
Assalamualaikum Wr. Wb...
Maksih banyak atas suportnya, jempolnya, doanya dan yang terpenting likenya, ya.✌️🤭 Semoga semua pembaca ku, pembaca karya ku di paringi sehat, rezeki berkah dan di berikan umur yang panjang.
O iya kak, jika ada yang berminat dengan karya cetak ku.
# Istri Kontrak Ke Empat Pangeran bisa hubungin admin ini 0841 7015 2745
Ini Brubnya ... Ambil sisi positifnya jangan negatifnya🤭
____
"Aduh sakit," gadis itu beringsut duduk.
Samar-samar ingatan asing mulai keluar dari dalam kepalanya.
Dalam ingatannya, dia melihat ke empat laki-laki yang tengah memandanginya datar, dingin dan lembut.
Salah satu laki-laki berprawakan tegas itu berkata "Selamanya kamu akan menjadi penghasilan keturunan kami." Laki-laki itu tersenyum
Kembali lagi dengan cerita..
__ADS_1
Sesaat kemudian.
Seorang pelayan yang ia tugaskan membantu Permaisuri Shopia keluar. Ia menghampiri pelayan itu, lalu memberikan beberapa uang. "Terima kasih," ujar Kaisar Xavier. Ia memasuki ruangan itu seraya memanggil wanitanya. "Sayang ... "
Tidak ada jawaban, Kaisar Xavier menuju ke arah balkom. Di sana, dia melihat seorang wanita yang berdiri, rambutnya tergerai indah. Angin malam berhembus tenang, membuat sedikit demi sedikit rambut itu terangkat. Kemudian, dari arah samping angin malam berhembus kencang. Seketika rambutnya menutupi wajahnya.
Perlahan, Kaisar Xavier melangkah. Ia masih setia memandang Permaisuri Shopia dari samping. Tangannya terulur, menyibak rambut yang menutupi wajah Permaisuri Shopia.
Sejenak waktu teras berhenti. Lukisan di depannya bagaikan seorang dewi. Tidak ada cacat sedikit pun. Kulitnya sangat putih, tidak ada jerawat ataupun kecacatan lainnya. Bibir yang mungil, pas sekali jika di hisap oleh bibirnya.
"Sayang."
Sama halnya dengan Permaisuri Shopia. Wajahnya memerah, hembusan nafas Kaisar Xavier menerpa wajahnya.
"Ah, iya." Sahutnya.
"Apa Baginda tidak istirahat ke kamar Baginda?" Tanya Permaisuri Shopia.
Kaisar Xavier tersadar, tadi ia hanya memesan satu kamar. Ia lupa memesan kamarnya sendiri. Lalu apa yang harus ia lakukan? mengatakan sejujurnya atau berbohong.
"Em, aku ... Aku tadi sudah menanyakan ke pelayannya, tapi sayang, tidak ada kamar lain lagi." Lirihnya dengan nada sendu yang di buat-buat.
Mata Permaisuri Shopia melirik ke arah sofa merah yang lumayan besar. Mungkin muat menampung tubuh Kaisar Xavier. "Bagaimana kalau Baginda tidur di sofa saja malam ini atau aku saja yang tidur di sofa?" Tanya Permaisuri Shopia seraya menawarkan.
__ADS_1
"Ah, tidak perlu, aku akan tidur di sofa. Tidak baik untuk tubuh mu. O iya, apa kamu masih mencintai Kaisar Raymond?" Tanya Kaisar Xavier. Entah mengapa? justru pertanyaan itulah yang keluar dari mulutnya.
Permaisuri Shopia mendongak, memandang langit yang di penuhi ribuan cahaya. Menemani kesunyian malam. Ia akan berkata jujur sesuai hatinya. "Aku masih mencintainya Baginda." Permaisuri Shopia terdiam sejenak. Kemudian menoleh, menatap wajah Kaisar Xavier yang menunduk dengan raut wajah di tekuk dan mengepalkan tangannya. "Tapi aku ingin melupakannya, karena saat ini sudah ada seseorang. Aku akan berusaha melupakannya dan mencintai orang itu."
Kaisar Xavier memandang Permaisuri Shopia. "Apa itu aku?"
Permaisuri Shopia mengangguk, ia tidak paham dengan pemikiran Kaisar Xavier. Jelas-jelas dia janda, tapi kenapa masih ngotot bersamanya. Mengingat tentang janda, membuatnya di rundung ketakutan. Apa seorang janda pasta bersanding dengan Kaisar Xavier?
"Kenapa Baginda memilih ku?"
"Karena Cinta." Sahut Kaisar Xavier dengan mantap. Ia paham arah pembicaraan Permaisuri Shopia. "Aku mencintai mu semenjak kita bertemu. Sudah lama aku memendam rasa pada mu, tapu saat mengetahui kamu seorang Permaisuri. Aku ingin mundur, tapi aku ingin menjaga mu. Oleh sebab itu, aku menyuruh pengawal bayangan menjaga mu dengan secara sembunyi-sembunyi." Ucap Kaisar Xavier.
"Terima kasih." Hanya kata itu yang bisa ia ucapkan pada Kaisar Xavier. Ingin mengatakan cinta, tapi tidak sesuai dengan hatinya. "Aku sudah ngantuk, Baginda istirahat lah," ujar Permaisuri Shopia. Dia menaiki ranjangnya, menyelimuti tubuhnya. Kemudian membaringkan tubuhnya. Dalam sekejap Permaisuri Shopia berada dalam mimpi. Tubuhnya sangat lelah, ia tidak kuat lagi membuka matanya.
Kaisar Xavier yang melihat semua pemandangan itu, langkahnya menuju ke arah ranjang Permaisuri Shopia. Ia ikut membaringkan tubuhnya, perlahan tubuhnya mendekati Permaisuri Shopia. Ia menyandarkan kepalanya ke ceruk leher Permaisuri Shopia membuat sang empu terbangun. "Baginda."
"Biarkan seperti ini Sayang, aku sangat lelah. Aku ingin tidur. Aku janji tidak akan berbuat macam-macam." Lirihnya seraya memejamkan matanya.
Permaisuri Shopia tersenyum, melirik Kaisar Xavier. Tangannya terulur mengelus pucuk kepala Kaisar Xavier.
Di tempat lain.
Seluruh pengawal yang handal dan Kesatria istana telah menyebar ke berbagai penjuru mencari keberadaan Permaisuri Shopia. Kaisar Raymond pun ikut andil, namun sampai larut malam. Kaisar Raymond tidak mendapatkan hasil apa-apa..
__ADS_1