Hurt! Empress Shopia

Hurt! Empress Shopia
eps. 60 : Di Antara Mereka


__ADS_3

Kaisar Raymond tersenyum sinis. Dia tertawa di kegilaannya. Hatinya dan pikirannya ada nama Shopia dan juga Selir Lusia. Mana bisa dia memilih di antara mereka. "Apa kamu ingin aku melupakan mu dan anak mu? Apa kamu ingin aku mengusir mu? Seharusnya kamu tahu Selir Lusia. Aku mencintai Shopia, aku baru menyadari itu. Saat dia pergi dan tidak lagi menoleh ke belakang Saat itu hati ku bergetar, sakit amat sakit. Sampai aku ingin mengeluarkan hati ku."


"Maka dari itu lupakan nona Shopia,"


"Tidak!" Sarkas Kaisar Raymond. "Sampai kapan pun aku tidak akan meninggalkannya. Aku akan melakukan cara apa pun." Ucapnya tertawa.


Dada Selir Lusia semakin sesak. Dia kira, kepergian Permaisuri Shopia membuat keluarganya akan bahagia. Membuat keluarganya tentram dan penuh cinta, tapi apa? Keluarga yang ia bina, yang ingin ia jaga. Semuanya hancur dalam sekejap. "Maka dari itu, biarkan aku yang pergi. Baginda boleh mencarinya." Selir Lusia membalikkan badannya, ia berlari, namun sampai di ambang pintu. Langkahnya berhenti.


"Jangan egois Selir Lusia. Jika tidak ada Permaisuri, kamu tidak akan bersama ku. Menikah dengan mu, juga butuh persetujuan Permaisuri. Kamu ingin pergi, mimpilah. Anak yang di dalam perut mu, akan menjadi anak ku. Lahirkan lebih dulu, kamu boleh pergi setelah itu."


"Pengawal !" Teriak Kaisar Raymond. Seketika dua pengawal istana muncul di depan pintu. Dia tidak berani masuk karena ada Selir Lusia yang berdiri mematung memunggungi Kaisar Raymond. "Awasi Selir Lusia dan jangan sampai dia keluar dari kamarnya."


"Kamu kejam Baginda." Teriak Selir Lusia.


"Kamu juga kejam karena tidak bisa memberi ku kebahagian." Sorot mata Kaisar Raymond semakin tajam. Kepalanya pusing karena kehilangan Permaisurinya. Sekarang di tambah lagi dengan Selir Lusia yang ingin pergi.


"Aku harus mencarinya." Ucap Kaisar Raymond dengan tekad yang kuat.

__ADS_1


Di sisi lain.


Permaisuri Shopia dan Kaisar Xavier berhenti di salah satu penginapan. Keduanya telah sampai di perbatasan. Dari perbatasan itu akan melewati hutan dan sungai. Kaisar Xavier pun tidak melanjutkan perjalanannya. Dia memilih jalur Ibu Kota karena membawa seseorang yang sangat berarti di hidupnya.


"Kita berhenti di sini dan beristirahat lebih dulu. Besok kita akan melanjutkan perjalanan." Ucap Kaisar Xavier seraya membantu Permaisuri Shopia turun dari kuda hitamnya.


"Apa sebaiknya kita melanjutkan saja? Aku takut pengawal istana akan sampai di daerah sini."


Kaisar Xavier mengelus kepala Permaisuri Shopia yang tertutup jubah hitam itu. "Jika pun ada, aku akan melindungi mu. Mereka tidak akan sampai di sini."


"Masuklah, aku akan segera kembali setelah membelikan gaun untuk mu." Tanpa berfikir panjang, Kaisar Xavier mencium kening Permaisuri Shopia. Membuat jantung berdebar-debar tak menentu.


"Dia membuat ku jantungan." Gumam Permaisuri Shopia, namun berikutnya sudut kedua bibirnya terangkat sedikit ke atas. Ia pun memasuki kamarnya yang telah di pesan.


Beberapa menit kemudian. Kaisar Xavier kembali dengan seorang pelayan yang menyuruhnya membantu Permaisuri Shopia membersihkan tubuhnya.


"Sayang." Panggil Kaisar Xavier. Ia mengedarkan pandanganya, namun tidak melihat Permaisuri Shopia.

__ADS_1


"Sayang."


"Iya, aku ada di dalam kamar mandi." Teriaknya.


Kaisar Xavier tersenyum, ia melangkah ke kamar mandi dan mengetuknya. "Sayang, aku sudah bawakan satu pelayan untuk melayani mu. Sekarang keluarlah," ujarnya.


"Tidak perlu, aku selesai mandi." Permaisuri Shopia keluar dengan jubah mandi yang melekat di tubuhnya.


Kaisar Xavier langsung memalingkan wajahnya. Melihat lekukan tubuh Permaisuri Shopia ada sesuatu yang memanas di tubuhnya.


****, dia tidak menggoda ku, tapi kenapa sesuatu di tubuh ku bangkit.


"A-aku pergi." Kaisar Xavier berlari keluar dari kamarnya. Kemudian menetralkan jantungnya. "Seumur hidup, aku tidak pernah mengalami hal seperti ini." Gumamnya.


#Mungkin ada yang minat bisa hubungi nomor yang tertera di gambar.


__ADS_1


__ADS_2