Hurt! Empress Shopia

Hurt! Empress Shopia
eps. 6 : Kebahagiaan Selir Lusia


__ADS_3

Dan benar saja, Kaisar Raymond menyelidikinya dengan jelas. Duke Alerix dan Selir Lusia di panggil ke ruang kerjanya. Setelah mendengarkan penjelasan dari Kaisar Raymond. Keduanya pun langsung berpelukan, melepaskan rindu yang sudah bertahun-tahun mereka rasakan. Dan seorang ayah dan anak kini di persatukan kembali. Kaisar Raymond begitu bahagia. Dia sangat senang melihat senyum di wajah kekasihnya yang semenjak kecil tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari seorang ayah. Dan kini, berkat bantuan Permaisurinya, keduanya hidup bahagia. Tidak ada tangisan lagi di antara mereka.


"Baginda, terima kasih." Duke Alerix bersujud di depan Kaisar Raymond. Ia merasa beruntung memiliki seorang Kaisar dan Permaisuri yang sangat bijaksana.


"Ini berkat Permaisuri, aku hanya menyelidikinya."


Kaisar Raymond merangkul kedua tangan Duke Alerix agar berdiri. Dia tidak perlu permohonan seperti itu.


"Baginda, aku ingin bertemu dengan Permaisuri." Ucap Selir Lusia. Selain menjaga Kaisar Raymond dengan baik. Dia juga mempertemukan dirinya dengan ayah kandungnya. Walaupun sekarang ibunya telah meninggal dunia.


"Ayo, aku akan mempertemukan kalian dengan Permaisuri," ujar Kaisar Raymond. Ketiga orang itu pun pergi, meninggalkan ruangan kerja Kaisar Raymond menuju ruang kerja Permaisuri Shopia. Sesampainya di sana, Kaisar Raymond memasuki ruang kerja Permaisuri Shopia. Dia melihat seorang wanita yang tengah termenung, pandangannya kosong dan lurus ke depan. Bahkan Permaisurinya tidak menyadari kehadirannya dana ayah mertuanya serta istrinya.


"Permaisuri."

__ADS_1


Elma memanggil sang majikan setelah ketiga orang itu mendekat. "Permaisuri."


Sekali lagi Elma memanggil sang majikan. "Permaisuri."


Elma mendekat seraya memegang pundaknya.


"Ah, iya Elma ada apa?"


Elma menatap dan mengangguk. Kemudian ekor matanya menatap Kaisar Raymond. Permaisuri Shopia mengikuti arah mata Elma. Ia langsung menyambut kedatangannya dengan bentuk hormat.


"Kami datang kesini untuk berterima kasih dengan Permaisuri karena telah menolong kami. Mempertemukan kami setelah sekian tahun kami terpisah." Ucap Duke Alerix tersenyum hangat. "Saya akan memberikan hadiah untuk Permaisuri, mohon Permaisuri menerimanya."


Permaisuri Shopia merasa tersanjung. Namun ia merasa tidak perlu menerima hadiah itu. Lagi pula, sudah kewajibannya sebagai seorang Permaisuri. Setidaknya ia bisa berbuat baik walau hanya sebentar saja. "Tidak perlu, aku juga senang Duke sudah di pertemukan kembali dengan putri Duke, Selir Lusia."

__ADS_1


"Terima kasih, Permaisuri." Sanggah Selir Lusia dengan mata yang mulai berair. Ia sangat bahagia, Permaisuri Shopia menolongnya tanpa rasa sungkan dan pamrih.


Permaisuri Shopia mencoba melebarkan bibirnya. Entah apa yang akan terjadi selanjutnya. Jika keduanya sudah bertemu. Kaisar Raymond tidak akan membutuhkan dirinya atau pun dukungan dari ayahnya.


Setelah ini, mungkin Selir Lusia akan di angkat menjadi seorang ratu.


"Kalian silahkan meluangkan waktu. Aku yakin kalian pasti saling merindukan. Aku akan beristirahat."


Permaisuri Shopia memberikan hormat. Sedangkan Kaisar Raymond merasa ada sesuatu yang Permaisuri Shopia sembunyikan. Perasaannya sama sekali tidak enak. "Permaisuri, Apa Permaisuri sakit? Aku akan memanggilkan dokter istana." Tawar Kaisar Raymond. Ia mendekatkan punggung tangannya menyentuh kening Permaisuri Shopia.


Permaisuri Shopia menurunkan tangan Kaisar Raymond di dahinya. "Tidak perlu, aku hanya ingin beristirahat."


Seketika hatinya merasa resah, Permaisuri Shopia tidak pernah menolaknya. Jika pun sakit, dengan senang hati Permaisuri Shopia memintanya menemaninya. Tapi sekarang, sikap Permaisurinya berubah. Pikirannya melayang kejadian di ruang kerjanya.

__ADS_1


"Aku Permisi Baginda."


Kaisar Raymond mengepalkan tangannya. Hatinya tidak suka melihat Permaisurinya bersikap datar padanya.


__ADS_2