Hurt! Empress Shopia

Hurt! Empress Shopia
eps. 33 : Permaisuri Shopia


__ADS_3

Kaisar Raymond menatap langit-langit di ruangannya. Wajah Permaisuri Shopia yang tersenyum menghantui pikirannya. "Permaisuri Shopia."


Kaisar Raymond bangkit dari pembaringannya. Ia pun menginjakkan kakinya ke lantai. Ia bingung harus melakukan apa? tubuhnya hanya bisa mondar-mandir tidak jelas. Lelah melangkah lagi, ia memilih duduk di tepi ranjang.


Sedangkan di tempat lain.


Permaisuri Shopia menuju ruang bawah tanah. Ia merindukan Pangeran Hilton. Tidak tahu apa yang terjadi padanya. Kemarahan Kaisar Raymond membuatnya khawatir. Sesampainya di depan pintu bisa yang di jaga dua pengawal itu. Permaisuri Shopia membuka penutup kepalanya. Ia memakai jubah hitamnya agar Kaisar Raymond tidak mengenalnya.


"Buka pintunya."


Kedua Penjaga itu membuka pintu besi di depannya. Permaisuri Shopia memasuki tempat di mana hanya ada penerangan obor di sepanjang jalan. Sesekali ia melihat para tahanan yang dengan pakaian compang camping dan rambut acak-acakan. Duduk dengan menekukkan sebelah kakinya, sementara kaki satunya meregang lurus.


"Dimana Pangeran Hilton." Ucapnya melihat pelayan Elma juga membantunya mencari di depannya.


"Permaisuri." Pelayan Elma menghentikan langkahnya. Ia melihat sosok laki-laki yang ia kenal.


"Pangeran."


Laki-laki yang duduk menunduk itu mendongak. Ia langsung berlari menuju pintu besi itu. Wajah lebam, sudut bibirnya sobek di tambah lagi darah yang membasahi pakaian di punggungnya.

__ADS_1


"Permaisuri." Laki-laki itu tersenyum di sela-sela kesakitannya. Ia tidak akan menunjukkan rasa sakitnya pada wanita uang ia cintai. "Kenapa Permaisuri duduk di sini?" Tanya Pangeran Hilton seraya mencengkram erat batang-batang besi yang menghalanginya.


Permaisuri Shopia menggenggam kedua tanganya. "Aku-aku merindukan mu, Pangeran Hilton. Bagaimana kabar mu?" Tanya Permaisuri Shopia. Ia tidak bisa menahan tangisnya lagi.


"Aku tidak apa-apa, jangan menangis." Pangeran Hilton terkekeh.


"Bagaimana kamu bisa tertawa di saat seperti ini, Pangeran. Aku akan memohon pada Baginda agar melepaskan mu."


Pangeran Hilton menggeleng, ia tidak yakin dengan perkataan Permaisuri Shopia. Kakaknya sekaligus seorang Kaisar tidak akan membebaskannya. Ia tahu, kebenciannya pada dirinya tak akan hilang. Padahal hatinya sangat ingin berdamai. Ia ingin bersama layaknya saudara. Hatinya sangat pedih mengingat Kaisar Raymond yang sangat membencinya. Apa salahnya? Sampai Kaisar Raymond begitu jijik melihatnya.


"Aku akan mencoba, Baginda belum menerimanya. Aku tahu, bagaimana sakitnya, Pangeran."


Permaisuri Shopia menggeleng, permusuhan dalam saudara sama saja menyiramkan darah di tubuh kedua orang tuanya. "Baginda sangat mencintai Pangeran. Baginda hanya butuh waktu.


"Kapan,, kapan, Baginda tidak akan mengakui ku sebagai adiknya."


"Aku mohon bersabarlah, bahwa kita akan bahagia saat saling memaafkan."


"Lalu kamu apa akan memaafkannya."

__ADS_1


Permaisuri Shopia tersenyum hangat. "Tentu aku akan memaafkannya, mencoba melupakan semuanya."


Inilah yang ia tidak sukai pada Permaisuri Shopia. Hatinya terlalu lugu dan mudah memaafkan. "Jadi kamu akan tetap mencintainya."


"Aku tidak tahu Pangeran, yang jelas aku ingin hidup dengan cara ku sendiri."


"Sudahlah, aku tidak ingin membahasnya. Yang jelas aku ingin kamu pergi tanpa alasan apapun. Bukankah kamu selalu bilang cinta tidak harus memiliki dan di paksakan."


"Benar cinta tak harus memiliki, jika dia mencintai orang lain. Kita sudah cukup untuk memperjuangkannya. Hingga kita lelah, karena tidak ada cinta setelah memperjuangkannya. Cinta tidak harus di paksakan. Ketika cinta kita untuk memaksanya mencintai kita. Namun dia tetap tidak mencintai kita. Itu jauh menyakitkan, tapi aku memikirkan nasib rakyat ku. Setidaknya jika aku pergi, kehidupannya rakyat ku sudah nyaman."


"Aku bertahan hanya demi mereka. Aku seorang Permaisuri, seorang ibu bagi mereka. Aku tidak mau mengikutcampurkan urusan mereka dengan urusan pribadi ku, Pangeran. Mohon Mengertilah,"


"Dan kamu tidak memikirkan perasaan mu." Sarkas Pangeran Hilton.


"Baiklah, aku akan membantu mu jika aku keluar dari tahanan ini."


Permaisuri Shopia menghapus darah segar yang keluar dari sudut bibir Pangeran Hilton. "Tentu, hanya kamu yang peduli pada ku."


Pangeran Hilton mengangguk senang. Namun matanya langsung menangkap sosok cincin yang tidak asing. Dimana mulutnya langsung terbuka lebar. Sebuah cincin yang mengingatkan akan temannya.

__ADS_1


Sebuah cincin yang mengatakan identitas jika dia adalah Permaisuri dari Kekaisaran Matahari atau bisa di katakan istri dari Kaisar Iblis.


__ADS_2