
"Aku bisa menjaga Permaisuri dengan baik," ujar Kaisar Raymond. Dia akan berubah dan akan menjaga Permaisuri Shopia dengan baik.
Duke Luke mengepal kuat-kuat. "Setelah terjadi sesuatu baru Baginda akan menjaganya putriku dengan baik. Selama ini aku menjaganya dengan baik, berharap suatu saat nanti, Baginda akan menjaganya dengan baik melebihi saya. Tapi apa? Saya salah, tidak seharusnya saya menyerahkan putri saya. Dan sekarang saya meminta perpisahan dari kalian."
"Tidak akan, aku tidak akan menceraikannya."
Permaisuri Shopia tidak terima, dia sudah mantap bercerai dan memilih berpisah. "Jangan lupakan surat perjanjian itu,"
Kaisar Raymond mengingat kembali perjanjiannya. Ya, perjanjian itu menguatkan Permaisuri Shopia untuk berpisah. Tapi tidak, ia tidak akan membuat Permaisuri Shopia meninggalkan istana dan akan memulai hidup baru.
"Aku minta maaf,"
Deg
Permaisuri Shopia tersentuh, selama ini ia tidak pernah mendengarkan permintaan maaf itu. Hatinya sangat sakit, semuanya tidak akan merubah keadaan.
__ADS_1
"Aku minta maaf, aku ingin memulai hidup baru."
Tangannya gatal, ingin sekali ia meninju pipi Kaisar Raymond. Ia begitu muak dan jijik dengan ucapannya. Meskipun anak itu dari Kaisar Raymond, tapi tetaplah cucunya.
"Aku memaafkan Baginda, tapi aku akan tetap memilih bercerai."
Permaisuri Shopia langsung pergi, saat melewati Kaisar Raymond yang terdiam. Tangannya langsung di cekal. Kaisar Raymond menarik lengan Permaisuri Shopia agar mengikuti langkahnya.
"Lepaskan Baginda," ujar Permaisuri Shopia meronta-ronta. "Lepaskan Baginda."
Sampai di depan meja ruang kerja Kaisar Raymond. Tangan Permaisuri Shopia di lepaskan. Kaisar Raymond menuju laci ruang kerjanya. Kemudian menghempaskan kertas di atas meja itu dengan kasar. "Ini maksud mu." Kaisar Raymond mengangkat kertas itu di hadapannya. Kemudian langsung merobeknya menjadi dua.
"Melepaskan mu dari kata perceraian. Tidak akan ada lagi kata cerai di antara kita."
Kaisar Raymond meninggalkan Permaisuri Shopia.
__ADS_1
"Aku membenci mu, Baginda. Selamanya akan membenci mu, selamanya."
Kaisar Raymond memegangi dadanya. Tusukan demi tusukan sangat terasa di lubuk hatinya. "Maafkan aku, seandainya aku memutar waktu. Aku tidak akan menyia-nyiakan mu." Ucap Kaisar Raymond.
Entah dia harus senang atau harus sedih tapi perasaan ini terasa hambar. Dia merasa tidak lagi mencintai Kaisar Raymond, semua kekecewaannya menjadi titik balik dari cintanya. Kekecewaannya melebihi cintanya.
"Baginda. Itu dulu, tapi tidak sekarang." Permaisuri Shopia meninggalkan ruangan kerja Kaisar Raymond. Dia akan keluar untuk menenangkan pikiran dan hatinya.
"Permaisuri."
Wanita itu menghentikan langkahnya, kemudian menoleh. Dia melihat Selir Lusia melangkah tergesa-gesa. "Ada apa?" tanya Permaisuri Shopia. Tidak datar, tidak lembut. Dia hanya bersifat netral.
"Apa Permaisuri bertengkar dengan Baginda?" tanya Selir Lusia ragu. Jantungnya berpacu kuat, ia bingung harus memihak yang mana. Menerima atau terlepas.
"Apa ada sesuatu yang ingin Selir Lusia bicarakan? Aku tidak memiliki banyak waktu."
__ADS_1
Selir Lusia menunduk. "Bisakah Permaisuri bersikap baik pada Baginda. Aku tahu Permaisuri pasti sedih. Kita bisa merawat anak yang di kandungan ku bersama-sama. Dia pasti bahagia memiliki ibu seperti Permaisuri. Aku ingin kita bisa bersama seperti sebelumnya. Aku tahu tidak akan mudah ..."
"Kalau kamu tahu tidak akan mudah, kenapa kamu harus repot-repot mengatakannya. Sebaiknya pikirkan lagi apa yang kamu ucapkan. Jangan sampai perkataan mu membuat mu menyesal. Sebenarnya hati mu memang bingung kan, jadi kamu tidak perlu memikirkannya. Cukup saja melepaskan, aku tidak mau lagi tinggal di istana ini. Sebelum Baginda mencintai ku melebihi dirimu." Ucap Permaisuri Shopia tersenyum sinis. Biarlah dia di anggap kejam. Ini yang memang ingin dia lakukan, keluar dari istana ini. Semakin mencari masalah, semakin Kaisar Raymond membencinya dan mau melepaskannya.