
Malam harinya.
Permaisuri Shopia mengikuti acara makan malam tanpa sebuah drama. Tidak ada Selir Lusia yang manja pada Kaisar Raymond dan tidak ada Kaisar Raymond yang bersikap manis. Entah apa yang terjadi, keduanya diam tanpa ada percakapan. Biasanya Selir Lusia dan Kaisar Raymond menunjukkan keromantisan mereka, tapi tidak malam ini. Keduanya seperti orang yang tengah bertengkar.
Permaisuri Shopia mengunyah nasinya seraya mengambil segelas air di sampingnya. Matanya pun melirik ke dua orang di hadapannya dan di sampingnya yang tengah asik makan.
Tidak biasanya seperti ini batin Permaisuri Shopia.
"Permaisuri apa kamu sudah selesai memakannya?"
Permaisuri Shopia mengangguk seraya menaruh gelas di tangannya ke tempat semula.
"Makanlah yang banyak, kamu harus pulih secepatnya." Ucap Kaisar Raymond lembut.
Permaisuri Shopia merasakan hawa panas, entah apa yang terjadi. Ia lebih baik tidak ikut campur masalah keduanya. Biarlah, kedua orang itu melakukan apa maunya dan sesukanya. "Aku sudah selesai," ujar Permaisuri Shopia meninggalkan ruangan makan itu.
Kaisar Raymond menghentikan suapannya. Dia pun berlalu pergi tanpa berkata apapun. Sedangkan Selir Lusia merasa dilema. Tadi sore dia membahas semuanya dengan Kaisar Raymond. Dia menyuruh Kaisar Raymond menceraikan Permaisuri Shopia. Bukan maksudnya memisahkannya, tetapi ia melihat Permaisuri Shopia tak lagi mencintai Kaisar Raymond. Permaisuri Shopia seolah berlari dari kejaran Kaisar Raymond. Mau jadi apa pernikahannya jika tak ada lagi cinta. Dia tidak ingin Kaisar Raymond menderita dan lebih lagi Permaisuri Shopia.
__ADS_1
Namun Kaisar Raymond salah mengartikan dirinya. Kaisar Raymond menuduhnya, jika ini harapannya.
flasback...
"Baginda, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan, " ujar Selir Lusia tanpa ragu.
"Ada apa?" Tanya Kaisar Raymond yang wajah kusut. Dia yakin, Kaisar Raymond memikirkan masalah tentang Permaisuri Shopia.
"Aku tadi berbicara dengan Permaisuri. Dan Permaisuri tetap keras kepala ingin berpisah dengan Baginda. Apa sebaiknya, Baginda mengikuti perkataan Permaisuri?"
"Baginda, Permaisuri tidak mencintai Baginda. Hatinya penuh dengan kekecewaan. Apa sebaiknya Baginda lepaskan Permaisuri? Semakin Baginda mengejarnya, semakin Permaisuri menjauhi Baginda."
"Apa maksud mu berbicara seperti itu Selir Lusia?" Tanya Kaisar Raymond dengan rahang mengeras. Bukannya malah menyatukan, Selirnya berharap ia berpisah.
"Maksud ku,,,"
"Apa Selir Lusia ingin aku berpisah?"
__ADS_1
Selir Lusia langsung menggelengkan kepalanya. "Tidak Baginda, aku tidak bisa melihat Baginda mencintai Permaisuri Shopia sedangkan yang di cintai tidak mencintai."
"Permaisuri Shopia masih kecewa, pantas dia melakukan seperti itu." Ucap Kaisar Raymond. Dia yakin, Permaisuri Shopia masih marah dan kecewa. Tidak ada cinta, ia tidak yakin jika tidak ada cinta.
"Baginda, tapi Permaisuri Shopia menjelaskan sendiri pada ku. Dia tidak ingin meneruskan pernikahan ini. Alangkah sebaiknya, Baginda menceraikannya."
"Oh, apa ini mau mu, Selir Lusia? Aku sudah mengatakan Permaisuri hanya kecewa. Aku yakin, hatinya masih ada nama ku. Jangan karena Selir Lusia mengandung, Selir Lusia seenaknya saja mengatakan suatu hal yang tidak aku inginkan."
"Baginda, tapi aku ... "
"Sudah cukup Selir Lusia." Ucap Kaisar Raymond dengan tegas memotong pembicaraan Selir Lusia. "Sudah cukup pembahasan ini, tidak akan ada pembahasan ini lagi."
flasback off
"Apa yang harus aku lakukan?" Lirih Selir Lusia. Dia mengaduk-ngaduk nasi di piringnya. Kaisar Raymond tidak mempercayainya. Padahal niatnya baik, setelah perpisahan itu tidak akan ada yang tersakiti, dirinya, Kaisar dan Permaisuri.
#Hey kak,, lok punya aplikasi W.a.ttpad bisa mampir ke karya ku, "Istri Kedua Mr Duke" atau cek akun RiskaSayonkš¤
__ADS_1