar ke kepala ranjang.


"Permaisuri baik-baik saja." Ucap Dokter wanita. Sejak tadi ia dan temannya menunggu Permaisuri Shopia siuman. Ia sudah menyuruh pelayan Elma memanggilkan Kaisar Raymond. Namun pelayan Elma beralasan Kaisar Raymond sedang menemani Selir Lusia.


"Selamat, Permaisuri, Permaisuri akan menjadi seorang ibu." Ucap salah satu Dokter membuat Permaisuri Shopia sangat shock. Benar, ia memang sakit hati dan cemburu, tapi tidak seperti ini. Bayangan kertas kontrak itu membuatnya semakin terpuruk.


"Benar, Permaisuri hamil sekitar tiga bulan."


"Tiga bulan," Permaisuri Shopia masih tidak percaya.


"Sungguh kabar gembira bagi Kekaisaran ini, Selir Lusia hamil dan Permaisuri juga hamil."


Ingin sekali pelayan Elma berteriak, Permaisuri Shopia tidak baik-baik saja. Jelas di wajahnya terlihat Bahagia dan bercampur kesedihan.


"Jangan mengatakan pada siapapun, bahkan pada Baginda. Aku yang akan memberitahukannya."


"Baik Permaisuri." Kedua Dokter berbeda jenis kelamin itu melangkah pergi.

__ADS_1


"Apa yang harus aku lakukan Elma? Aku tidak mungkin memberitahukannya, percuma saja. Baginda tidak mengharapkan anak ini, kita sudah membuat perjanjian. Elma, tidak ada yang boleh tahu tentang kehamilan ku. Sebelum semua orang tahu, aku harus membawanya pergi."


"Gawat, Baginda pasti akan meledak jika mendengarkan kenyataan ini," ujar Kesatria bayangan yang mengintip di dekat jendela.


__ADS_2