Hurt! Empress Shopia

Hurt! Empress Shopia
eps. 46 : Jangan Mempercayai Siapapun


__ADS_3

cit


cit


cit


Mata indah itu mengerjap, tangannya menghalangi cahaya yang menyilaukan matanya. Dia tersenyum, mengingat tadi malam. Seorang laki-laki yang membuatnya nyaman dan tertidur dalam pelukannya. Dia beringsut duduk, melihat kanan kiri. Ternyata tubuhnya sudah ada di atas ranjang dan tidak menemukan siapapun. Kejadian tadi malam sejenak membuatnya nyaman dan damai. "Xavie,"


Bercerailah, aku akan menunggu mu. Kita akan hidup bersama. Percaya pada ku, aku sangat mencintai mu sejak pertama kali bertemu dengan mu.


Karena mu, aku menanggung semua ini. Menyelinap memasuki istana hanya karena ingin bertemu dengan mu.


Permaisuri Shopia melihat tangannya. Tangan inilah yang memegang dadanya, ia bisa merasakan detak jantungnya.


Kami percaya, dalam detakan ini ada nama mu.


Permaisuri Shopia menggeleng, bisa-bisanya dia ingat perkataan gombal laki-laki itu.


"Seandainya dia masih hidup, aku akan membawa mu pergi, Nak. Aku tidak akan membiarkan siapapun menyakiti mu. Tapi kenyataannya aku gagal, aku gagal menjadi seorang ibu."


tok


tok


tok


"Permaisuri."

__ADS_1


"Masuklah," ujar Permaisuri Shopia mendengarkan suara pelayan Elma.


"Bagaimana keadaan Permaisuri?"


Permaisuri Shopia tersenyum, ia memang sedih, tapi bukan berarti ia harus terpuruk dalam kesedihan. Ia harus bangkit dan menerima semuanya dengan lapang dada.


"Permaisuri, Duke Luke sedang menunggu Permaisuri di taman samping." Ucap pelayan Elma. Matanya tak berhenti menatap Permaisuri Shopia. Ia begitu kagum padanya,


"Bantu aku membersihkan tubuh ku. Aku juga ingin bertemu dengan ayah."


tiga puluh menit kemudian.


Permaisuri Shopia sudah selesai merias semua tubuhnya. Menggunakan gaun berwarna kuning, topi warna hijau muda yang melingkar di atas kepalanya dengan hiasan bunga mawar putih dan merah di samping kanannya.


"Ayo,"


"Ayah."


"Permaisuri." Duke Luke memberikan hormat.


"Jangan seperti itu Ayah, aku masih putri ayah." Permaisuri Shopia memeluk laki-laki yang setengah baya itu.


"Maafkan ayah, Nak. Ayah tidak bisa menjaga mu dengan baik."


Bawa Permaisuri Shopia keluar dari istana. Aku akan menjadikan dia sebagai Permaisuri ku satu-satunya.


Perkataan Kaisar Xavier membuatnya susah tidur. Ia khawatir, jika benar laki-laki itu menyukai putrinya. Sama saja keluar dari lubang buaya masuk ke dalam lubang harimau. Ia sudah berusaha berbicara dengan hati-hati, menolaknya secara halus. Ia takut, seluruh istana tidak akan menerima anaknya. Tapi Kaisar Xavier mengatakan, akan merahasiakan identitasnya dulu. Membuat putrinya mencintainya. Dan Kaisar Xavier juga mencari dalang di balik pembunuhan putrinya.

__ADS_1


"Sayang, apa kamu akhir-akhir ini bertemu dengan laki-laki misterius?"


"Maksud ayah,"


"Ayah hanya bertanya saja, mungkin kamu bertemu dengan seseorang. Ayah takut, orang yang dekat dengan mu. Berniat jahat, itu maksudnya." Ucap Duke Luke gagap.


"Ada sesuatu yang harus ayah katakan pada mu. Mungkin ini juga ada kaitannya dengan pembunuhan mu."


"Maksud ayah?"


Duke Luke menarik nafasnya dalam-dalam. Ia akan menceritakan asal usul Permaisuri Shopia agar dirinya lebih berhati-hati. Di istana ini, tidak ada yang bisa di percayai setelah kejadian itu.


"Kamu jangan terkejut, ayah akan menceritakan sebuah rahasia. Maafkan ayah, semua ini kita lakukan demi keselamatan diri mu."


Duke Luke menceritakan semua, tidak ada yang terlewat sedikit pun. Sampai pembunuhan itu, tapi ia tidak menceritakan identitas Kaisar Xavier.


"Jadi aku,"


Duke Luke mengangguk, "Orang yang kamu temui adalah Kaisar Metteo. Kami membawa mu kesini, selain jauh. Adik dari Kaisar Metteo tidak akan menemukan mu, tapi semenjak pembunuhan itu. Aku sangat yakin, dia sudah tahu keberadaan mu. Maka dari itu, jangan mempercayai siapapun di istana ini. Termasuk orang yang dekat dengan mu." Ucap Duke Luke dengan wajah serius.


"Tidak mempercayai siapapun, maksud kamu apa Duke."


Duke Luke berdiri kemudian memberikan hormat. Ia berharap, Kaisar Raymond tidak mendengarkan semuanya.


"Katakan apa maksud mu? Siapa yang kamu curigai di istana ini."


"Siapapun Baginda, termasuk orang yang dekat dengan putri ku. Karena tidak ada lagi orang yang dapat di percaya. Aku akan membawa putri ku ke kediaman Duke. Sudah tidak lagi yang harus putri ku pertahankan dari istana ini."

__ADS_1


"Apa maksud mu, hah?" Bentak Kaisar Raymond yang tidak terima.


__ADS_2