Hurt! Empress Shopia

Hurt! Empress Shopia
eps. 78 : Kemarahan Kaisar Raymond


__ADS_3

"Lepaskan aku, Pangeran!"


Pangeran Hilton tersenyum miring, ia melanjutkan langkahnya, mendorong pintu itu.


Seorang laki-laki yang tengah duduk di ruang kerjanya pun mengangkat kepalanya. Pikirannya terus tertuju pada Permaisuri Shopia, ternyata pikirannya tidak bisa di alihkan semudah itu. "Ada apa?"


Kaisar Raymond tersenyum hangat melihat putranya itu, sudah berbagai macam dokter ia undang ke istana untuk mengobati mata Pangeran Aronz, namun sampai saat ini tidak ada hasil yang memuaskan.


Kaisar Raymond berjongkok, ia menyambut putra satu-satunya itu. "Ada apa Pangeran? Kenapa kamu membawa Selir Lusia."


"Ada sesuatu yang harus Baginda ketahui, Selir Lusia tidak seperti yang Baginda harapkan. Ini buktinya,"


Pangeran Hilton memberikan sebuah bukti, berupa sebuah surat untuk Viscount Armand, ada lima kertas yang ia berikan pada Kaisar Raymond.


Kaisar Raymond membacanya, di dalam surat itu tertulis waktu pertemuan mereka. "Apa maksudnya ini Selir Lusia?" Rahangnya telah mengeras.


Selir Lusia menunduk, percuma saja dia menyangkal. Pangeran Hilton sudah mengetahui, tapi ia harus tetap menyangkalnya agar ia tidak di salahkan dalam hubungan ini. "Itu hanya pertemuan saja Baginda," ujarnya dengan tenang.


"Pertemuan? Pertemuan seperti apa yang kamu maksud Selir Lusia."


"Pertemuan biasa Baginda, aku memiliki urusan dengannya."


Pangeran Hilton semakin geram, wanita itu tak mau mangaku perbuatannya. "Kamu sudah diam-diam menjalin hubungan, tidak hanya itu Baginda, Selir Lusia diam-diam menyiksa Pangeran Aronz."

__ADS_1


Tangan Kaisar Raymond mengepal, ia tidak masalah menyakiti dirinya asalkan jangan putranya atau darah dagingnya. Siapa pun tidak boleh menyakiti anaknya, termasuk dirinya. Sudah cukup kisah masa lalu yang membuatnya menyesal.


"Apa benar begitu Selir Lusia?" tanya Kaisar Raymond menggertakkan giginya.


"Pangeran Aronz, sebaiknya Pangeran jujur. Demi cinta Pangeran Aronz pada Baginda. Jujurlah, semuanya akan baik-baik saja. Tidak akan ada yang menyakiti Pangeran," ujar Pangeran Hilton meyakinkan.


"Baginda, dia hanyalah anak kecil, tidak perlu mendengarkannya."


"Diam!" Teriak Kaisar Raymond. Hatinya begitu benci pada orang-orang yang meremehkan putranya.


Kaisar Raymond menarik nafasnya dalam-dalam, ia berjongkok menjajarkan tubuhnya dengan Pangeran Aronz. "Jujurlah, tidak akan ada yang memarahi mu. Kamu tahu kan sayang, ayah sangat menyayangi mu, Ayah berusaha menjaga mu dengan baik. Apa benar yang di katakan Paman mu, Pangeran Hilton?"


Pangeran Aronz semakin menunduk sedih, ia tidak kuat siksaan Selir Lusia, ibu yang ia harapkan


Pangeran Aronz menoleh pada sang kesatria, memberikan kode agar membawa semua buktinya.


"Baik Pangeran," ujar sang Kesatria berlalu pergi. Ia akan membawa semua buktinya di hadapan Kaisar Raymond.


"Kita lihat saja, Apa Selir Lusia bisa menyangkalnya lagi."


Selang beberapa saat, yang di tunggu-tunggu pun datang. Para pelayan Pangeran Aronz serta pelayan Selir Lusia menghampiri Kaisar Raymond.


"Katakan!" Teriak Kaisar Raymond.

__ADS_1


Para pelayan menunduk dengan tubuh gemetar, ketakutan, "Be-benar Baginda."


"Katakan yang jelas!"


"Selir Lusia sering berbuat kasar pada Pangeran,"


Para pelayan pun bersujud. "Ampun Baginda, kami tidak memiliki kuasa untuk menghentikannya. Selir Lusia mengancam kami Baginda."


Kaisar Raymond mematung, air matanya mengalir deras. Wanita yang ia hormati, wanita yang ia cintai, wanita yang ia pilih untuk anak-anaknya. Kini wanita itu dengan sendirinya menghancurkannya.


"Jangan menyalahkan saya Baginda, semua ini karena Baginda yang tidak perhatian pada saya, hanya Pangeran Aronz dan Pangeran Aronz."


"Seharusnya kamu mengerti Selir Lusia, aku memiliki sebuah kesalahan dan aku ingin memperbaikinya, aku selalu mendahulukan dirimu sampai anak ku mati." Kaisar Raymond memejamkan matanya, bayangan Permaisuri Shopia saat meminta dirinya menolong anaknya. Darah yang keluar dari mulutnya sangat jelas.


"Aku tidak pernah berniat membawa wanita lain selain dirimu, bagi ku cukup aku mengecewakan Permaisuri Shopia, aku tidak ingin mengecewakan mu. Seharusnya kamu mengetahui keadaan ku," lirihnya, "Aku di hantui rasa bersalah Lusia."


"Hukuman mati, sangat tidak pantas untuk mu. Pertama kamu mengkhianati seorang Kaisar, kedua kamu bertindak kekerasan pada calon penerus seorang Kaisar. Selir Lusia aku cabut status mu menjadi Selir ku dan status mu sebagai seorang bangsawan. Kamu akan di asingkan ke dalam istana belakang, hidup dan mati mu ada di sana."


Duke Luke diam mematung di depan pintu, ia mendengarkan semuanya. Tidak ia sangka, Selir Lusia berbuat nekat, bahkan ia tahu. Demi Selir Lusia Kaisar Raymond mengabaikan putrinya.


"Duke," ujar Pangeran Hilton mematung, Kaisar Raymond pun langsung menoleh ke arah pintu.


"Bawa Selir Lusia," Pangeran Hilton melanjutkan langkah kakinya seraya membawa Selir Lusia yang di tarik oleh sang Kesatria. "Masuklah, Baginda menunggu Duke. Aku harap Duke membawa kabar baik." Sambungnya.

__ADS_1


__ADS_2