Hurt! Empress Shopia

Hurt! Empress Shopia
eps. 51 : Kedatangan


__ADS_3

"Kita harus bertemu dengan putri kita. Tidak akan ada lagi yang akan memisahkan kita dengan Shopia. Aku sangat merindukannya." Permaisuri Violeta terisak, hingga air matanya membasahi dada kaisar Metteo.


Permaisuri Violeta mengingat pertama kalinya mereka berpisah. Sekian bertambahnya umur, ia tidak bisa melihat putrinya tumbuh. Ia hanya bisa melihat lukisan yang di kirimkan oleh Duke Luke setiap ulang tahun putrinya. Dan selama ulang tahunnya, ia hanya mengirimkan hadiah tanpa bertemu. Kini pengorbanannya selama ini telah tercapai. Tidak akan ada lagi yang memisahkannya.


"Besok kita akan berangkat untuk bertemu dengan putri kita. Dan kita akan membawanya pulang." Ucap Kaisar Metteo yang di angguki oleh Permaisuri Violeta.


Tak terasa Pagi telah menyapa.


Permaisuri Violeta dan Kaisar Metteo berangkat pagi-pagi sekali dengan pakaian yang sederhana dan kereta sederhana agar tidak menyita mata melihat kereta megahnya. Kereta kuda itu pun melaju meninggalkan Kekaisaran Metteo. Selama satu hari kereta itu melaju dan sampai di kediaman Duke lada malam harinya tepat jam 12.


Duke Luke yang melihat kedatangan adik satu-satunya. Langsung memeluknya dan keduanya menangis mengeluarkan kerinduan yang terpendam.


"Adik ku."

__ADS_1


"Kakak."


Duke Luke melepaskan pelukannya, menghapus air mata yang mengalir di pipinya. "Kenapa kamu datang ke sini? Kamu tidak tahu, ada banyak musuh yang mengincar nyawa mu dan Baginda."


Permaisuri Violeta tersenyum. "Dia sudah meninggal, tidak akan ada lagi musuh yang mengganggu kita. Aku ingin sekali bertemu putri ku," ujarnya.


Kaisar Metteo dan Permaisuri Violeta memang tidak memberikan kabar mengenai kedatangannya. Keduanya sepakat tidak memberikan kabar dan langsung menuju Kekaisaran Raymond.


"Maksud Baginda,"


"Jadi Kaisar Xavier yang melakukannya. Sungguh, sangat kejam. Sebuah permintaan seorang putri dengan kepala, hah. perlakuan konyol apa itu. Bau kali aku mendengarkan permintaan seseorang bukan hanya hadiah tapi kepala."


Duke Luke memegangi kepalanya. Dia bergidik ngeri membayangkan bagaimana kepala itu menggelinding di depannya.

__ADS_1


"Apa Baginda yakin akan menjadikannya suaminya Permaisuri Shopia? Sebelum pernikahan saja aku sudah merasa ngeri."


"Itulah yang aku cemaskan kakak, aku takut. Kaisar Xavier menyakiti putri ku yang selama ini aku jaga." Ucap Permaisuri Shopia. Dia tidak bisa membayangkan kehidupannya jika di tinggal oleh putrinya. Bertahun-tahun dia melindungi, menanggung hasrat keibuannya.


"Aku sangat yakin Kaisar Xavier akan melindungi Permaisuri Shopia dari pada Kaisar Raymond." Duke Luke menunduk. Dia belum memberitahukan apa yang terjadi pada Permaisuri Shopia akhir-akhir ini karena pikirannya fokus pada kesembuhan putrinya.


"Permaisuri Shopia hamil, lalu keguguran karena meminum racun. Dan racun itu adalah adik dari Baginda Kaisar Metteo. Kaisar Xavier murka, aku sangat yakin dia tahu dari kesatria yang menjaga Permaisuri Shopia. Untuk itulah dia membunuh semuanya. Alangkah baiknya kamu merestuinya adik ku, Kaisar Raymond tidak akan berani menyakiti Permaisuri selama ada Kaisar Xavier."


"Baiklah, aku akan mencobanya, tapi jika putri ku menangis kedua kalinya. Aku tidak akan tinggal diam." Ucap Permaisuri Violeta.


Sedangkan disisi lain.


Selir Lusia kembali menemui Permaisuri Shopia di kamarnya. Pikirannya sudah mantap membantu Permaisuri Shopia keluar istana tanpa syarat apapun. Dia ingin bahagia, sama halnya dengan Permaisuri Shopia yang ingin bahagia.

__ADS_1


"Aku akan membantu Permaisuri keluar dari istana ini. Setelah itu, aku berharap kita sama-sama bahagia dalam kehidupan masing-masing."


__ADS_2