Hurt! Empress Shopia

Hurt! Empress Shopia
eps. 24 : Geram


__ADS_3

Permaisuri Shopia membuka matanya, ketika silau cahaya matahari itu mengusik tidur nyenyaknya. Ada perasaan aneh di dalam hatinya yang tak menentu, samar-samar dia mencium bau maskulin seseorang dan tentunya bukan parfum Kaisar Raymond.


"Aneh."


Permaisuri Shopia menggerakkan tangannya, menyentuh bibirnya. Rasa manis dan kenyal itu sangat terasa di bibirnya. "Apa aku merindukan Kaisar Raymond sampai aku harus bermimpi pria lain?" Permaisuri Shopia menggelengkan kepalanya. Rasanya sangat aneh dan tiba-tiba ia merasakan ketenangan mencium bau asing itu. "Sudahlah, aku tidak perlu membahasnya."


krek


"Permaisuri," pelayan Elma muncul di balik pintu itu dan tersenyum hangat. "Selamat pagi Permaisuri." Sapa pelayan Elma. Dia melihat wajah Permaisuri Shopia tampak lebih segar.


"Ada apa dengan bibir Permaisuri? Seperti membengkak."


"Ah, masak sih." Permaisuri Shopia kembali memegangi bibirnya.


"Benar Permaisuri," ujar pelayan Elma meyakinkan. Ia mengambil cermin bulat di meja rias Permaisuri Shopia. Kemudian memberikannya.


Permaisuri Shopia menatap bibirnya yang memang kelihatan bengkak.


Apa benar ini perbuatan Baginda? Tapi tidak mungkin.

__ADS_1


"Sudahlah, biarkan saja." Ucap Permaisuri Shopia. Dia menaruh cerminnya di atas nakas. Lalu menyikapi selimutnya, menginjakkan kakinya ke lantai putih itu, menuju kamar mandi.


Pelayan Elma membantu sang majikan melepaskan kain sutera yang menempel di kulit putihnya.


"Elma, aku ingin berendam sendiri."


"Baik Permaisuri."


Permaisuri Shopia menenggelamkan tubuhnya ke air bathub itu secara perlahan-lahan dan memejamkan matanya. Ia menenangkan pikiran lewat menenggelamkan kepalanya. Namun tak satupun lepas dari pikirannya. Otaknya terus terkunci dengan bau maskulin pria itu. Dengan cepat, Permaisuri Shopia memunculkan kepalanya ke atas air. Ia mengusap wajahnya dengan dada naik turun. "Siapa Dia? Kenapa aku tidak bisa menghilangkan bahunya? Apa aku stres karena memikirkan Selir Lusia dan Kaisar Raymond sampai otak ku melantur seperti ini."


Permaisuri Shopia menyandarkan lehernya ke sisi bathubnya, mencoba menenangkan pikirannya yang tampak kacau.


"Apa Permaisuri memikirkan sesuatu?" Tanya pelayan Elma yang memperhatikan wajah Permaisuri Shopia.


"Tidak ada Elma, aku merindukan ayah. Semenjak kejadian itu, ayah tak memberi kabar. Aku khawatir padanya, apa dia masih marah pada ku?"


"Sebaiknya Permaisuri temui Tuan Duke."


"Baiklah hari ini."

__ADS_1


Permaisuri Shopia berdiri dari kursinya, ia langsung melangkah dengan tergesa-gesa. Namun saat pintu itu terbuka, matanya menangkap sosok Pangeran Hilton.


"Pangeran,"


"Emm, apa kamu sibuk?" Tanya Pangeran Hilton tanpa basa-basi. Dia melirik ke dalam ruangan di belakang Permaisuri Shopia, mencari sosok yang paling ia hindari. Tetapi matanya tak menangkap sosok siapa pun kecuali dua wanita di depannya.


"Dia bermalam di kamar Selir Lusia," ujar Permaisuri Shopia yang mengerti gelagat Pangeran Hilton.


"Ah, syukurlah. Aku ingin mengajak mu berjalan-jalan di sekitar istana." Ucapnya.


"Tapi aku tidak bisa Pangeran, aku sedang buru-buru ke kediaman Duke Luke."


"Baiklah, aku akan menemani mu." Ucap Pangeran Hilton yang di angguki langsung oleh Permaisuri Shopia.


Pangeran Hilton merasa senang, meskipun sudah menikah Permaisuri Shopia tidak menjaga jarak dengannya. Justru, masih sama seperti dulu layaknya seorang teman.


Sedangkan di tempat lain.


Selir Lusia mengajak Kaisar Raymond menikmati pagi dengan secangkir teh dan roti di halaman belakang istana. Dia pun berniat memanggil Permaisuri Shopia untuk menikmati pagi bersama. Setidaknya, ia akan membangun hubungan keluarga dengan Permaisuri. Ia ingin Kaisar Raymond mendapatkan cinta Permaisuri dan juga dirinya. Ia sudah membayangkan, istana akan ramai dengan anak Permaisuri dan juga anaknya. Namun sebuah hal yang mengejutkan tanpa di sangka. Hingga membuat Kaisar Raymond sangat geram mendengarkan pelayan Selir Lusia yang mengatakan Permaisuri Shopia keluar istana dengan Pangeran Hilton.

__ADS_1


"Apa? Permaisuri keluar istana dengan Pangeran Hilton," geramnya dengan tangan mengepal kuat.


__ADS_2