
"Baginda, ada Pangeran Hilton yang ingin menemui Baginda."
Seketika Permaisuri Shopia menoleh, matanya berkaca-kaca. Benarkah itu Pengeran Hilton, apakah Kaisar Raymond telah melepaskannya? ia sudah memohon, tapi usahanya gagal.
"Permaisuri, apa kamu takut?"
Permaisuri Shopia menggeleng lemah. "Dia teman ku, teman masa kecil ku, sebelum aku bercerai. Baginda Kaisar Raymond menahannya. Aku pernah memohon, namun usaha ku gagal dan sekarang aku bersyukur dia keluar. Aku ingin menemuinya, aku ingin tahu dia di bebaskan atau dia kabur."
Permaisuri Shopia berdiri, sedangkan Kaisar Xavier mematung. Teman masa kecil, apa itu artinya cerita dari Pangeran Hilton adalah Permaisurinya.
Kaisar Xavier mengingat kejadian masa lalu. Dimana dirinya menolong Pangeran Hilton yang pada saat itu terluka akibat pertarungan dengan segerombolan pembunuh bayaran. Keduanya pun saling akrap, hingga Pangeran Hilton menceritakan identitasnya dan masalahnya keluar istana.
"Astagah! jika itu benar, apa yang harus aku lakukan? Pangeran Hilton pasti kecewa. Apa Permaisuri Shopia sudah tahu, kenapa aku tidak menyadarinya? Bagaimana ini?"
Kaisar Xavier bangkit, ia menoleh ke samping, tidak mendapati Permaisuri Shopia. Ia ceroboh membiarkan Permaisuri Shopia menemuinya. Padahal ia berniat menceritakannya. Dengan langkah tergesa-gesa, ia pun menemui Pangeran Hilton. Sudah sangat lama ia menahan gejolak rindu pada temennya itu.
"Pangeran." Teriak Permaisuri Shopia memanggil.
Deg
Pangeran Hilton yang berdiri di depan jendela, tubuhnya seketika merasa kaku. Suara itu, suara yang ia rindukan. Suara yang selalu menghantui tidurnya, suara yang mampu membuatnya senang dan sedih. Lehernya perlahan berputar seiring dengan tubuh tegapnya.
Deg
Deg
Deg
__ADS_1
Matanya berair, ia tidak bisa menaham rasa meluruhkan tubuhnya. "Shopia .. "
"Pangeran."
Entah semenjak kapan? keduanya berpelukan saling melepaskan rindu. Rasa persahabatan, rasa cinta yang terselip di antara kedua rasa itu. "Aku mencari mu, kamu kemana saja Shopia? Dan kenapa kamu bisa ada di sini?" Tanya Pangeran Hilton. Di tatapnya wajah cantik itu, wajah yang menempati relung hatinya yang paling dalam. Seakan wajah itu tak mampu untuk di hilangkan. Butuh seditik memasukkan wajah itu di dalam hatinya, sedangkan melupakannya butuh beribu-ribu hari melupakannya.
Tangannya gemetar saat menyentuh kedua pipinya. Perlahan, tangan itu menyentuh kedua pipi yang basah itu. Permaisuri Shopia menggenggam salah satu tangan yang menyentuh pipinya.
"Shopia."
Ekhem
Kedua orang itu menoleh, melihat seorang laki-laki yang melihat ke arah lain. Sekujur tubuhnya terasa panas, hatinya semakin terbakar api cemburu.
Apa shopia juga tahu kalau Pangeran Hilton mencintainya?
"Baginda, kenapa Baginda tidak bilang jika Permaisuri Shopia ada di sini. Selama lima tahun aku mencarinya seperti orang gila." Pangeran Hilton berucap dengan wajah berseri-seri.
Kaisar Xavier semakin diam, pikirannya tak menentu. Ia mencintai Shopia, tapi ia takut kehilangan sahabatnya.
"Oh iya, kenapa Pangeran bisa ada di sini dan maaf aku tidak bisa menceritakan pada Pangeran. Jadi bagaimana bisa Pangeran keluar?"
Pangeran Hilton mengalihkan matanya, sedikit Kaisar Xavier merasa lega.
"Aku di bebaskan dan akan di akui oleh Baginda asalkan aku membawa mu," ujarnya.
Terlihat Permaisuri Shopia kecewa. Kali ini ia tidak bisa ikut walaupun ada rasa iba di hatinya. Sudah ada kehidupan lain yang membutuhkannya dan ia juga membutuhkannya. "Maaf, aku tidak bisa. Maaf Pangeran, aku tahu Pangeran sangat membutuhkan pengakuan dari Kaisar Raymond."
__ADS_1
"Kenapa? Apa alasannya?"
"Karena dia istri ku, Permaisuri dari Kaisar Xavier, ibu negara dari Kekaisaran Matahari." Ucap Kaisar Xavier yang mana membuat Pangeran Hilton terkejut.
Ibu negara? Permaisuri? apa artinya Kaisar Xavier menikah dengannya tampa memberitahukannya?
"Maaf, Pangeran. Aku tidak memberitahu mu."
"Ayah, ibu." Teriak seorang anak kecil, ia berlari berhambur memeluk Kaisar Xavier. "Ayah dan Ibu kemana saja? Kenapa tidak ikut bermain dengan ku?" Celoteh anak kecil itu, memperlihatkan deretan giginya.
Anak? Apa maksudnya?
"Aku akan menjelaskannya," ujar Kaisar Xavier. Matanya beralih pada Permaisuri Shopia. "Sayang, kamu sama Ibu dulu ya, Ayah masih ada urusan sebentar. Nanti setelah ayah selesai, kita main bersama."
"Baiklah Ayah." Ucap anak kecil itu seraya beralih ke dalam gendongan Permaisuri Shopia.
"Baiklah, aku pergi dulu. Baginda, akan menjelaskannya." Ucap Permaisuri Shopia tanpa di jawab atau di angguki oleh Pangeran Hilton.
"Apa ada yang ingin Baginda jelaskan sebagai seorang sahabat?" Tanya Pangeran Hilton datar setelah menyisakan keduanya.
"Aku minta maaf, jujur, saat itu aku tidak ingat wanita yang kamu maksud. Aku baru sadar hari ini. Apa kamu datang kesini untuk meminta bantuan mencarinya?"
"Iya, itulah alasan ku sekaligus menemui sahabat ku, tapi aku sudah di berikan kejutan."
"Bagaimana Baginda bisa membawanya?" Pangeran Hilton ingin tahu seluk beluknya sampai Permaisuri Shopia keluar dari pengawasan yang ketat.
Kaisar Xavier pun menceritakan awal mereka bertemu, tentang kedua orang tua Permaisuri Shopia sampai menikah. Tidak ada sepatah kata apapun yang ia tambahkan, ia berkata jujur tanpa kekurangan atau melebihkan perkataannya.
__ADS_1