Hurt! Empress Shopia

Hurt! Empress Shopia
eps. 9 : Menyerahkan


__ADS_3

Kedua pasangan yang sedang mabuk asmara itu langsung melepaskan bibir yang saling bertautan satu sama lainnya. Wajah Kaisar Raymond dan Selir Lusia tampak malu. Bahkan keduanya sempat membuang wajah. Hingga Kaisar Raymond berderhem.


"Ada apa Permaisuri dan Duke Luke?" tanya Kaisar Raymond bersikap tidak terjadi apa-apa. Wajahnya memandang Permaisuri Shopia. Entah apa yang akan dia jelaskan nanti. Namun memikirkan statusnya yang sudah menikah, ia tidak perlu menjelaskan apapun.


"Maaf mengganggu waktu Baginda. Kami datang kesini kesini Permaisuri ingin meminta ijin untuk berkunjung ke kediaman Duke dalam waktu beberapa hari." Duke Luke hampir tercekat, dadanya semakin bernafas dengan cepat. Ingin sekali ia menghantam wajah tampan tanpa dosa itu. Seandainya ia tahu seperti ini, ia akan berfikir dua kali. Seandainya, ia tahu. Selir Lusia anak dari Duke Alerix. Ia juga tidak perlu membuat anaknya berada dalam sangkar emas.


Sungguh, ia sangat menyesal. Bahkan ia berharap Tuhan mau mendengarkan teriakan penyesalannya yang sangat mendalam di hatinya.


Dan wajah wanita di sampingnya, di wajahnya saja tidak ada rasa bersalah sedikit pun. Ia heran terbuat dari apa dirinya. Seharusnya wanita memiliki rasa malu, tapi wanita di hadapannya. Sepertinya ia harus memohon agar wanita di hadapannya memiliki urat malu.


"Ada rangka apa Permaisuri ingin di kediaman Duke?"


"Tidak ada, Baginda. Sudah lama aku tidak kesana." Ucapnya tersenyum masam.

__ADS_1


"Berapa hari Permaisuri?" Cerca Kaisar Raymond.


"Baginda tidak perlu khawatir. Ada Selir Lusia. Sudah waktunya, Selir Lusia ikut campur dalam urusan istana. Karena bagaimana pun juga, Selir Lusia harus tahu menahu tentang urusan istana."


"Maksud Permaisuri."


Sanggah Selir Lusia. Ia bahkan tidak pernah berfikir untuk mengurusi istana. Baginya sudah cukup menjadi istri Kaisar Raymond.


"Tidak ada, suatu saat nanti. Selir Lusia akan menjadi Permaisuri. Jika aku tidak ada, urusan istana bisa Selir Lusia urus."


"Ada bagusnya juga Selir Lusia." Kaisar Raymond sangat menyetujui perkataan Permaisurinya. Ia pun merangkul tubuh Selir Lusia tanpa rasa enggan sedikit pun. Senyumannya yang tak pernah Permaisuri Shopia lihat sama sekali.


Sepertinya dia memang bahagia dengan Selir Lusia. Aku harap, suatu saat nanti aku akan lupa semua kenangan di istana ini. Andai kata, aku tidak bisa mengingatnya batin Permaisuri Shopia.

__ADS_1


Ia akan membantu Selir Lusia mengurus urusan istana. Supaya tidak terkejut seperti dirinya. Bukannya ia ingin merendahkan, tapi Selir Lusia berasal dari kalangan bawah. Bisa di bilang, wanita yang menjadi istri kedua suaminya tidak tahu sama sekali urusan bangsawan.


"Aku harap Selir Lusia siap."


Selir Lusia pun memberikan hormat. Ia begitu senang, selain menjadi istri dari Kaisar. Kini jabatannya bukan hanya Selir biasa. Melainkan sesuatu yang sangat berharga. Sejujurnya bukan itu yang ia inginkan, bersama dengan Kaisar Raymond pun ia sudah cukup untuknya.


"Hah, rasanya aku sangat bahagia."


Sedangkan Kesatria dan Duke Luke menatap tak percaya. Permaisuri, bukankah itu kedudukannya. Duke Luke pun paham, mungkin Permaisuri Shopia sudah menyerah dan akan membantu Selir Lusia menduduki kedudukannya. Tapi bara api di hatinya semakin merajalela. Ia ingin meluapkan semua bara api itu, membakar apa yang ingin ia bakar.


Sedangkan Kesatria, otaknya bahkan tak bisa memikirkan selain melihat kesenangan di wajah Kaisar Raymond. Artinya Kaisar Raymond mengiyakan perkataan Permaisuri Shopia.


Kesatria yang menjadi tangan Kaisar Raymond itu merasa kasihan pada wanita yang sudah mengabdi untuk Kaisar Raymond dan Kekaisaran ini.

__ADS_1


Lain halnya dengan Kaisar Raymond, ia tidak fokus pada perkataan Permaisuri Shopia. Sejujurnya tadi hatinya resah mengingat Permaisuri Shopia melihatnya tadi. Hingga pikirannya bercabang. Yang ia dengar, Permaisuri mau mengajarkan urusan istana dengan Selir tercintanya.


__ADS_2