Hurt! Empress Shopia

Hurt! Empress Shopia
eps. 74 : Selir Lusia


__ADS_3

"Hah,"


Wanita itu tersenyum seraya menatap langit-langit berwarna biru itu. Beberapa bulan ini, ia bosan di istana, apalagi dengan perubahan Kaisar Raymond. Sudah banyak usahanya membuat laki-laki itu mau padanya, yang lebih menjengkelkan lagi, anak buta itu yang merampasnya. Seandainya, anak itu tidak buta. Ia akan menerimanya.


"Sayang, kamu mau kemana?"


"Aku harus kembali istana, tidak enak jika di lihat orang." Selir Lusia mencium sekilas bibir sang laki-laki, yang tak lain adalah Viscount Armand. Seorang Viscount yang terkenal sifat playboynya.


"Baiklah, kapan ke sini lagi?"


"Maaf, sayang. Aku tidak bisa sering-sering. Kamu tahu sendiri kan, aku seorang Selir."

__ADS_1


"Huh, Selir? Apa menjadi Selir membuat mu bahagia?" Ledek Viscount Armand tersenyum sinis. Sudah banyak rumor yang mengatakan Kaisar Raymond sudah berubah pada Selir Lusia. Apa lagi melahirkan seorang anak yang buta.


"Dulu, dulu aku bahagia walaupun menjadi Selir, tapi semenjak dia pergi. Baginda berubah pada ku. Gara-gara dia, aku membencinya Viscount, sangat membencinya, makanya aku ingin kamu mencarinya, hidup atau mati." Ucapnya dengan penuh ambisi balas dendam. Sudah beberapa bulan ini ia diam-diam juga mencari keberadaan Permaisuri Shopia. Jika ia menemukannya lebih dulu, sebelum Kaisar Raymond. Maka artinya, ia memiliki kesempatan untuk menghalangi Kaisar Raymond dan Permaisuri Shopia bersatu. Kehidupannya pun berubah total gara-gara Permaisuri Shopia. Ia harus menghangat laki-laki keranjang di sampingnya demi informasinya.


"Dia orang baik, Lusia. Kenapa kamu ingin menghabisinya? Salahkan saja Kaisar Raymond, dia tidak bersikap adil atau kamu saja yang serakah." Ucap Viscount Armand. Ia merasa kasihan pada Permaisuri Shopia. Wanita itu sangat baik dan di puji, sudah begitu banyak pujian bangsawan pada Permaisuri Shopia.


"Diam! Aku memberikan kehangatan untuk mu, bukan untuk protes, tapi turuti saja perintah ku."


Viscount Armand mengepalkan kedua tangannya, ia menahan kegeramannya itu, untuk saat ini ia diam, tapi tidak lain kali. Demi menghancurkan sang Duke, Ayah Selir Lusia yang menjadi musuh bebuyutannya. "Baiklah, tapi bagaimana dengan anak mu itu?"


"Jangan seperti itu, bagaimanapun juga dia anak mu dan Kaisar Raymond."

__ADS_1


"Aku tidak peduli."


Seandainya itu aku, aku sudah menebas leher mu Selir Lusia. Wanita ini tidak berperasaan, anak sendiri malah di buang. Huh, untung bukan istri ku. Kalau istri ku, sudah aku tebas dia. Laki-laki itu sangat bodoh, mempertahankan wanita seperti Selir Lusia.


"Aku pulang." Ucap Selir Lusia, ia memungut pakaiannya, lalu mengambil jubah mandi di lemari Viscount Armand. Setelah itu, dia keluar menuju kamar samping. Sudah menjadi kebiasannya, ia membersihkan tubuhnya lewat kamar samping.


Lain halnya dengan Pangeran Hilton yang bergelut dengan pikirannya.


Pangeran Hilton semakin pusing, tangannya memegang sebuah pena. Ia ragu mengirimkan surat pada Permaisuri Shopia dan ia juga ingin membuat Kaisar Raymond berhenti berharap. "Ah, bagaimana ini? Aku tidak bisa. Tidak, aku harus memberitahukannya."


Pangeran Hilton menghembuskan nafasnya, mengirim surat ini sama saja mengantarkan nyawa pada temannya, Kaisar Xavier. Bisa dipastikan Kaisar Xavier tidak akan mengijinkannya, tapi ia yakin. Permaisuri Shopia seorang wanita yang bijaksana.

__ADS_1


Setelah bergelut dengan tulisannya, Pangeran Hilton menyuruh sang kesatria mengantarkan surat itu pada Kaisar Xavier dan Permaisuri Shopia. Tentunya dengan surat yang berbeda-beda. Dia berbicara sebagai seorang sahabat dan sebagai seorang adik.


"Aku harap, kalian mau mengerti. Aku tidak bisa memberikan kebahagiaan apapun untuk kakak ku."


__ADS_2