
Kaisar Raymond menarik gagang laci itu, lalu mengambil surat yang di dalamnya. Dan benar saja, Permaisuri Shopia sudah membubuhkan coretan tangan indahnya. Kembali lagi rahangnya mengeras, hatinya tidak terima. "Sial!" Teriaknya seraya menggebrak meja. "Aku terlalu meremehkannya,"
"Emm, Baginda. Ini adalah kesempatan yang terbaik.
Kaisar Raymond menggusar rambutnya secara kasar.
Yang di ucapkan kesatrianya benar, tapi hatinya tidak terima. Ia kembali melirik coretan indah itu, indah tapi menyakiti mata dan hatinya.
"Dengan begini, Baginda tidak usah pusing jika Duke Luke membuat keributan. Baginda tidak perlu khawatir dengan kekuasannya."
"Iya, tapi,," Kaisar Raymond tak bisa melanjutkan perkataannya. Baginya sangat sulit menerimanya. "Ya, sudahlah, aku akan menemui Selir Lusia."
Dan pada akhirnya, Kaisar Raymond menuju tempat Selirnya. Di sana dia sudah di sambut dengan Selir Lusia yang berpakaian tipis, memperlihatkan lekukan tubuhnya dan paha mulusnya dengan tidur menyamping, tangan kanannya sebagai penyanggah kepalanya. Langsung saja, Kaisar Raymond ******* bibir Selir Lusia. Keduanya saling membalas, tangan nakal Kaisar Raymond meremas kedua bongkahan Selir Lusia. Membutnya mendesah hebat.
"Baginda,"
Kaisar Raymond membuka seluruh bajunya, hingga tak menyisakan satu pun benang yang melekat. Dia kembali ******* bibir lembut Selir Lusia dan keduanya pun melakukan hubungan intim.
Erangan demi erangan keluar dari mulut Selir Lusia dan Kaisar Raymond. Memenuhi ruangan itu, keringat keduanya bercurun. Hingga nafas lelah itu pun keluar.
Hah
"Terima kasih, istri ku." Kaisar Raymond mencium kening Selir Lusia dan memeluk tubuh polosnya.
__ADS_1
"Baginda, apa besok malam Baginda akan menemui Permaisuri?"
Kaisar Raymond mencubit ujung hidung Selir Lusia. "Tidak, aku tidak berniat untuk bermalam dengannya."
Selir Lusia menatap dalam mata Kaisar Raymond. Dia memang cemburu, tapi ia harus bisa berbagi. Karena Permaisurilah dirinya bisa menikah atas ijin darinya. Jika Permaisuri Shopia tidak mengijinkannya menikah, tentunya pasti akan mendapatkan tantangan dari kaum bangsawan. Karena pada saat itu, dirinya hanyalah rakyat yang sederhana. Tapi karena kebaikan hatinya, para bangsawan yang merasa acuh pun menghormatinya. Dan juga, Permaisuri Shopia berjasa, karena dia juga. Ia bisa bersama dengan sang ayah.
"Aku ingin, Baginda adil. Aku tidak ingin Permaisuri Shopia merasa sedih."
Bagaimana aku bisa menyentuhnya, kita sudah membuat sepakatan, Lusia. Jika aku menceritakan mu, kamu pasti marah. Aku kagum dengan kebaikan hati mu.
"Dia seperti kakak bagi ku, Baginda. Tolong, berbuat adil untuk ku dan dirinya. Kita butuh kasih sayang Baginda."
Emm,
Aku harus menghancurkan kesepakatan itu batinnya tersenyum senang.
Selir Lusia menatap bibir Kaisar Raymond yang tersenyum, hatinya sakit. Laki-laki yang ia cintai sudah memiliki cinta untuk wanita lain. Tapi ia yakin, Kaisar Raymond akan berbuat adil.
Sementara di jendela.
Kedua matanya malah melongo, wajahnya terasa panas. Tadi saja, matanya menonton adegan romantis.
"Sial, kenapa aku bisa salah kamar. Ah," gerutunya lalu meleset ke arah balkom lainnya.
__ADS_1
Kesialannya pun kembali, ketika melihat Pangeran Hilton yang tertidur pulas. Lagi-lagi ia menggerutu di lubuk hatinya. Seharusnya tadi, ia menyuruh saja bawahanya untuk mencari kamar Permaisuri Shopia. Dan dia tidak akan melihat adegan menjengkelkan itu.
Dia pun kembali meleset ke arag balkom lainnya. Lalu senyumannya terukir, letak kamar Permaisuri Shopi berada di samping, menghadap ke rumah kaca. Dari sana juga bisa melihat halaman depan istana. "Jadi di sini kamar mu istri ku." Matanya meneliti setiap sudut ruagan itu, bau bunga mawar yang menyeruak masuk ke hidungnya. Ruangan itu berpaduan warna hijau muda.
"Dia menyukai bunga mawar merah dan warna hijau, aku akan membuat kamar yang lebih luas dari kamar ini, aku akan membuatnya merasa nyaman bersama ku." Idenya pun muncul. Dia akan membuat kamarnya yang langsung berhubungan dengan taman.
Langkahnya mendekati ke arah ranjang, ia bisa melihat wajah tanpa polesan yang begitu cantik. Bulu matanya yang lentik dan lebat, hidungnya yang mancung dan bibirnya. "Permaisuri ku sangat cantik, aku akan membuat mu mencintai ku dan merebut mu. Apa yang aku inginkan harus aku dapatkan bagaimanapun caranya. Aku akan mengikat ku dengan rantai cinta ku." Ucapnya tersenyum. Ia menggerakkan tangannya, menyentuh pipi mulusnya.
Emmm
Permaisuri Shopia merasakan sesuatu yang menyentuh, matanya perlahan terbuka. Samar-samar dia melihat bayangan. Namun dengan sigap, laki-laki itu mengeluarkan sesuatu yang berasap dari dalam botol kecil itu. Sehingga Permaisuri Shopia kembali megantuk dan tertidur lelap.
"Syukurlah, aku membawanya untuk berjaga-jaga." Bibirnya kembali terangkat ke atas, ia mencium bibir itu dengan lembut. Lalu melepaskannya, "Sangat manis, aku ingin mencobanya kembali."
Alhasil, laki-laki itu ******* bibir Permaisuri Shopia, menyesapinya dengan lembut.
Sedangkan Permaisuri Shopia juga merasakan sesuatu, ia membuka mulutnya, membiarkan sesuatu yang manis itu memasuki mulutnya.
Emmm
Masih dalam mimpinya, Permaisuri Shopia seakan melayang.
"Dia membalas ku." Laki-laki itu beranjak, lalu memutari ranjang itu dan menaikinya. "Malam ini akan aku habiskan bersamanya." Laki-laki itu pun kembali ******* bibir Permaisuri Shopia dengan penuh cinta. Meskipun hasratnya sudah menggebu-gebu, ia tahan demi makanan manisnya.
__ADS_1